
"Dia istri ku, aku sudah menikah dengan nya, perjodohan kami benar terjadi," jawab Riga.
"Tapi tidak mungkin, bukan nya perjodohan kalian sudah batal, beberapa hari lalu aku bertemu dengan nya," kata Daniel.
"Iya aku sudah menikah dengan nya, aku memperbolehkan mu bertemu dengan nya, tapi jaga jarak pada nya, aku harus bersikap selayaknya seorang teman."
"Iya, maaf tuan." Daniel membalik badan nya, hati nya benar-benar terasa sangat sakit mendengar hal itu.
Daniel berjalan mendekati Alfi yang duduk tidak jauh dari mereka. Ia bingung harus berkata apa pada Alfi. Alfi sudah tidak bisa ia gapai lagi.
"Alfi," kata Daniel.
"Iya ada apa? bagaimana kabar mu?"
"Sangat baik, ada yang kau sembunyikan dari ku?"
"Tidak ada Daniel," kata Alfi.
"Kau sudah menikah dengan Riga," tanya Daniel.
"Kau tau dari mana." Alfi cukup terkejut mendengar hal itu, ia yakin pasti Daniel tau dari Riga.
__ADS_1
"Jawab Alfi, kau membuat ku kesal," kata Daniel.
"Iya Daniel aku sudah menikah dengan Riga, setelah kau pulang Riga datang dan kami langsung menikah hari itu juga," ucap Alfi.
"Oh begitu, selamat ya atas pernikahan mu, aku tidak memberikan apapun, kalian tidak memberitahu ku sebelum nya jadi aku tidak bisa me menyiapkan apapun.
"Tidak perlu memberikan kami apa apa, sebelum nya maaf Daniel. Riga sangat posesif pada ku, jika ingin bertemu dengan ku langsung hubungi saja dia, minta izin pada nya, jika pertemuan kita penting pasti dia mau mengizinkan kita."
"Iya, ya sudah aku ada beberapa pemotretan lagi dengan tuan Riga, seperti nya harus di selesai kan hari ini juga," ucap Daniel.
"Ayo, aku juga ingin membantu nya." Alfi dan Riga berjalan mendekati Riga yang sedang berganti pakaian.
"Mas sudah siap," tanya Alfi.
"Aku tadi menunggu mu di sana." Alfi mendekati Riga dan membantu Riga Merapihkan pakaian nya.
"Tanda merah yang kau buat membuat pemotretan ku tidak berjalan dengan lancar," bisik Riga.
"Ha maksud nya," tanya Alfi.
"Aku harus bertelanjang dada, tapi karena mu aku tidak bisa," jawab Riga.
__ADS_1
"Hehehe maaf maaf, apa masih membekas," tanya Alfi.
"Masih lah, seperti di buah dada mu, bekas nya masih ada kan," jawab Riga.
Daniel hanya bisa melihat kedekatan Riga dan Alfi, hati nya tidak berhenti merasakan rasa sakit yang luar biasa. Ia tidak pernah tau, mencintai seseorang secara diam-diam memang sangat menyakitkan.
"Kenapa sesak sekali, seperti nya mereka berdua saling mencintai," batin Daniel.
Pemotretan di selesai kan hari itu juga, setelah selesai Alfi dan Riga kembali ke ruangan atas. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan Riga, Riga sengaja membawa Alfi ke sana karena ia sudah sangat merindukan Bibir istri nya.
"Cup," Riga mengecup bibir love Alfi.
"Jangan sekarang, besok saja," kata Alfi, ia tau jika sudah seperti ini apa yang di inginkan oleh Riga.
"Hehehe kamu tau saja ya, iya iya aku tau, tapi kalau hanya cium cium masa tidak boleh." Riga berjalan ke arah tempat duduk nya. Ia duduk di atas sana dan menarik Alfi ke atas pangkuan nya. Beberapa kancing baju bagian atas Alfi Riga buka.
"Mas," ucap Alfi.
"Hmmmmm," gumam Riga.
Alfi hanya bisa diam sambil memejamkan mata nya saat Riga menelusuri leher sampai buah dada nya Terkadang ia menekan kepala Riga karena Alfi benar-benar menikmati nya.
__ADS_1
Warsa terkejut melihat apa yang di lakukan cucu nya, ia hanya bisa menggelengkan kepala nya sambil berbalik badan.
"Dulu saja tidak mau, sekarang dimana-mana pun sampai melakukan nya," batin Warsa