Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 119 S2


__ADS_3

"Katanya kau tidak suka jika aku membahas mantanku, tapi nyatanya kau terus mengatakan mantanku, jangan-jangan kau ingin..."


'Ingin apa, jauhkan pikiran aneh mu." Suara Alvaro berubah jadi judes seketika.


"Hahaha sudah sana mandi, kau belum mandi bau tau, kau bau alkohol," kata Melanie.


"Aku tidak bau, aku wangi," ucap Alvaro.


Alvaro kembali menarik Melanie dan kembali memeluk Melanie. Ia sudah sangat terbiasa memeluk istri nya itu. Kalau tidak memeluk Melanie ada di dekat nya, rasa nya seperti ada yang kurang.


Begitu juga dengan Melanie, ia juga sudah sangat terbiasa di peluk Alvaro. Sama seperti Alvaro, ia malah sangat nyaman jika Alvaro memeluk nya.


"Oh iya aku melihat Ivan, dia semakin tampan saja, dia mirip dengan mu Al."


Dia sudah pulang? Ya bagaimana kami tidak mirip, dia itu paman ku sebenarnya anak dari kakek Varo," kata Melanie.


"Sudah dia mencari mu. Tetapi karena kau tidak ada dia pergi lagi, katanya sih ke tempat biasa aku tidak tau dimana itu. Jadi dia paman kecil mu, jujur dia lebih tampan dari mu."


"Burung nya lebih kecil dari ku, jadi aku masih unggul, jangan memujinya di depan ku." Alvaro memberikan tatapan tajam pada Melanie. Bisa bisa nya Melanie memuji Ivan di depan nya langsung.


"Hahaha kau tau tempat nya, kau di minta untuk ke sana jika kau sudah pulang."


"Ya aku tau tempatnya, tapi mana mungkin aku bisa keluar lagi biar sajalah nanti ini juga pulang."


Alvaro mengingat jika ia membelikan sesuatu untuk melanie. Sesuatu itu ada di kantong pakaiannya tadi. Di sekitar nya pakaian yang ia pakai tadi sudah tidak ada. Pasti Melanie membawa nya ke kamar mandi.


"Melanie mana bajuku," tanya Alvaro.


"Di dalam kamar mandi," jawab melanie.


"Tolong ambilkan," ucap Alvaro.


'Untuk apa sih, baju kotor juga."


"Sudah ambilkan saja jangan banyak bicara kau mau tidak," kata Alvaro.


"Hadiah untuk ku," tanya Melanie.


"Hmmmm, cepat ambil," jawab Alvaro.


Melanie bangkitnya tempat tidur dan mengambil pakaiannya alvaro minta. Ia kembali mendekati alvaro dengan membawa pakaian yang itu. Alvaro mengambil sesuatu dalam kantong baju itu dan langsung memberikannya pada melanie.


"Ini untukmu," ucap Alvaro.


"Apa ini," tanya Melanie.


"Buka saja dulu, jangan menangis ya," kata Alvaro.

__ADS_1


Melanie kantung kecil berwarna putih itu, ia terkejut karena kantong kecil kecil itu berisi kalau berlian yang sangat indah.


"Ini untukku," tanya Melanie dengan tangan yang gemetaran.


"Jika bukan untukmu untuk siapa lagi tidak mungkin kan aku memakai kalung indah itu," jawab Alvaro.


Melanie benar-benar sangat terpanah dengan kalung berlian itu, sangat cantik sekali. Ia yakin harga nya bukan kaleng kaleng.


"Alvaro 5 M," ucap Melanie.


"Ada label harga nya, sudah aku katakan jangan meletakan nya di situ, dasar toko tidak tau diri," kata Melanie.


Melanie tidak pernah mendapatkan hadiah semewah dan semahal itu Pactrik pernah memberikan nya kalung tetapi tidak sampai seperti ini.


Melanie mendekati Alvaro dan langsung memeluk nya. Ia sedikit menangis karena benar-benar terharu.


"Alvaro ini sangat mahal, terimakasih hiks hiks hiks."


"Sudah aku katakan jangan menangis, ya memang itu sangat mahal, menguras tabungan ku, tapi ya karena untuk mu ya tidak papa lah, sesekali," ucap Alvaro.


