Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 73


__ADS_3

"Hadeh." Alfi hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar, ia tidak pernah tau bagaimana perubahan seseorang. Riga benar-benar sudah jauh berubah dari nya.


"Sayang," ucap Alfi.


"Ciee yang memanggilku sayang," kata Riga.


"Aku salah berbicara, terimakasih makanan nya, ini sangat enak. Jika di lihat lihat kamu itu mirip dengan teman kecil ku dulu," kata Alfi.


"Teman kecil mu dulu," tanya Riga.


"Iya kamu sangat mirip dengan nya, aku tidak berbohong," jawab Alfi.


"Siapa teman masa kecil mu dulu, kamu tidak pernah bercerita jika kamu ada teman masa kecil," tanya Riga.


Riga jadi teringat dengan wanita di masa lalu nya, ia yang awal nya melupakan wanita itu jadi langsung mengingat nya. Riga berharap orang yang Alfi maksud benar diri nya sendiri.


"Adalah, aku tidak mau mengingat nya lagi, toh kami juga sudah lama tidak bertemu dan hanya bertemu sebentar, jadi aku tidak tau banyak tentang nya."


"Kenapa kamu mengatakan dia mirip dengan ku, wajah ku ini sangat sulit untuk di mirip kan oleh seseorang."

__ADS_1


Alfi kembali menatap wajah Riga, ia terus mengingat teman kecil di masa lalu nya. Sayang nya ia tidak tau siapa nama teman nya itu. Jadi ia cukup sulit memberitahu Riga.


"Ya hanya sekilas saja," kata Alfi.


"Alfi kamu tau aku sangat berharap kamu itu teman di masa kecil ku, aku pernah bertemu dengan seseorang wanita saat aku kecil dulu. Wanita yang menyelamatkan hidup ku, kami bertemu sebentar tetapi menciptakan sesuatu yang luar biasa di hati ku. Aku ingin sekali bertemu dengan nya tetapi sangat sulit mencari nya tanpa tau siapa nama dan alamat rumah nya."


"Tunggu dulu, cerita kamu agak mirip dengan ku. Aku juga bertemu dengan nya karena dia di culik dan aku serta paman ku yang menemukan nya."


"Apakah kamu benar?" tanya Riga, ia tersenyum lebar semua nya seperti terbongkar dengan perlahan.


"Apa anak itu terluka di bagian paha atas nya," tanya Riga.


Dengan cepat Riga bangkit dari tempat nya, ia langsung menurun kan celana nya untuk memperlihatkan sesuatu pada Alfi. Alfi sangat terkejut dengan apa yang Riga lakukan, apalagi melihat junior Riga yang masih tidur.


"Riga apa yang kamu lakukan," tanya Alfi.


"Lihat, ini bekas luka yang kamu maksud," tanya Alfi.


Alfi menyentuh bekas luka itu, ia rasa memang mirip dengan teman kecil nya itu. Tetapi Alfi masih tidak percaya begitu saja, teman nya itu tidak menjengkelkan seperti Riga.

__ADS_1


"Lihat apa anak ini?" Riga menunjukan foto masa kecil di handphone nya.


"Riga, itu kamu, bagaimana bisa," tanya Alfi.


"Jadi benar, sayang ahhkkkkkkk." Riga menarik Alfi dan langsung menggendong Alfi, ia benar-benar sangat senang dan bahagia setelah mengetahui semua nya. Wanita yang ia cari adalah teman nya sendiri.


"Sayang, aku semakin mencintaimu, aku sangat senang aku tidak salah memilih istri," teriak Riga.


Alfi hanya tersenyum melihat Riga yang terlihat sangat senang, ia juga senang bisa bertemu lagi dengan teman kecil nya itu, kalau begini dunia terasa cukup sempit.


"Sayang, sudah aku kenyang," kata Alfi.


Riga menurunkan Alfi dari gendongannya. Mata nya tepat di depan junior Riga yang setengah bangun.


"Ayo tangan kamu," kata Riga.


"Tidak mau," tolak Alfi.


"Kamu menolak suami mu, apa kamu lupa itu adalah kewajiban mu," kata Riga.

__ADS_1


Riga mengarahkan tangan Alfi ke tempat nya itu, ia tidak ingin ada rasa jijik di antara mereka berdua. Seperti pada diri nya yang sama sekali tidak jijik pada seluruh tubuh Alfi.


__ADS_2