
"Kau wangi sekali," kata Riga.
"Aku memang mempunyai aroma khas," ucap Alfi sambil menatap ke arah Riga. Semakin lama di perhatikan, Riga benar-benar sangat tampan, tidak ada yang bisa mengalahkan ketampanan seorang Riga saat ini.
"Aku memang tampan, jangan menatap ku seperti itu," kata Riga.
"Riga kenapa kau tidak mencari wanita yang sepadan dengan mu. Maksud ku, kau sangat tampan dan kaya raya, pasti banyak wanita berkelas yang mau dengan mu, kenapa kau repot repot pergi ke desa untuk menjemput ku."
"Karena aku mencintaimu, itu satu jawaban yang sangat tepat. Jika aku tidak mencintai mu, tidak mungkin aku rela ke desa menurun kan harga diri ku."
"Cinta ku tidak murah Alfi, jangan kecewakan cinta ku, kau tau kan bagaimana aku." Riga benar-benar mengatakan hal itu dengan sangat serius.
"Kau galak sekali Riga, aku tidak tau ah." Alfi membuang arah pandang nya.
"Yang harus kau tau sayang. Pertama aku tidak suka barang ku di sentuh orang lain, berarti kau tidak boleh dekat dengan pria mana pun termasuk orang yang aku kenal. Kau tidak boleh bertemu dengan siapapun tanpa seizin ku, kau tidak boleh berbicara dengan orang asing yang tidak aku kenal meskipun kau mengenal nya dan kau harus mengatakan pada teman teman ku kalau kau istri Riga."
"Riga kau membuat ku tidak bisa bergerak," kata Alfi.
__ADS_1
"Jika aku tidak bisa mendapatkan mu, maka semua orang tidak akan bisa mendapatkan mu juga," ucap Riga.
Alfi benar-benar bergidik ngerih mendengar hal itu, ia tau Riga tidak main main dengan perkataan nya. Ia terjebak dalam cinta seseorang yang sangat posesif.
"Kau takut Alfi, untuk apa kau takut? tidak ada yang perlu kau takuti." Riga mendekati bibir Alfi dan mencium nya dengan lembut.
Tidak ada balasan dari Alfi, ia masih terbayang-bayang dengan ucapan dari Riga. Ia dan Daniel saat ini cukup dekat, ia bingung bagaimana cara menjelaskan hal ini pada Daniel. Pasti akan terasa sangat sulit untuk nya. Riga merasa kesal karena Alfi tidak membalas nya. Yang awal nya ha hanya ingin ciuman berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk Riga.
Riga merangkak naik ke atas tubuh Alfi, Alfi baru sadar akan hal itu saat Riga sudah berada di atas tubuh nya.
"Mau kau, kenapa kau tidak membalas ciuman ku," jawab Riga.
Riga kembali melancarkan serangan nya. Kali ini Alfi juga tidak bisa menolak Riga, ia hanya diam membiarkan Riga mengexplore tubuh nya. Beberapa tanda juga Riga berikan di tubuh Alfi. Yang awak nya hanya diam berubah jadi panas seketika saat Riga mulai serius, akhirnya Alfi tidak bisa menolak rasa nikmat itu lagi, ia juga ambil peran dalam hal yang menyenangkan itu.
Mata nya kembali terbuka saat benda besar kembali masuk ke dalam sana. Rasa nya masih sangat sakit dan perih, bagaimana tidak ia harus beradaptasi dengan sesuatu yang jauh dari ukuran yang sebenarnya.
"Riga." Alfi memeluk Riga saat semua nya sudah masuk ke dalam.
__ADS_1
"Enak sayang, ah."
"Ah sayang terus ahhhh." ******* Alfi membuat Riga semakin bersemangat.
Sore hari nya, setelah pertempuran panjang itu. Mereka berdua kembali ke kapal, tidak jadi berkemah karena semua nya basah. Alfi dan Riga kembali mandi sebelum memakai pakaian.
"Kita jadi mancing kan," tanya Riga.
"Jadi, tapi dimana?"
"Di kapal saja, sudah tidak sakit sayang." Riga mengusap perut istri nya yang masih terekspos.
"Masih, tadi juga berdarah, seperti nya ada yang luka," kata Alfi.
"Maafkan aku," Riga benar-benar sangat merasa bersalah, ia tidak tau kaganasan nya membuat milik istri nya terluka, tadi mereka berdua berhenti di tengah jalan karena Alfi menangis dan berteriak merasakan sakit di bagian inti nya.
Ini part mesum terakhir ya....
__ADS_1