
"Iya kau kenapa," tanya Riga.
"Nama istri ku juga Putri," jawab Roger.
"Ya terus emang nama Putri hanya istri mu saja," kata Riga.
"Dimana kau bertemu dengan nya," tanya Roger.
"Di sebuah pantai kota kecil," jawab Riga.
"Oh tidak mungkin dia istri ku, rumah nya saja beda pulau," kata Roger.
"Roger, aku seperti pernah mendengar nama nya." Aldy berusaha mengingat nama Roger, dan benar saja Putri pernah mengatakan nama itu.
"Riga apa ada hal lain yang ingin kau sampaikan," tanya Aldy.
"Tidak ada," jawab Riga.
"Kau harus pergi, maaf ya. Aku sangat buru buru ada hal yang sangat penting yang harus aku kerjakan," ucap Aldy dan langsung pergi begitu saja.
"Tidak ini tidak mungkin, dia milik ku, aku tidak mau melepaskan nya," batin Aldy.
"Ada apa dengan nya, kenapa terburu buru seperti itu," kata Roger.
"Mungkin saja memang ada hal yang sangat penting, aku sangat mengenal nya, dia memang seperti itu," ujar Riga.
Sesampainya di rumah, Aldy langsung berlari masuk ke dalam kamar. Ia naik ke atas kasur dan memeluk Putri dengan erat.
"Sayang kamu mengejutkan ku," ucap Putri.
"Kamu janji tidak akan meninggalkan ku," tanya Aldy.
"Aku tidak akan meninggalkan mu, yang mungkin meninggalkan ku itu kamu."
"Sayang kamu pernah mengatakan nama Roger bukan," tanya Aldy.
"Iya, ada apa?"
"Jujur pada ku siapa Roger," tanya Aldy, Aldy berharap Putri tidak mengingat Roger lagi.
"Tidak tau, aku kemarin hanya reflek mengatakan nama nya," jawab Putri.
"Kamu yakin sayang," tanya Roger.
"Iya, ada apa si," tanya Putri kembali.
"Tidak ada, kamu sudah enakan, sudah tidak sakit lagi." Aldy menciumi wajah Putri dengan cinta.
Putri melihat sebuah tanda di leher Aldy, ia menyingkirkan kera baju Aldy untuk melihat tanda itu dengan jelas.
__ADS_1
"Sayang itu apa," tanya Putri.
"Oh ini, ini hanya gigitan nyamuk," jawab Aldy.
"Kamu yakin hanya gigitan nyamuk," tanya Putri.
"Katakan siapa yang bisa membuat tanda seperti ini jika bukan nyamuk, kamu mungkin."
"Aku mana pernah, kamu yang memberikan tanda itu," kata Putri.
"Jawab pertanyaan ku tadi, kamu sudah baik baik saja sayang," tanya Aldy.
"Iya aku sudah baik baik saja, tadi aku hanya pusing saja," jawab Putri.
"Kamu yakin hanya pusing saja," tanya Aldy.
"Iya sayang, kamu tidak percaya pada ku?"
"Hahaha aku percaya kok, atau kamu sedang hamil anak ku."
"Mana mungkin, sudah ah jangan memikirkan. Sekarang mana bakso yang aku minta," tanya Putri.
"Oh iya aku lupa," jawab Aldy sambil tersenyum pada Putri.
"Aku tida menerima alasan apapun, belikan aku sayang," rengek Putri.
"Ya ya ya aku membeli bakso dulu, kamu siap siap ya," kata Aldy.
"Melayani ku dengan penuh gairah," ucap Aldy sambil pergi meninggalkan kamar itu.
"Dia tau dari mana tentang Roger, apa dia bertemu dengan nya," batin Putri.
Putri kembali membuka akun instagram nya, terlihat pesan spam dari Roger. Jujur ia sangat penasaran dengan Roger yang mengaku suaminya. Walaupun memang ia sudah mengingat semua nya, Roger memang suami di masa lalu nya. Ia hanya tidak tau kenapa mereka berdua bisa berpisah.
