
Dua hari telah berlalu, hari ini pesta yang Alvaro gelar di laksanakan. Terlihat apartemen Alvaro sudah ada beberapa orang yang sibuk mempersiapkan semua nya. Alvaro menyewa orang agar semua nya lebih cepat. Ia malas ribet mempersiapkan semuanya sendiri. Alvaro dan Melanie hanya mempersiapkan diri mereka saja, karena ini pertama kali nya hubungan pernikahan mereka diketahui oleh banyak orang.
"Mas siapa saja yang datang," tanya Melanie.
"Banyak seperti nya, teman teman balap ku, terus ada Ivan, Pactrik, Cika dan pasti teman teman mereka juga datang."
"Apa yang harus aku lakukan," tanya Melanie.
"Hanya diam dan tersenyum jika ada yang menyapa mu, jangan jauh jauh dari ku, banyak laki laki gatal," jawab Alvaro.
Pesta dilaksanakan malam hari di balkon apartemen, di sana berjejer makanan dan minuman untuk para tamu yang hadir. Alvaro mempersiapkan semuanya dengan sangat matang. Ia tidak ingin teman teman nya kecewa di acara pesta pertama nya.
"Sudah ayo mandi, nanti sebentar lagi mereka pasti datang," ucap Alvaro.
"Iya. Berdua," tanya Melanie.
"Mau mandi dengan ku," tanya Alvaro.
"Tidak mau lah," jawab Melanie.
"Kenapa tidak, takut aku apa apain," kata Alvaro.
"Ya takut lah, aku tidak mau."
"Lah kau istri ku, kenapa tidak mau aku apa apain," kata Alvaro.
"Bukan tidak mau, tapi..."
"Tapi apa...
"Sekarang aku minta baju mu kau buka pun harus mau," kata Alvaro.
"Alvaro."
"Lah memang begitu, tubuh mu adalah hak ku, dari ujung rambut mu sampai ujung kaki mu itu adalah hak ku."
"Iya iya." Melanie hanya menundukkan kepala nya.
"Melanie dengar ya, sewaktu waktu aku menginginkan mu bersiap ya, jangan menolak nolak ku," kata Alvaro.
Alvaro mandi terlebih dahulu dari Melanie. Alvaro mandi sambil memikirkan bagaimana hubungan nya dengan Melanie kedepannya, lanjut atau tidak itu yang menjadi Momok Yang Alvaro pikirkan saat ini.
"Aku coba serius aja pada nya," ucap Alvaro.
Saat Alvaro sedang mandiri satu persatu teman Alvaro datang. Dari Ivan yang pertama kali datang, Ivan sudah mengenal cukup dekat dengan Melanie jadi Melanie menyerahkan semuanya pada Ivan, ia tidak mungkin menyambut satu persatu teman Alvaro yang datang dengan kondisi belum mandi.
"Tenang Melanie, kau minta Alvaro cepat selesai kan mandi," ucap Ivan.
"Iya." Melanie pergi meninggalkan Ivan dan langsung ke kamar nya.
__ADS_1
Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk meminta agar Alvaro cepat menyelesaikan mandi ya. Melanie sudah tidak aneh dan kaget melihat
Alvaro naked tanpa pakaian.
"Mas cepat," ucap Melanie.
"Sini," kata Alvaro.
Melanie mendekati Alvaro, ia tidak tau kenapa Alvaro meminta nya untuk mendekati nya.
"Kenapa mas," tanya Melanie.
"Mandi." Alvaro menarik Melanie dan membuka satu persatu pakaian nya.
"Teman-teman kamu sudah datang mas," kata Melanie.
"Siapa saja," tanya Alvaro
"Ada Ivan sisa nya aku tidak tau," jawab Melanie.
"Nah biarkan dia yang menyambutnya," kata Alvaro.
"Buka ya," ucap Alvaro.
"Atas saja ya," kata Melanie.
"Ya aku malu," kata Melanie.
"Untuk apa malu, aku kan suami mu, jangan aneh aneh ya," ucap Alvaro.
Alvaro membuka bagian atas sana, buah dada Melanie yang besar dan bersih terpampang dengan nyata.
