
Sesampainya di rumah mereka bertiga terkejut melihat Pactrik yang sudah ada di sana. Hubungan Alvaro dan Pactrik memang masih baik baik saja, tetapi karena Alvaro sudah tau semua nya, pasti ada rasa canggung di antara mereka berdua. Berbeda dengan Ivan yang sudah seperti tidak menganggap Pactrik sebagai sepupu nya lagi. Rasa kesal dan marah masih ganjal di dalam hati nya.
Mereka berdua saja merasa tidak nyaman, bagaimana dengan Melanie, ia sangat tidak nyaman dengan kedatangan Pactrik. Ia takut semuanya akan terbongkar. Tida dengan Pactrik yang lebih santai, ia pikir Alvaro belum tau semua nya, dan Melanie masih bisa ia dapatkan.
"Kalian sudah datang," ucap Riga.
"Aku lelah bang, aku ingin istirahat." Dari pada suasana hati nya semakin tidak baik, Ivan memilih pergi dari tempat itu.
Alvaro mendekati Pactrik dan Riga, ia duduk di antara mereka berdua, Alvaro sudah biasa memasang wajah baik baik saja, padahal ia cukup kesal dengan apa yang di lakukan Pactrik pada Melanie malam itu.
"Bagaimana kuliah mu," tanya Alvaro.
"Sangat baik al, bagaimana dengan mu...?"
"Ya begitu lah, aku sedang mengambil cuti," ucap Alvaro.
"Semangat al, sebentar lagi jangan berhenti di tengah jalan."
Alvaro tersenyum kecil, ia merasa hebat bisa berdamai dengan perasaan nya. "Tidak akan, aku sedang fokus dengan pernikahan ku, pernikahan ku yang terbaik untuk saat ini'."
Melanie melirik kearah Alvaro. "Dia bisa berkata seperti itu," batin Melanie.
Riga dan Roger saling melirik, mereka merasa seperti nya ada yang sedang tidak baik baik saja.
__ADS_1
Vino mengerutkan dahi nya. "Kalian tidak papa kan?"
Pactrik dan Alvaro kompak tersenyum.
"Tidak." ucap mereka berdua.
"Alvaro apa kau ada masalah dengan ku?"
Alvaro menepuk pelan punggung Pactrik. "Apa kau pernah berbuat sesuatu yang membuat ku marah pada mu? tidak ada kan? ya berarti tidak ada masalah."
"Sudah sudah, kita bahas tujuan aku dan Pactrik datang," ujar Roger.
"Apa paman," tanya Alvaro.
"Kalian akan mengerjakan sesuatu di Bali, aku ingin kalian berdua pergi bersama," jawab Roger.
"Iya benar, kau kan lagi belajar bekerja. Nah aku ingin mengirim mu ke sena sebagai perwakilan perusahaan," kata Riga.
"Aku si setuju saja," ucap Pactrik.
"Bagaimana dengan mu al," tanya Roger.
"Ya aku akan setuju jika istri ku boleh ikut, hitung hitung sekaligus honeymoon," jawab Alvaro.
__ADS_1
"Tidak papa, ikut saja," kata Roger.
"Bagaimana sayang kamu mau kan, jangan menolak ku." Tatapan Alvaro ke Melanie benar-benar tajam, pertanda Melanie harus ikut dengan nya.
Riga mengusap wajah Alvaro. Riga berpikir tatapan Alvaro membuat Melanie takut.
"Daddy," ucap Alvaro.
"Untung tidak aku colok."
"Iya mas aku ikut," kata Melanie.
"Nah begitu bagus," ucap Alvaro.
Mereka semua sudah selesai membahas kepergian Alvaro, Pactrik dan Melanie ke Bali. Satu persatu dari mereka kembali melakukan aktivitas masing-masing.
Hanya Alvaro dan Riga yang tersisa di ruangan itu.
"Daddy, kan aku ingin mencoba daddy belakang, tapi tidak bisa masuk dad, susah sekali," kata Alvaro.
"Ha!! apa apa, coba ulangi lagi," ucap Riga.
"Dad..."
__ADS_1
"Hahaha tidak aku hanya tida menyangka saja, si manja seperti mu sudah mulai membuat anak, hahaha bagaimana mungkin bisa," kata Riga.
"Ya bisa aku punya burung," ucap Alvaro.