"Tapi ini sangat mahal Al, kau tidak di marah daddy mu," tanya Melanie.


"Tidak lah, ini tabungan ku."


Sebenarnya Alvaro berbohong, itu bukan tabungan nya, tabungan nya sudah habis untuk balapan nya sehari hari. Uang itu ia minta dari gudang uang, siapa lagi jika bukan paman tercinta nya Nathan.


"Sekali lagi terimakasih al," ucap Melanie.


"Sudah," jawab Melanie.


"Kau tidak ingin mencoba sosis ku," tanya Alvaro.


"Sekarang kau saja belum mandi," jawab Melanie.


"Hmmm nanti saja lah saat pindah apartemen," kata Alvaro.


Alvaro tidak menyangka jika ekspresi Melanie akan sampai seperti ini, ia pikir Melanie hanya akan berterimakasih pada nya ternyata sampai menangis seperti ini.


Malam hari nya, Ivan dan Alvaro akhirnya kembali bertemu. Ivan yang mempunyai rasa kesal yang sangat tinggi pada Alvaro langsung menarik dan menjepit nya dengan kaki.


"Kau bodoh, video apa yang kau kirim," ucap Ivan.


"Ya video malam pertama ku, ahh sakit Ivan. Lepas," kata Alvaro.


"Bukan begitu bodoh, umur mu saja tua tapi otak mu tidak sampai," ucap Ivan.


"Paman lepaskan aku," teriak Alvaro.

__ADS_1


Ivan paling tidak suka di panggil paman oleh Alvaro, walaupun kenyataan nya memang ia paman Alvaro.


"Jangan memanggilku paman," ucap Ivan.


"Ya sudah lepaskan, sangat sakit," kata Alvaro.


"Kau sudah melakukan nya dengan istri mu," tanya Ivan.


"Belum, aku belum ada nyali," jawab Alvaro.


Ivan melepaskan Alvaro sambil tertawa. Alvaro seseorang yang suka balapan liar, sangat bandel di luar tetapi masalah seperti itu saja Alvaro tidak mempunyai nyali. Itu sangat gila.


"Kau benar benar bodoh, ya sudah aku saja lah yang menggantikan mu."


"Enak saja, menikah lah saja sendiri."


"Cepat buat Video nya Alvaro aku ingin melihat bagaimana kepolosan mu itu hilang," kata Ivan.


"Ya nanti kalau sudah di apartemen," ucap Alvaro.


"Awas saja kau mengirimkan video yang tidak tidak lagi, aku putuskan jari mu," ancam Ivan.


Jolie berjalan mendekati Ivan, anak nya itu kembali membuat ulah. Rasa nya sangat Jolie sangat kesal mempunyai anak seperti Ivan.


"Kau ambil lagi uang mamah," tanya Jolie.


"Tadi aku sudah meminang izin, aku tidak ada uang mah. Ayah tidak memberikan ku uang," jawab Ivan.


"Ayo ikut, ayah mu ingin berkata dengan mu."


"Hahaha rasakan, sana kau temui ajal mu," kata Alvaro.


Di dalam kamar Ivan langsung di sidang dengan mamah dan ayah nya. Memang beberapa hari ini Ivan sudah sangat keterlaluan, sifat Ivan sangat mirip dengan mamah nya.


"Ayah aku tidak sengaja," kata Ivan.


"Sampai masuk rumah sakit, kau tidak tau orang tua menuntut kita," ucap Varo.


"Ya mana aku tau," kata Ivan.


"Oke jika itu memang kau tidak sengaja, terus kenapa kau sering mengambil uang mamah mu, jatah setiap bulan ku kurang," tanya Varo.


"Kurang," jawab Ivan.


"Ayah saja sering memberikan uang pada istri istri ayah yang lainnya, tetapi dengan ku kenapa pelit sekali," kata Ivan.


"Ivan!!!."

__ADS_1


"Mas jangan menggunakan nada yang tinggi, berikan saja dia uang lebih selesai kan. Dia anak kamu," kata Jolie.


"Itu mamah benar, aku seperti orang asing. Mana abang ku sendiri seperti ayah ku, aku kenapa di lahirkan seperti ini," ucap Ivan.


__ADS_2