Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 144 S2


__ADS_3

Pactrik hanya diam dan pergi meninggalkan Melanie, ia benar-benar sangat kesal dengan Melanie. Jika tidak ada Alvaro ntah sudah berbuat apa ia pada Melanie.


"Dia ingin pesan," tanya Alvaro.


"Seperti biasa," jawab Pactrik.


"Apa kebiasaan nya? aku mana tau." Alvaro melirik ke arah Pactrik.


"Sesuatu yang istri mu sukai saja kau tidak tau," kata Pactrik.


"Pactrik..." Tatapan Alvaro berubah tajam pada Pactrik.


"Aku bercanda, brow sugar dan beberapa makanan kecil," kata Pactrik.


Alvaro kembali fokus dengan pekerjaan nya. Selagi ia masih bisa menahan nya ia akan menahan nya. Tetapi jika Pactrik sudah di luar batas, amarah Alvaro akan membuat hubungan sepupu di antara mereka berdua tidak berguna lagi.


"Kau kerjakan ini," ucap Alvaro.


"Al kau tau sendiri kan, aku tidak paham jika tentang ini."


"Ya belajar, aku saja belajar," kata Alvaro.


"Ajari, kau sepupu yang baik."


"Itu benar, tapi awas saja, kebaikan ku kau manfaatkan yang tidak tidak."


Gara gara Pactrik mood Melanie jelek seketika. Ia melihat ke arah Alvaro dan Pactrik yang sedang fokus bekerja. Alvaro tampak serius mengajari Alvaro. Mata nya tertuju pade Bella yang seperti nya mencuri curi pandang pada Alvaro. Sudah pasti rasa gerah menguasai diri nya.


"Wanita gatal, dia milik ku," batin Melanie.

__ADS_1


Melanie berjalan mendekati Alvaro, dan memeluk Alvaro. Ia ingin menunjukkan pada Bella jika Alvaro milik nya, tidak ada yang boleh menyentuh ataupun melirik Alvaro.


"Sayang masih lama," tanya Melanie.


"Jam berapa si," tanya Alvaro pada Pactrik.


"11," jawab Pactrik.


"30 menit lagi, kamu bosan. Sini duduk di dekat ku," kata Alvaro.


"Geser," ucap Melanie pada Bella.


"Iya." Bella langsung bergeser dan mempersilahkan Melanie duduk di dekat Alvaro.


"Sial wanita ini seperti nya sadar jika aku mengincar suami nya," batin Bella.


Melanie memeluk Alvaro dari samping, tangan nya masuk ke dalam baju Alvaro dan meraba raba perut Alvaro. Melanie tau Bella sedang memperhatikan nya, sesekali membuat wanita di samping nya ini gerah dan tau diri.


"Sudah lah, besok saja lagi," kata Pactrik, ia juga gerah melihat Melanie yang begitu manja pada Alvaro, dulu Melanie seperti itu pada nya.


"Benar, istri ku sudah tidak tahan lagi untuk ronde kedua," ucap Alvaro.


"Alvaro segila itu, wajah nya tidak menunjukan diri nya seperti itu," batin Bella.


Mereka pun kembali ke hotel. Alvaro langsung ke kamar bersama istri nya. Sedangkan Bella dan Pactrik memilih nongkrong dulu meredam rasa panas sejak tadi.


"Gerah," ucap Bella.


"Hahaha mereka semakin dekat saja, aku sangat gerah," kata Pactrik.

__ADS_1


"Alvaro seorang hiper, dari wajahnya tidak terlihat sama sekali," ucap Bella.


"Aku rasa si tidak, tapi tidak tau juga ya. Alvaro tidak pernah menunjukkan nya," kata Pactrik..


"Tapi apa yang ia katakan pada istri nya, seperti nya dia seorang hiper."


"Dulu dia itu sangat polos, setelah menikah ini dia berubah, mungkin dia hanya sedang suka suka nya," kata Pactrik.


Pactrik mengambil handphone nya dari kantong celana. Terlihat beberapa panggilan dari Vera, ia belum memberikan Vera kabar hari ini.


"Aku lupa memberikan nya kabar," ucap Pactrik.


"Pacar mu," tanya Bella.


"Iya pacar ku, kenapa? begini gini aku tidak jomblo seperti mu," jawab Pactrik.


"Hanya sebagai pelarian," tanya Bella.


"Diam kau tidak tau apa apa."


"Hahaha sudah terlihat dengan jelas, kau mana mungkin serius dengan wanita lain, jika hati mu masih pada Melanie."


"Itu urusan ku," kata Pactrik.


"Atau dia hanya teman tidur mu," tanya Bella.


"Hey aku tidak begitu ya, aku menghargai diri nya sebagai wanita baik baik. Jika aku beda lagi, kau pasti bukan anak wanita baik baik seperti pacar ku," ucap Pactrik.


Suasana hati nya sedang tidak baik, Bella malah memancing suasana hati nya lebih buruk lagi.

__ADS_1


"Atau kau kau aku tiduri," tanya Pactrik sambil menarik wajah Bella ke dekat nya.


__ADS_2