
Pagi hari nya Alfi bangun dengan tubuh yang terasa sakit semua Pertempuran nya dengan Riga setelah sekian lama bercuti membuat Alfi kembali merasakan saat pertama kali melakukan nya. Apalagi sosis Riga sudah tumbuh lebih besar dari sebelumnya. Hal itu juga membuat bagian inti Alfi saat ini terasa cukup perih. Riga juga belum terbangun dari tidur nya, ia masih memeluk Alfi dengan wajah tepat di depan wajah Alfi Wajah tampan dan teduh Riga membuat Alfi semakin jatuh cinta dengan pria ini.
"Bangun hey, kebo," ucap Alfi sambil mengusap wajah Riga.
"Hmmmm jangan menganggu ku sayang." Riga menarik Alfi ke dalam dekapan nya, ia masih ingin lama lama berada di posisi ini.
"Kenapa kamu semakin terlihat tampan sayang," ucap Alfi.
"Efek karena aku akan menjadi ayah," kata Riga.
"Masih lama sayang, kamu harus lebih sabar menunggu nya," ucap Alfi.
"Hmmm perasaan aku tida pernah mendengar kata cinta dari bibir mu sayang," kata Riga yang baru sadar akan hal itu.
"Hehehe tapi aku sudah mengatakan nya tadi malam, saat kami bilang kamu mencintai ku aku menjawab aku juga."
"Itu bukan termasuk sayang, katakan sekarang aku mencintaimu Riga," ucap nya sambil mengecup wajah Alfi.
"Tidak mau, kamu jangan pemaksaan sayang," kata Alfi.
"Jika kami tidak mengucapkan nya, berarti akan ada ronde ke dua," ucap Riga.
"Ah sayang," rengek Alfi.
"Hehehe tidak tidak aku bercanda, aku harus ke kantor, sudah lama tidak perusahaan," ucap Riga.
"Jangan bertemu dengan Kalina, dan yang lainnya. Aku tidak suka kamu dekat dekat dengan mereka," kata Alfi.
"Hahaha iya iya, tapi kalau aku tergoda oleh mereka bagaimana? kamu saja jarang jarang memberikan ku jatah. Bukan apa apa ya sayang, aku itu sangat suka dengan jatah, jika kamu tidak memberikan ku jatah bisa jadi aku tergoda oleh wanita wanita itu."
"Ahhh sayang," rengek Alfi.
Sambil tersenyum Riga pergi meninggalkan Alfi, ia sampai ngakak melihat Alfi yang merengek seperti itu.
Setelah selesai bersiap-siap Riga kembali mendekati Alfi yang sedang bermain handphone. Riga tau istri nya itu sedang ngambek kepada nya.
"Sayang aku pergi bekerja dulu," kata Riga.
"Hmmmm," gumam Alfi.
"Sayang jangan seperti ini, jika kamu marah begini, aku...
__ADS_1
"Aku apa???...
"Selingkuh?? aku potong burung mu," ucap Alfi.
"Hahaha tidak sayang, aku bercanda," kata Riga.
Cup.. cup.. cup... Riga memberikan beberapa kecupan di wajah Alfi, kemudian Riga pergi meninggalkan Alfi yang masih ngambek pada nya.
Sesampainya di perusahaan Riga menjadi pusat perhatian, ia sudah beberapa bulan tidak masuk bekerja. Wajah nya semakin terlihat menyenangkan berbeda dengan Riga yang sebelumnya. Terlihat senyuman manis di wajah nya ketika ada karyawan menyapa diri nya.
"Riga masuk," ucap Alena.
"Wah kau memberikan ku kabar dengan waktu yang pas, aku baru mau bertemu dengan mu," kata Kalina.
"Kau mau mendekati nya lagi, kau tida ingat jika ia sudah menikah."
"Tidak papa, selagi aku masih cantik dan seksi aku bisa mendekati nya. Dia pria normal, pasti aku bisa menjebak nya," kata Kalina.
Senyuman Riga menghilang saat berpapasan dengan Alena, ia tau jika Alena dan Kalina bekerja sama. Mood nya bisa rusak jika terus melihat Alena.
