Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 16


__ADS_3

"Satu dua tiga empat lima enam....


Alfi menghitung ada berapa kotak tahu di depan matanya.


Riga memberikan tatapan tajam pada Alfi, ia sangat tidak suka Alfi melihat nya seperti itu. Ia memang tampan dan atletis tetapi tidak seharusnya juga Alfi seperti itu.


"Alfi, ambil kan aku garpu," ucap Riga.


"Untuk apa," tanya Alfi dengan mata yang masih fokus ke depan.


"Mencongkel mata mu," jawab Riga sambil masuk ke dalam ruang ganti.


Alfi langsung memejamkan mata nya saya Riga mengatakan hal seperti itu. Tetapi itu hanya sesaat sebelum Riga masuk ke dalam ruang ganti Alfi sudah membuka mata nya.


"Mantap sekali," ucap Alfi.


Riga memiliki tubuh yang sangat bersih dan putih. Ia tidak pernah memamerkan tubuh nya pada siapapun, karena ia hanya ingin istri nya satu satu nya wanita yang bisa melihat keindahan itu. Tetapi semua harapan Riga gagal karena Alfi sudah melihat semua nya.


Alfi membandingkan kulit nya dan milik Riga, perbandingan kulit mereka cukup jauh, ia sangat penasaran bagaimana mungkin bisa Riga mempunyai kulit yang sangat bersih seperti itu.


"Aku ingin kulit sepertinya, dada bidang nya, dan ah aku sangat malu, dia berwarna pink muda," kata Alfi.


"Alfi," teriak Riga.


"Tidak, saya tidak membicarakan mu." Alfi langsung pergi meninggalkan kamar.


"Wanita aneh, ah aku sangat menyesal kenapa aku tidak membawa baju, harus nya hanya istri ku yang boleh melihat semua ini," kata Riga.


Sebelum bertemu dengan calon mertua nya Alfi mengatur nafas nya dengan perlahan, ia tidak mau terlihat seperti orang yang habis di kejar setan, jika sepupu Riga dan mamah mertua nya melihat itu pasti ia akan menjadi bulan bulanan mereka berdua.


"Eh ada pembantu datang," kata Sarah.

__ADS_1


"Selamat pagi," ucap Alfi.


"Alfi setelah ini bersihkan kamar ku," ucap Selena.


"Maaf aku tida bisa, kamu bisa membersihkan nya sendiri, aku harus pergi setelah ini," tolak Alfi dengan nada yang halus.


"Aku tidak mau tau bersihkan kamar ku, kau sudah menumpang hidup di sini, setidaknya kau bekerja untuk membayar semua nya," kata Selana.


"Tapi saya benar-benar tidak bisa," ucap Alfi.


"Kau jangan membantah kau mau kemana, jangan banyak alasan," ujar Sarah.


"Dia akan pergi bersama ku," ucap Riga.


"Riga." Sarah cukup terkejut mendengar hal itu.


"Ayo," ucap Riga.


"Makan di luar," jawab Riga.


Sarah dan Selena tidak menyangka Alfi dan Riga terlihat cukup dekat. Mereka pikir apa yang di katakan Alfi kebohongan, ternyata tidak sama sekali dengan mata kepala mereka sendiri, mereka berdua melihat semua nya.


"Apa benar hal itu terjadi," kata Selena.


"Tante tidak pernah tau jika Riga sudah dekat dengan nya, ini pertama kali nya Riga keluar bersama wanita."


"Kemana dia tan," tanya Selena.


"Biasa kalau weekend dan dia keluar pasti dia olahraga golf, itu salah satu hobi nya," jawab sarah.


Alfi melihat Riga dalam penampilan yang berbeda, ia terlihat lebih fresh dari bisanya. Dari pakaian yang Riga pakai Alfi yakin Riga akan membawa nya ke tempat olahraga.

__ADS_1


"Saya bisa request makanan," kata Alfi.


"Hmmmm," gumam Riga.


"Saya ingin makan bakso," kata Alfi.


"Hmmmm," gumam Riga.


Alfi tersenyum saat Riga membelokan mobil nya ke arah warung bakso, tetapi senyuman nya hilang seketika karena Riga tidak berhenti di depan warung bakso itu. Riga berhenti di restoran Jepang di samping warung bakso itu.


"Jika ingin makan, makan lah sendiri, bayar sendiri." Riga turun meninggalkan Alfi.


"Ah dia sangat menyebalkan," ucap Alfi yang terpaksa ikut dengan Riga, ia tidak membawa uang untuk makan sendiri di warung Bakso itu.


Nathan juga sudah bersiap-siap untuk pergi menemui Riga, Riga mengajak nya bermain golf bersama. Karena Nathan sangat gabut di rumah mamah nya, dengan senang hati ia mengiyakan ajakan Riga.


"Mau kemana," tanya Marvin.


"Aku ingin pergi," jawab Nathan.


"Hey aku tau kau mau pergi, tapi mau kemana," ucap Marvin.


"Aku ingin pergi bermain golf bersama dengan Riga," kata Nathan.


"Nathan kau tidak bisa berkata lebih sopan padaku, aku tidak ada masalah dengan mu."


"Itu menurutmu, tidak untuk ku, semenjak kau datang hidup ku terasa sangat rumit sekali." Nathan pergi meninggalkan Marvin.


Hubungan mereka berdua tidak sebaik dulu lagi, kenapa bisa seperti itu? sudah tentu karena pemikiran Nathan sendiri, di tambah dengan komporan buruk dari teman temannya. Nathan menjadi Jauh lebih buruk dari sebelumnya.


"Aku tidak tau apa salah ku," batin Marvin, ia cukup lelah dengan sikap Nathan yang sangat buruk pada nya.

__ADS_1


__ADS_2