"Padahal ini milik istri ku sendiri tapi sangat sulit untuk melihat nya," kata Alvaro.
Melanie hanya diam menahan malu nya, ia tidak tau jika Alvaro terobsesi dengan dada nya. Jika Alvaro mengatakan nya ingin melihat dada nya, pasti ia memberikan Alvaro izin. Alvaro saja yang tidak pernah meminta izin.
Alvaro mendekati bibir Melanie dan menciumnya dengan sangat ganas, tidak ada kata lembut langsung ganas tanpa jeda. Melanie benar-benar gelagapan mendapatkan serangan itu. Ia belum biasa dengan ciuman ganas begitu.
Ciuman Alvaro turun ke dada Melanie, ia tidak pernah mencium ataupun mempermainkan benda itu, saat ingin melahap nya pintu kamar itu berbunyi.
"Alvaro cepat, sudah ramai, jangan membuat anak di kamar mandi," teriak Ivan.
"Hahaha aku tidak diberikan izin untuk memainkan nya." Alvaro mengambil handuk dan berjalan keluar dari dalam kamar mandi.
Melanie mengatur nafas nya dengan perlahan, ia seperti mendapatkan sambaran listrik secara mendadak. Tubuh nya merasa panas dingin saat Alvaro menyerang nya seperti itu.
"Kan sudah aku katakan, kau habis membuat anak di dalam kamar mandi," kata Ivan.
"Tidak ada bodoh," ucap Alvaro.
__ADS_1
"Tidak ada bagaimana itu milik bangun."
"Baru pemula, belum sampai membuat anak," kata Alvaro.
"Alvaro membuat Video ya, aku ingin melihat nya," ucap Ivan.
"Ya tenang saja lah, kalau aku sudah berani pasti aku akan membuat Video nya."
Alvaro memakai pakaian yang disediakan Melanie, setelah itu ia langsung keluar dari dalam kamar.
"Maaf semua aku terlalu lama," ucap Alvaro.
"Kau dari mana saja al, mana istri mu, aku ingin melihat nya. Seorang Alvaro yang tidak suka dengan wanita akhirnya menikah juga."
"Mata mu tidak suka dengan wanita aku masih sangat normal ya," kata Alvaro
"Hahaha tapi tidak pernah dekat dengan wanita."
"Sudah jangan mengejek ku, nikmati pesta ini malam ini kalian akun berikan kebebasan," ucap Alvaro.
Teman teman Alvaro termasuk pria yang nakal, jika berpesta seperti ini sudah pasti mereka akan mabuk mabuk-mabukan. Hal itu lah yang membuat Alvaro terkadang terpengaruh untuk minum.
"Musik," teriak Ivan.
Musik di nyalakan kan dan pesta pun di mulai. Dari banyak orang yang datang ada satu orang yang belum menampakkan batang hidung nya. Siapa lagi jika bukan Patrick.
"Dimana dia nya, sok sibuk sekali," ucap Alvaro.
"Aku tidak tau, nanti juga datang, dia membawa teman nya, aku ingin mendekati nya."
Pactrik dan Vera sampai di apartemen itu. Pactrik benar-benar sangat buru buru karena ia membuang air kecil. Saat masuk ke apartemen itu ia langsung berlari menuju kamar mandi tamu.
"Dia kenapa," tanya Pactrik.
"Dia ingin membuang air kecil," jawab Vera.
"Siapa nama mu, kau pacar nya Pactrik," tanya Alvaro.
"Tidak aku hanya teman nya saja," jawab Vera.
"Alvaro aku pinjam WC kamar mu ya, aku kebelet," ucap Pactrik.
"Di dalam ada istri ku," kata Alvaro.
"Tidak papa aku tidak tahan." Pactrik langsung berlari masuk ke dalam kamar Alvaro, ia benar-benar sudah tidak tahan lagi.
Melanie berada di ruang ganti, jadi saat Pactrik masuk mereka berdua tidak bertemu. Mungkin memang belum waktu nya bagi mereka untuk bertemu satu sama lain.
Setelah membuang air kecil Pactrik keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang lega. Ia berjalan keluar dari kamar Alvaro untuk bergabung dengan mereka semua.
__ADS_1