Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 93 S2


__ADS_3

Pagi hari nya Melanie sudah tiba di rumah Alvaro. Sebelum bertemu dengan Alvaro, Melanie menemui Ryan terlebih dahulu untuk memperjelas semuanya. Ia masih belum menerima perjodohan itu, bagaimana mungkin bisa ia menikah dengan Alvaro sedangkan dirinya sudah mempunyai pacar yang mengajak nya untuk serius.


"Tuan, saya menolak nya," ucap Melanie.


"Kenapa? karena pacar mu? sudah jangan memikirkan nya, ada yang lebih jelas kenapa tidak."


"Saya tidak bisa tuan, dia juga sudah serius pada ku," ucap Melanie.


"Jika kau menolak nya tidak papa. Kau memang berhak untuk menolak hal itu. Tapi jangan lupa memikirkan orang di sekitar mu, kebebasan ayah mu, kesehatan adik mu dan kebahagiaan keluarga mu. Kita tidak tau sampai kapan kita hidup jadi selagi ada kesempatan kenapa kita tidak melakukan kebahagiaan yang mungkin tidak akan bisa kita berikan lagi pada keluarga kita. Ini kesempatan yang sangat luar biasa, bukannya cita cita mu ingin melihat keluarga mu bersatu kembali."


Apa yang di katakan Ryan memang benar, tapi ia tidak mungkin berpisah dengan Pactrik pria yang sangat ia cintai. Pactrik juga bisa melakukan itu untuk nya.


"Saya butuh waktu," ucap Melanie.


"Melanie aku tau siapa pacar mu, dia sepupu nya Alvaro. Mungkin Pactrik harus mengalah untuk saat ini," batin Ryan.


Dengan perasaan yang tidak menentu Melanie masuk ke dalam kamar Alvaro. Alvaro juga langsung duduk saat melihat Melanie.


"Melanie Alvaro..." ucap mereka bersamaan.


"Ini gila, benar-benar sangat gila," ucap Alvaro.


"Aku bisa gila jika benar-benar menikah dengan mu," kata Melanie.


"Ya itu yang ingin aku katakan, kenapa bisa kakek ku berpikir kita cocok, kita tak ada kecocokan sama sekali," ucap Alvaro.


"Itu lah aku juga tidak tau. Kau kenapa kau datang ke sini, kau benar-benar membawa sial Alvaro. Jika kita tidak bertemu mungkin perjodohan gila ini tidak akan mungkin terjadi," kata Melanie.


"Jangan hanya menyalahkan ku, kau juga. Kenapa kau bisa kenal dengan kakek ku. Begini saja aku tidak bisa menolak apa yang kakek ku minta, mau tidak mau, suka tidak suka pasti aku tetap menikah dengan mu. Tapi jika kau menolak nya semuanya bisa gagal," ucap Alvaro.

__ADS_1


"Bodoh, kakek mu sudah datang ke rumah orang yus ku, meminta orang tua ku untuk setuju dengan berbagai macam persyaratan. Dan akhirnya mamah ku setuju aku tidak tau aku bisa menolak nya atau tidak."


"Kau kan setan kau bisa menolak nya."


"Jika aku setan kau apa, iblis," ucap Melanie.


Dalam keadaan seperti ini pun mereka berdua tetap saling menghina satu sama lain. Memang mereka berdua sudah seperti anjing dan kucing.


Di tempat lain. Pactrik sedang berkumpul dengan kedua orang tuanya. Pactrik cukup bingung kenapa orang tua nya tiba tiba meminta nya untuk datang ke ruang keluarga.


"Ada apa mah yah," tanya Pactrik.


"Maaf sayang, seperti nya kau harus memutuskan hubungan mu dengan Melanie," ucap Tiffany.


"Ha kenapa mah? aku sudah sangat cocok dengan nya. Setelah akun lulus aku ingin menikah dengan nya," kata Pactrik yang benar-benar sangat terkejut. Orang tua nya sudah mengenal dekat Melanie pasti ada hal yang membuat orang tua nya seperti ini.


