Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 34 S2


__ADS_3

"Kapan, terus jangan berhenti, ahhh..."


"Setelah kau selesai." Riga mematikan sambungan telepon itu, ia sangat tidak bisa mendengar hal seperti itu, ia jadi ingin melakukan juga, adik nya saja perlahan bangun.


"Sudah," ucap Riga sambil menyerahkan handphone nya pada Varo.


"Otak mu mesum terus ya," kata Varo.


"Bagaimana dia tidak bangun, Aldy mengangkat telepon ku saat sedang mendapatkan jatah," ucap Riga.


"Hahaha, ada teman mu tu, cus coblos," kata Varo.


Mereka berdua kompak saling melihat, sontak bergidik ngeri dan membuang muka. Adik Riga juga langsung tidur kembali.


"Najis," ucap mereka berdua secara kompak.


Ditempat lain, Aldy dan Karina telah selesai melakukan pertempuran panjang, seperti yang Karina rencanakan obat itu juga semakin membuat stamina Aldy semakin kuat.


"Hanya sedikit, berarti dia habis melakukan nya, dengan siapa???" satu pertanyaan yang tersimpan di otak Karina.


"Minggir." Aldy menyingkirkan Karina dari atas tubuh nya.


Sambil mengatur nafas nya Aldy pergi berjalan ke arah kamar mandi, ia ingin membersihkan diri nya sebelum pergi ke rumah Riga.


"Istri mana yang harus aku bawa. Putri atau Karina, jika Karina juga tidak mungkin, Riga pasti akan tau. Tapi bagaimana aku bisa keluar rumah tanpa membawa nya," batin Aldy.


Aldy yakin jika ia tidak membawa Karina pergi pasti ayah nya tidak akan memberikan nya izin keluar. Setelah selesai mandi dan memakai baju, Aldy langsung keluar untuk bertemu ayah nya, dari balkon tadi Aldy sudah melihat pintu pagar di kunci beberapa lapis. Hal itu sudah menandakan ia tidak boleh kemana-mana.


"Ayah aku ingin minta izin pergi," ucap Aldy.


"Kau mau kemana lagi," tanya Lucas.


"Kali ini aki tidak berbohong, aku ke rumah Riga, ayah nya meminta ku untuk datang. Riga meminta ku datang bersama istri ku tetapi Karina sedang kelelahan setelah melayani ku, ayah tau sendiri kan bagaimana cara ku bermain," jawab Aldy. Aldy tidak menyangka bibir nya bisa mengatakan hal itu, padahal ia tidak merencanakan nya sedikit pun.


"Bagus cepat berikan aku cucu, gempur terus istri mu, kau kan hiper kenapa tidak setiap hari saja. Enak enak saja harus di berikan obat."


"Ya ya ya, jadi aku boleh pergi," tanya Aldy.


"Aku lihat dulu istri mu, jangan sampai kau berbohong."


"Ayah aku anak mu loh, kau tidak percaya pada ku, ya meskipun aku sering berbohong tapi kali ini tidak. Ayah ingin melihat istri ku yakin naked," tanya Aldy.


Lucas mengambil handphone nya agar satpam rumah membuka gerbang.

__ADS_1


"Jam 10 harus sudah di rumah, nanti malam gempur lagi dia, aku ingin satu bulan ini dia sudah isi anak mu," kata Lucas.


"Iya." Aldy langsung pergi meninggalkan rumah.


"Jam 10 pagi kan," ucap Aldy sambil tertawa.


Sebelum menjemput Putri. Aldy menghubungi Putri terlebih dahulu, ia ingin agar Putri bersiap siap terlebih dahulu.


"Halo sayang kamu sedang apa," tanya Aldy.


"Aku sedang istirahat, tidak enak badan," jawab Putri.


"Tidak enak badan bagaimana sayang," tanya Aldy yang mulai khawatir.


"Ntalah kepala ku pusing sekali, tubuh ku lemas, kamu dimana sudah mau pulang ke rumah," tanya Putri.


"Aku ingin menjemput mu, tapi kalau kamu sakit aku pulang saja lah."