"Selamat pagi pak," ucap Alena
"Hmmmm," gumam Riga sambil masuk ke dalam ruangan nya.
"Dimana kakek," ucap Riga.
Warsa yang mendengar kedatangan Riga langsung masuk ke dalam ruangan Riga. Ia pikir Riga sudah tidak niat masuk ke dalam kantor lagi.
"Kau datang." Warsa berjalan mendekati Riga.
"Aku kasihan dengan kakek, jadi aku datang," kata Riga.
"Hmmm ya ya ya," ucap Warsa.
"Terimakasih kek, kau telah menyelesaikan semua nya," kata Riga.
"Aku pikir kau mau fokus pada istri mu yang sedang hamil, jadi aku menyelesaikan semua nya, ternyata kau masih mau masuk ke dalam kantor," ucap Warsa.
"Hehehe maaf aku terlalu lama bercuti."
Di rumah rasa kesal Alfi semakin bertambah saja pada Riga. Ia tidak tau kenapa bisa rasa kesal ini tidak hilang hilang. Untuk menghilangkan rasa kesal ini Alfi memutuskan untuk keluar dari rumah, ia tidak izin pada Riga sebagai balas dendam Alfi pada Riga.
__ADS_1
Alfi pergi bersama supir ke sebuah mall, ia berbelanja barang barang yang sebenarnya tidak penting untuk nya. Saat sedang asik berbelanja Alfi bertemu dengan seseorang yang tidak asing menurut nya.
"Daniel," ucap Alfi.
"Alfi, wah apa kabar," tanya Daniel sambil memeluk Alfi.
"Hmmm aku sudah menikah."
"Eh iya maaf maaf," kata Daniel sambil melepaskan pelukan itu.
Mereka berdua berkeliling mal bersama. Alfi dan Daniel yang memang dekat terus bercanda dan tertawa. Alfi tidak memikirkan Riga yang pasti akan marah jika tau ia pergi bersama Daniel.
Kebetulan juga Riga serta orang dari perusahaan sedang mengunjungi mall tempat Alfi berada, Riga datang sebagai tamu undangan pembukaan restoran di mall itu. Mata Riga melihat banyak makanan kesukaan Alfi, ia meminta pelayan untuk membungkus makanan itu, ia akan membujuk Alfi yang sedang ngambek dengan makanan itu.
Setelah selesai dari Restoran Riga naik ke lantai dua. Mata nya memicing melihat wanita yang tidak asing bagi nya. Setelah sadar siapa wanita itu dengan wajah yang marah Riga berjalan mendekat.
"Daniel apa kabar," ucap Riga.
"Sayang." Alfi terkejut melihat kedatangan Riga.
"Tuan Riga, kabar baik, bagaimana dengan tuan?"
"Sangat baik," ucap Riga.
"Sayang kamu pergi ke mall, tanpa izin dari ku. Dan bersama Daniel. Kamu sangat menggemaskan sayang, ada yang ingin aku bicarakan ayo ikut aku," ucap Riga sambil menarik Alfi pergi dari sana.
"Ah sakit Riga pelan pelan," ucap Alfi.
"Cepat Alfi, jangan sampai aku meledak di mall," kata Riga dengan suara yang berat.
Alfi masuk ke dalam mobil Riga, dan Riga langsung pergi meninggalkan mall bersama dengan Alfi. Terlihat dengan jelas kemarahan di wajah Riga. Alfi belum pernah melihat Riga seperti ini. Sesampainya di rumah Riga langsung keluar dari dalam mobil.
"Keluar," ucap Riga.
"Tidak mau, kamu sedang emosi," ucap Alfi.
"Keluar Alfi," bentak Riga yang membuat Alfi terkejut.
Karena tidak sabar menunggu Alfi keluar dari dalam mobil. Riga menarik Alfi dan menggendong Alfi masuk ke dalam rumah.
Di dalam kamar Riga meletakkan Alfi ke atas sofa, otak nya masih normal tidak membanting Alfi begitu saja. Ia sadar istri nya sedang hamil.
__ADS_1
"Bagus Alfi... Bagus." Riga bertepuk tangan sambil menatap tajam ke arah Alfi.