"Nah itu kau tidak bisa menikah dengan cepat Setelah lulus S2 kau di kirim ke Jerman bersama dengan kakek mu. Kakek mu ingin kau pergi dengan keadaan fresh tanpa beban karena pekerjaan di sana bukan main main," ujar Roger.


"Pactrik ayah tidak pernah mendapatkan bantahan dari mu, hanya karena seorang wanita kau membantah keputusan keluarga besar, jangan sampai kakek mu murka karena ulah mu sendiri," ucap Roger.


"Tapi yah." Pactrik seperti tidak bisa melakukan apapun, ia tidak mungkin mengorbankan keluarga nya demi cinta. Tapi cinta juga sangat penting dalam hidup nya.


"Pactrik kau pria hebat, kau pria yang sangat keren. Mamah yakin setelah semuanya selesai kau bisa mendapatkan wanita yang lebih dari yang sekarang, bukan karena Melanie tidak baik untuk mu, tapi mungkin kalian berdua tidak berjodoh. Sebagai pria yang hebat selesai kan semuanya dengan baik baik, temui dia dan katakan semua nya tanpa ada kebohongan," ucap Tiffany.


"Iya mah. Aku ke kamar dulu." Pactrik pergi meninggalkan tempat itu.


Tiffany tidak tega melihat anak nya patah hati seperti itu. Tetapi mau bagaimana lagi semua nya demi kebaikan semua orang. Lagi pula memang Bram meminta Pactrik untuk menyusul nya ke Jerman jika S2 nya selesai, meskipun tidak meminta Pactrik memutuskan pasangan nya.


"Sayang nanti malam kita bertemu." Pactrik mengirimkan pesan pada Melanie.

__ADS_1


Melanie belum membalas pesan itu, bahkan membaca nya saja juga belum. Ia dengan Alvaro sama sama termenung memikirkan nasib nya ke depan. Mereka sangat bingung bagaimana agar perjodohan ini bisa batal.


"Pactrik aku tidak ingin mengkhianati mu. Ahhhhh," teriak Melanie.


"Siapa Pactrik," tanya Alvaro.


"Kenapa kau sangat kepo, kau bisa diam tidak," Jawab Melanie.


"Pacar mu ya, kasihan nya. Hahaha untung aku jomblo, ada untung nya juga ya jadi jomblo," ucap Alvaro.


"Sebenarnya kau bisa diam tidak si, aku masih sangat kesal. Iya dia pacar ku, dia sangat keren tidak seperti mu burik," kata Melanie.


"Ngomong ngomong nama pacar mu seperti nama sepupu ku."


"Kau pikir nama Pactrik hanya satu orang. Dia tak ada sedikit pun mirip dengan mu, jadi dia tidak mungkin sepupu mu. Sifat kelian berdua benar-benar sangat jauh," ucap Melanie.


"Kan hanya sama ada aku kata pacar mu itu sepupu ku tidak kan? jadi berhenti marah marah seperti itu pada ku."


"Dia mengajak ku bertemu nanti malam, bagaimana ini aku harus apa? apa yang harus aku katakan, aku lakukan," ucap Melanie.


"Itu urusan mu, intinya aku tidak mau menikah menikah dengan mu," kata Alvaro.


"Kau pikir aku mau menikah dengan mu, tidak Alvaro aku tidak mau menikah dengan pria seperti mu, tapi aku juga tidak bisa mengorbankan keluarga ku."


Seperti yang Pactrik inginkan malam hari nya mereka berdua bertemu. Mereka berdua sama sama diam karena suasana hati yang sedang tidak baik baik saja. Pactrik sangat bingung harus mulai dari mana, ia sudah berjanji untuk menikahi Melanie tetapi malah seperti ini pada Akhirnya.


"Melanie ada yang ingin aku katakan," ucap Pactrik.


"Sebenarnya aku juga, tapi kamu dulu saja lah," kata Melanie.

__ADS_1


"Kita putus," ucap Pactrik.


"Pu.. putus???


__ADS_2