
"Kenapa kau marah marah seperti ini si," tanya Riga.
"Riga bagaimana mungkin kau bisa masuk ke dalam kamar ku," tanya Alfi.
"Hahaha kau sudah tidak menggunakan bahasa baku lagi, oh karena perjodohan kita sudah selesai jadi kau sudah bebas ya," kata Riga.
"Jawab pertanyaan ku, kenapa kau bisa ke sini, kau tau rumah ku dari mana," tanya Alfi.
"Ya aku tau lah, kau kan calon istri ku," jawab Riga.
"Jangan aneh aneh, perjodohan kita batal, aku tidak mempunyai perasaan pada mu dan kau tidak mempunyai perasaan lebih pada ku," kata Alfi.
"Tapi sayang nya, kita tetap harus menikah Alfi. Kau akan menjadi istri seorang Riga."
Alfi mengerutkan dahi nya, ia tidak merasa pria di depan nya ini Riga, Riga tidak seperti ini pada nya, Riga juga tidak banyak berbicara seperti ini.
"Kau benar-benar Riga," tanya Alfi.
"Kau tidak percaya dengan ku kau tidak bisa merasakan ketampanan ku," jawab Riga.
"Ah sudah pergi dari kamar ku, aku ingin istirahat, dan jangan berharap menikah dengan ku," kata Alfi.
"Kita akan tetap menikah," ucap Riga.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin bisa, semua nya sudah selesai," tanya Alfi.
"Tidak selesai, aku dan kau tetap akan menikah. Alfi bantu aku, aku harus menikah dengan mu, kakek ku sudah meminta ku untuk terus menikah dan hanya kau wanita yang bisa aku percaya untuk menjadi istri ku."
"Hahaha kau tidak sakit Riga, jangan aneh aneh lah, aku tidak sedang bercanda," kata Alfi.
"Aku juga sedang tidak bercanda, aku serius besok kita menikah, tapi setelah Daniel pulang," ucap Riga.
"Ah jangan aneh aneh Riga, aku tidak ingin menikah dengan mu. Dan kau tau dari mana juga Daniel ada di sini."
"Hahaha aku tau semua nya Alfi, sudah menikah ku," kata Riga.
"Tidak mau."
"Aku tidak mau Riga, jangan memaksa ku," ucap Alfi.
"Aku tidak memaksa mu, orang tua mu juga sudah setuju. Lagi pula apa kurangnya aku, aku tampan, aku kaya raya, kau tidak akan malu menikah dengan ku," kata Riga.
Alfi tau jika apa yang di katakan Riga pasti sudah memang akan terjadi. Apalagi orang tuanya sudah setuju dengan pernikahan ini. Tapi menurut nya saat ini ada yang aneh dengan Riga.
"Ya ya ya, besok kita bicarakan lagi. Sekarang keluar dari kamar ku," kata Alfi.
"Tidak mau, aku mau tidur dengan mu, bukan nya kita sudah biasa tidur bersama," ucap Riga.
__ADS_1
"Di sofa, ini kamar ku, aku yang mempunyai hal lebih untuk kamar ini," kata Alfi.
"Tidak mau, aku mau tidur di sini, Alfi ternyata kau orang kaya raya ya, aku tidak menyangka kau sangat kaya Raya."
"Ya karena kau selalu melihat ku dari luar nya saja, kau tidak tau semua nya tentang kehidupan ku," kata Alfi.
"Sekarang aku tau, aku cukup terkejut dengan semua nya," ucap Riga.
Alfi bergeser dari Riga dan mulai merebahkan dirinya di samping Riga, ia cukup deg deg kan tidur secara sadar dengan Riga.
"Alfi," ucap Riga.
"Hmmm sudah lah, jangan banyak bicara aku mengantuk," kata Alfi.
"Hahaha jangan begitu aku belum mengantuk, Alfi kenapa di kamar mu tidak ada foto mu, bahkan di rumah mu juga tidak ada foto yang terpajang."
"Ya karena memang tidak boleh ada foto."
"Ada satu foto anak bayi, itu kau," tanya Riga.
"Iya itu aku, kenapa kau banyak berbicara seperti ini, sudah lah diam," jawab Alfi.
Selamat Tahun baru semua. Cerita ini up saat author masih dalam perjalanan. Cerita ini sudah author tulis sebelum berangkat.
__ADS_1
Sekali lagi happy new year.....,🥳🥳😎😎😎🥳🥳🥳