
Setelah melihat momen yang sangat menyenangkan itu. Riga kembali masuk ke dalam kamar nya, ia sangat senang mendapatkan banyak ilmu dari Ayah nya, ilmu nya itu benar-benar sangat bermanfaat untuk nya di masa akan datang.
Keesokan harinya, seperti yang di rencanakan mereka akan pulang malam ini. Sebelum pulang mereka memutuskan untuk membeli oleh oleh terlebih dahulu, ntah kenapa Riga mengingat orang di rumah nya, biasa nya ia tidak pernah membawakan sesuatu untuk orang rumah nya.
"Kita pergi dengan siapa mas," tanya Alfi.
"Dengan Nathan," jawab Riga.
"Oh dia juga ikut kamu sudah bilang ayah mu kalau kita mau pulang," tanya Alfi.
"Belum, tadi malam aku mau bilang tapi, aku malah melihat mereka bertempur, jadi aku tak jadi bilang," jawab Riga.
"Bertempur?"
"Iya sayang, kamu tau ayah ku sangat keren sekali, dia bisa sekali tiga sekaligus, bukan nya hal itu sangat luar biasa," kata Riga.
Otak Alfi langsung traveling kemana-mana, Riga mengatakan nya dengan sangat gamblang padahal hal itu tidak pantas untuk di katakan langsung. Nama nya juga sudah budak cinta, mau bagaimana pun mulut Riga sudah sulit untuk di kontrol.
"Sudah ah jangan membahas nya," kata Alfi.
"Hahaha kenapa, kamu ingin tidak aku seperti ayah," tanya Riga.
__ADS_1
"Tidak mau, kamu sangat mengerikan," jawab Alfi.
"Hahaha tidak sayang, ayo mau tidak sayang," tanya Riga.
"Tidak mau mas, nanti saja lah jangan tiap hari anu anu sakit tau, ya maksimal 2 hari sekali," jawab Alfi.
"Ah tidak bisa, aku mau nya setiap malam, sudah ayo kita pergi, kamu siap siap lah dulu, aku ingin bertemu ayah." Riga pergi meninggalkan Alfi di kamar itu. Alfi tersenyum melihat tingkah suami nya, Dari pertama bertemu sampai sekarang Riga banyak sekali mengalami perubahan, dari cuek dan sangat pemarah sampai bucin seperti ini. Kalau di ingat ingat memang terasa lucu juga.
Riga berjalan masuk ke dalam kamar ayah nya. Di sana hanya ada Varo yang masih tertidur dengan pulas, terlihat betul jika Varo benar-benar kelelahan. Riga melompat naik ke atas kasur yang membuat Varo terkejut.
"Kau ya," ucap Varo.
"Kau menonton nya, dasar anak aneh, masak ayah nya lagi berjatah kau melihat nya," ucap Varo.
"Iya aku serius yah, ayah sangat hebat dan keren. Eak eak." Riga memberikan beberapa contoh bagaimana keren nya Varo tadi malam.
"Hahaha kau gila.".
"Bagaimana mungkin ayah bisa seperti itu, tangan anu, mulut bekerja semua nya," tanya Riga.
"Hahaha diam lah, pertanyaan mu sangat vulgar," jawab Varo.
__ADS_1
"Hahaha burung ayah besar sekali, lebih besar dari milik ku," kata Riga.
"Punya mu terlalu standar, nanti ayah kasih obatnya," ucap Varo.
"Ayah tau milik ku?"
"Tau lah, aku bahkan melihat cara mu bermain, kau sangat lemah," kata Varo
"Hoo tapi sekarang sudah dapat ilmu dari mu."
"Oh iya yah, nanti malam aku mau pulang, Nathan ada kesibukan aku naik jet pribadi nya, jadi aku harus ikut pulang," kata Riga.
"Kau tinggal lah dulu, kenapa kau harus terburu buru si," tanya Varo.
"Ayah aku datang dengan nya, jadi aku harus pulang dengan nya juga," jawab Riga.
"Aku mau ayah ikut dengan ku, aku tidak mau tau, kalau ayah tidak pulang dengan ku, aku tidak mau datang kembali ke sini, aku marah pada mu."
"Kau ya bisa saja mengancam ku, kau anak ku satu satu nya, aku tidak mungkin tidak bertemu dengan mu lagi, oke aku ikut tapi aku membawa tiga istri ku."
"Yes, oke tidak masalah, aku sangat senang. Oh iya kan mamah tidak bisa punya anak, kenapa ayah tidak menikah lagi untuk mendapatkan anak," tanya Riga.
__ADS_1