"Emang mau kemana," tanya Putri.


"Ke rumah Riga," jawab Aldy.


"Ya sudah kamu pergi saja ke sana, pasti ada hal penting kan, aku titip salam saja pada nya."


"Iya kamu pergi saja, jangan pulang dulu, nanti setelah dari rumah Riga baru kamu pulang, bawakan aku bakso ya, aku lagi ingin makan bakso," ucap Putri.


"Ya sudah aku ke rumah Riga, kamu jangan bergerak kemana-mana, jangan lelah, aku akan segera pulang setelah dari rumah Riga," kata Aldy,


Aldy memutar balik mobil nya, rumah Riga dengan rumah nya berlawan arah. Sesampainya di rumah Riga karena sudah terbiasa Aldy langsung masuk ke dalam, ia sudah menganggap rumah Riga sebagai rumah nya sendiri.


"Riga," teriak Aldy.


"Kolam renang," teriak Riga.


Tiga orang pria sedang berjemur di kursi pinggir kolam renang. Aldy mengenal dua orang pria yaitu Riga dan Varo tetapi tidak dengan pria berkulit coklat. Ia sama sekali tidak mengenal nya


"Ada apa ga," tanya Aldy.


"Duduk lah dulu, habis mendapatkan jatah kok terburu-buru seperti itu."


"Kau ya, ada apa kau menganggu ku tau tidak," kata Aldy.


"Hahaha ada yang ayah ku ingin katakan, tapi aku saja yang mewakilkan."

__ADS_1


"Kata ayah ku perusahaan mu mau mundur dalam kerja sama penting ini, aku mah bodoh amat. Tapi bagaimana dengan perusahaan lainnya, mereka akan rugi trilyunan," kata Riga.


"Aku tidak tau kalau itu, ah pasti ini ulah ayah karena aku sering berbohong pada nya. Tunggu sebenar," ucap Aldy sambil menghubungi ayah nya.


"Halo al ada apa?"


"Ayah kenapa mengambil keputusan sepihak, ayah ingin mundur dari kerja sama antar perusahaan"


"Hahaha itu ancaman untuk mu, kau selalu berbohong pada ku. Rasakan Riga dan ayah nya marah pada mu, jika kau tidak berbuat ulah lagi semua kerja sama akan tetap lanjut." Lucas mematikan sambungan telepon itu.


Aldy membuang nafas nya dengan kasar, saat ini ia sebagai tumbuhan semua perusahaan. Jika ia berbuat kesalahan semua perusahaan yang sedang bekerja sama akan rugi besar dan ia tidak mau hal itu sampai terjadi.


"Kau jangan membuat masalah al, kau jangan bodoh."


"Iya paman maafkan aku, beberapa hari terakhir aku sering membuat masalah," kata Aldy.


"Itu lah kau sudah mendapatkan istri masih saja membuat masalah, sampai kapan kau akan membuat masalah. Jangan sampai aku potong burung mu," ucap Riga.


"Iya iya, tu siapa, bestie baru mu," tanya Aldy.


"Dia Roger, ya dia teman ku. Roger dia Aldy baru menikah masih hot hot nya, tidak seperti mu setelah menikah langsung di tinggal," ucap Riga.


"Kau ya, bisa bisa nya mengulik nya."


"Dimana istri mu," tanya Riga.


"Istri ku, sedang tidak enak badan, mungkin dia habis aku gempur," jawab Aldy.


"Sedang sakit masih saja, kau memang sangat gila."


"Bukan urusan mu, aku yang gila kau yang heboh," ucap Aldy.


"Hey aku yang menemukan nya, dan kau mengatakan aku terlalu ikut campur, dasar cabul."


"Ya ya ya, terimakasih telah menemukan istri yang baik untuk ku," ucap Aldy.


"Hahaha dengan tidak sengaja."


"Siapa nama istri mu," tanya Roger.


"Hmmm Putri," jawab Aldy.


"Putri!!!!" Roger cukup terkejut mendengar nya.

__ADS_1


__ADS_2