Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 44


__ADS_3

Alfi merasa terhina saat Riga mengatakan hal itu, ia seperti tidak ada data tarik nya di depan seorang pria. Dengan wajah yang kesal Alfi pergi meninggalkan Riga terlebih dahulu. Riga yang di tinggalkan Alfi dengan wajah yang seperti itu sedikit merasa bersalah. Setelah adik nya kembali tidur, Riga memakai pakaian lengkap dan pergi menyusul Alfi.


Di ruang makan sudah ada Warsa dan yang lainnya. Kedatangan Alfi sendiri membuat mereka semua menebak yang tidak tidak. Selena dan Sarah ingin mereka berdua berseteru, agar mereka bisa memisahkan berdua.


"Mana Riga," tanya Warsa.


"Di kamar kek," jawab Alfi.


"Aku di sini, kenapa kau meninggalkan ku," tanya Riga.


"Alfi jangan meninggalkan suami mu ini, nanti di culik orang bagaimana?"


"Biar saja kek, orang pun malas menculiknya, perkataan nya sangat menyakitkan," kata Alfi.


"Oh ada yang sedang marah, Riga jangan sampai kau tidur di luar. Ajak istri mau makan di luar," ucap Warsa.


"Ayo," kata Riga.


"Kemana, malas," ucap Alfi.


"Ayo." Riga menarik tangan Alfi.


"Tunggu, jangan memasak ku seperti ini." Dengan terpaksa Alfi mengikuti langkah kaki Riga.

__ADS_1


Riga membawa Alfi ke mobil sport nya, mobil ini sangat jarang ia pakai karena hanya bisa di pakai untuk dua orang saja, hal itu cukup menyulitkan jika ingin memakai ke kantor.


"Masuk," ucap Riga.


"Kita mau kemana, aku belum make up," kata Alfi.


"Tidak perlu make up, kau sudah cantik," ucap Riga.


Sambil melirik ke arah Riga, Alfi masuk ke dalam mobil. Dari mimik wajah nya Riga seperti serius mengatakan diri nya cantik.


"Apa benar dia mengatakan hal itu pada ku," batin Alfi.


Riga membawa nya pergi meninggalkan rumah. Ntah kemana Riga membawa mobil ini, Alfi sama sekali tidak tau. Ia hanya diam sambil sesekali melirik ke arah Riga yang sangat fokus menyetir.


"Aku juga gak tau, kemana ya enak nya," jawab Riga.


"Aneh membawa ku pergi tapi tidak tau mau kemana," kata Alfi.


"Kakek meminta ku untuk membawa mu pergi, bagaimana kalau kita menginap di hotel," ucap Riga.


"Aku lapar makan dulu saja, tapi jangan di restoran, bagaimana kalau malam di pinggir jalan," kata Alfi.


Riga mengerutkan dahi nya, ia pernah makan di pinggir jalan tapi saat kecil, itu pun ia mendapatkan kenangan yang kurang baik.

__ADS_1


"Kenapa," tanya Alfi.


"Aku memiliki kenangan yang kurang baik saat makan di pinggir jalan," jawab Riga.


"Kenapa? apa ada hal yang membuat mu trauma, sampai mimpi buruk?" Alfi berpikir jika mengigau yang Riga alami tadi ada sangkut paut nya.


"Dulu saat aku kecil aku di ajak makan di warung pinggir jalan oleh kakek ku. Nah saat sedang asik makan seekor cicak melompat ke makanan nya, setelah makanan itu habis baru aku sadar jika sudah ada cicak mati di dalam makanan ku."


Alfi tertawa saat mendengar cerita dari Riga, apa yang Riga memang sangat menggelitik perut nya.


"Hahaha kau sangat ngakak," ucap Alfi.


"Ya puaskan lah kau tertawa," kata Riga sambil tersenyum. Hati nya terasa sangat senang melihat Alfi tertawa dengan sangat lepas.


"Jadi kita tetap makan di pinggir jalan," tanya Riga.


"Jadi lah, kita makan di tempat yang enak," jawab Alfi.


Riga menghentikan mobil nya di dekat warung pinggir jalan sesuai dengan permintaan Alfi. Ia mengikuti saja apa yang Alfi katakan.


"Tidak ada cicak lagi kan," tanya Riga.


"Tidak akan ada, sudah ayo turun," jawab Alfi.

__ADS_1


__ADS_2