"Jika aku ingin tau semua nya aku harus bertemu dengan nya, jangan sampai dia hanya mengaku kalau dia masih suami ku, bisa jadi kami berdua sudah berpisah."
"Aku ingin kita bertemu." Putri mengirimkan DM ke Roger.
Roger yang kebetulan memegang handphone sangat terkejut mendapatkan pesan ini.
"Dimana, kamu dimana," tanya Roger.
"Aku tinggal di pusat kota, besok kita bertemu di mall xxx." Putri hanya tau tempat itu, jadi ia mengajak Roger bertemu di tempat itu.
Roger memeriksa tempat itu di google maps. Dan ternyata tempat itu tidak lah jauh Riga.
"Oke jam 10 pagi."
"Jika kita belum berpisah, bawa bukti pernikahan kita."
__ADS_1
Putri kembali keluar dari akun itu, ia tidak mau Aldy membacanya. Ia berharap semua yang ia lakukan adalah hal yang benar.
"Jika aku masih resmi istri nya, berarti dia yang memiliki hak penuh atas diri ku. Pernikahan ku dengan Aldy tidak lah resmi secara hukum," batin Putri.
Roger benar-benar senang Putri mau bertemu dengan nya. Ini seperti mimpi di siang bolong bagi nya. Ia sangat berharap jika Putri belum menceraikan nya dan mereka berdua dapat hidup dengan bahaya.
"Aku sangat senang sekali," teriak Roger.
"Hey kau kenapa berteriak seperti itu," tanya Riga.
"Hahaha tidak ada, ada apa tiba tiba masuk," tanya Roger.
"Aku ingin mengajak mu bertemu dengan seorang wanita, malam ini," jawab Riga.
"Wah wah boleh tu," kata Roger.
"Ya jelas boleh lah, hahaha kau pasti sudah tidak sabar kan bertemu dengan wanita yang aku maksud, Aku berikan kisi kisi tentang wanita itu. Dia cantik, cukup seksi, bekerja di perusahaan kakek Alfi. Dan tentu saja singel," ucap Riga.
"Hmmmm masih gadis kan," tanya Roger.
"Hahaha ya jelas dong," jawab Riga.
Malam hari nya sesuai dengan rencana mereka berdua, mereka pergi ke sebuah kafe untuk bertemu dengan wanita itu. Aldy sangat penasaran dengan wanita itu, mana tau ini bisa menjadi haluan nya jika Putri sudah menceraikan nya. Tetapi sudah pasti Roger masih sangat berharap dengan Putri.
Tiffany gadis cantik sepupu jauh Alfi. Usia nya sudah menginjak umur 25 tahun terapi ia masih enggan untuk menikah. Belum ada pria yang berhasil mengikat perhatian nya.
"Itu Riga, wah suami Alfi memang wow," ucap Tiffany.
"Tiffany," tanya Riga.
"Iya," jawab nya dengan senyuman.
"Wanita ini, ah aku seperti mengenal nya," batin Roger.
"Kau," ucap Tiffany sambil menunjuk Roger.
"Kita saling kenal kan," tanya Roger.
"Masih tanya, kau abang kelas ku, kau yang membuly ku, kau yang membuat ku pindah sekolah," ucap Tiffany dengan penuh emosi.
"Mampusss aku salah mengenalkan orang," ucap Riga.
"Tiffany kau." Roger langsung kikuk. Ia bertemu dengan orang yang paling ia hindari.
Memang kenakalan nya dulu membuat orang menderita.
"Sudah sudah itu kan masa lalu, jangan membahas nya di sini," kata Riga yang berusaha menjadi penengah untuk mereka berdua.
"Hahaha aku tidak mau dengan nya," kata Tiffany
__ADS_1
"Maaf, itu masa lalu kita, untuk apa di bahas sekarang."
"Roger benar, lebih baik kita duduk bersama berbicara dari hati ke hati," ucap Riga.