
"Teman ku dulu, ada apa?"
"Oh dia mendekati ku, hahaha aku seperti nya tau wajahnya," kata Nathan.
"Wah bagus lah sudah gas saja," kata Riga.
"Malas, dia kenal dengan Kalina tidak?"
"Kenal lah, kami satu pertemanan," jawab Riga.
"Oh seperti nya aku pernah bertemu dengan nya, sudah lah aku blokir saja nomor nya," ucap Nathan.
"Kenapa, bukan nya dia cantik, body nya juga bagus. Dia bisa kau ajak membuat anak," kata Riga.
"Itu dia, dia terlalu murahan, aku kaya raya Riga, amy suka yang jual mahal, tidak yang murah. Lagi pula pasti dia sudah pernah kau lobangi."
"Tidak pernah, aku tidak pernah tidur dengan nya. Aku hanya tidur dengan satu wanita istri ku. Enak saja kau mengatakan seperti itu."
"Hahaha aku hanya bercanda Riga, jangan kau bawa serius."
"Kenapa kau takut sudah tidak pas lagi dengan junior mu, punya mu kan kecil."
__ADS_1
"Enak saja, punya ku lebih panjang dari mu," kata Nathan.
"Ya tapi tidak sebesar punya ku."
"Stttttt, kalian bisa diam, anak ini sedang tidur." Alfi membuka suaranya, ia sangat kesal dengan Nathan dan Riga yang membicarakan hal tidak jelas.
Setelah perjalanan kurang lebih 17 jam lama nya mereka berdua sampai di hawai. Alfi cukup bingung dengan apa yang ia lihat, ia berangkat hari rabu pukul 05.43 dan seharusnya sampai di hari kamis tetapi ia malah kembali di hari selasa pukul 12.43.
"Kenapa aneh begini," tanya Alfi.
"Perbedaan waktu sayang, di jakarta lebih cepat di bandingkan sini, nama nya juga bumi bulat bukan datar," jelas Riga.
Untuk sampai ke tempat ayah Riga berada mereka harus menempuh perjalanan 2 jam lama nya. Mereka tidak langsung ke sana, mereka memilih beristirahat terlebih dahulu di hotel agar tidak terlalu kelelahan, apalagi mereka membawa anak Kecil..
"Yayaya tapi kau mau kemana, kau tidak capek," tanya Riga.
"Aku ingin bertemu dengan sepupu dan paman ku, nanti aku bawa mereka ke rumah, aku si ingin membawa Marcel tapi kasihan, dia harus mandi dan istirahat. Alfi aku percaya pada mu." Nathan pergi meninggalkan Alfi dan Riga.
"Tante makan," rengek Marcel.
"Sayang cepat pesan kamar dan makanan," kata Alfi.
__ADS_1
"Kau merepotkan ku saja." Riga menatap tajam ke arah Marcel bukan nya takut Marcel malah menjulurkan lidah nya.
Di dalam kamar Alfi langsung memandikan Marcel, ia sudah seperti wanita anak satu yang sangat terampil, terkadang Riga sampai kagum pada Alfi.
"Pakaikan dia baju," kata Alfi.
"Tidak mau, aku nanti di pipisin lagi oleh nya," tolak Riga.
"Tidak sayang, sudah cepat aku ingin ganti pembalut," kata Alfi.
Mau tidak mau Riga memakaikan Marcel pakaian. Melihat Marcel yang sangat segar habis mandi membuat Riga ingin mandi juga.
"Kau mau berendam tidak, kita mandi di kolam renang," tanya Riga.
"Mau," jawab Marcel.
Riga tidak jadi memakaikan pakaian Marcel, ia membawa Marcel kebalkon yang tersedia kolam renang khusus kamar nya Riga membuka semua pakaiannya dan langsung masuk ke dalam bersama dengan Marcel.
"Paman itu apa," tanya Marcel.
"Aduh kenapa kau banyak tanya, kau juga punya."
__ADS_1
"Tapi tidak sama, itu berbulu dan besar," kata Marcel