Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 134 S2


__ADS_3

"Sayang," ucap Alvaro sambil memeluk Melanie.


"Lelah," kata Melanie.


"Hahaha main di atas ya."


"Tidak mau, masih sangat lelah," kata Melanie.


"Ayo sayang, jangan lembek begitu," ucap Alvaro.


"Aku sudah lelah, biarkan saja dia tidur. Tadi handphone kamu bunyi," kata Melanie.


Alvaro memajukan bibir nya, ia sangat kesal Melanie tidak mau ia ajak ronde ke dua. Padahal diri nya masih sangat sanggup.


"Ivan," ucap Alvaro.


"Nah itu malam malam begini pasti penting," kata Melanie.


Alvaro langsung menghubungi Ivan kembali, ia takut apa yang dikatakan istri nya benar.


"Halo," ucap Alvaro.


"Ivan mabuk al, kau bisa datang."


"Ah anak itu, aku ke sana sekarang. Kirimkan alamat nya."


Alvaro mematikan sambungan telepon itu dan langsung bersiap siap. Ia tidak mau Ivan sampai ketauan kakek nya, bisa sangat berbahaya.


"Mau kemana mas," tanya Melanie.

__ADS_1


"Aku ingin menjemput Ivan, istirahat sejenak karena setelah ini ronde kedua."


"Ha...."


"Iya sayang." Alvaro mengecup dahi Melanie dan pergi meninggalkan Melanie.


Ntah sejak kapan Alvaro begini pada nya, memanggil sayang, lembut begini, hal ini bisa membuat Melanie benar benar jatuh cinta pada Alvaro.


Sesampainya di tempat yang di kirim teman nya Ivan. Alvaro mendekati Ivan yang sudah tidak sadarkan diri. Alvaro mengambil Ivan dan langsung membawa nya ke apartemen.


"Kau ya, untung saja aku yang datang jika ayah mu datang bisa mati kau."


"Hnmmm diam." Ivan tersenyum sendiri dengan setengah sadar.


"Apa yang membuat mu seperti ini," tanya Alvaro.


"Dia lagi, dia terus," kata Alvaro, rasa kesal nya pada Pactrik semakin bertambah.


Di apartemen Alvaro membawa Ivan ke kamar tamu. Ia kembali masuk ke dalam kamar nya untuk mengambilkan pakaian untuk Ivan pakai. Pakaian yang Ivan gunakan basah karena keringat nya sendiri.


"Dia tidur, ah padahal mau ronde ke dua," kata Alvaro.


Alvaro kembali ke kamar Ivan, dan membantu Ivan memakai pakaian baru.


"Van," ucap Alvaro.


"Hamm aku sudah lebih baik," kata Ivan.


"Kenapa dengan Pactrik," tanya Alvaro.

__ADS_1


"Dia sangat menyebalkan. Aku suka dengan sahabat nya Vera, dan dia tau itu, tetapi aku malah melihat nya berciuman dengan Vera, dan mereka berdua berpacaran."


"Sabar van," ucap Alvaro.


"Ya aku sabar kalau dia tidak tau perasaan ku pada Vera. Tapi dia tau semua nya," kata Ivan.


"Sudah jangan banyak bicara, tidur saja lah. Nanti kita bahas lagi," ucap Alvaro.


"Kau mau tidur dengan istri mu," tanya Ivan.


"Tidak dia sudah tidur, nanti aku menganggu nya."


"Al bagaimana rasa nya," tanya Ivan.


"Sangat mantap, maaf ya aku belum mengirimkan video untuk mu, aku belum membuat nya, nanti pagi saja aku buat lagi."


"Ah kau tidak serius, aku padahal sudah sangat berharap, tapi kau malah seperti itu."


"Aku serius kali ini, ya memang aku belum ada waktu untuk membuat nya. Aku saja baru dua kali mendapatkan jatah."


"Jika dia hamil bagaimana al," tanya Ivan.


"Ya dia akan melahirkan anak ku, aku yang membuat nya," kata Alvaro.


"Jadi hubungan kalian sudah serius?"


"Ya aku belum tau, mau serius atau tidak, aku masih bingung, tapi ya kalau memang kami berdua jodoh mau bagaimana lagi," kata Alvaro.


"Lebih baik kau dengan nya untuk selamanya, jangan berlari lari ke lain hati lagi."

__ADS_1


__ADS_2