
Riga sudah siap melancarkan serangan nya, ia sudah melakukan apa yang seharusnya ia lakukan pada istri nya. Saat ini Alfi sudah sampai ke puncak nya, tubuh nya sudah basah dengan keringat setelah Riga membuat nya gemetar hebat. Ini pertama kali nya Alfi merasakan hal seperti itu.
"Riga." Alfi merangkak mundur saat melihat benda besar di depan nya.
"Kau sudah lama ingin melihat nya kan, ini lihat lah dengan baik," kata Riga sambil tersenyum nakal. Ia kembali menarik Alfi ke bawa nya, tak lupa ia meletakkan bantal di bawa punggung Alfi agar posisi mereka seimbang.
"Tidak itu terlalu besar, aku tidak yakin bisa masuk," kata Alfi.
"Bisa, kata siapa tidak bisa." Riga kembali mengusap bagian inti Alfi, hal itu membuat Alfi Tersentak kaget. Mata nya terpejam seketika.
"Itu besar Riga tidak mungkin," kata Alfi.
__ADS_1
Riga terkekeh mendengar hal itu, benar benar-benar menggelitik untuk nya. Padahal milik Nathan lebih pajang dari nya, tetapi memang diamter nya yang lebih besar. Hal itu membuat Riga sedikit bangga.
"Stttt." Riga mencium Alfi sambil memposisikan tempat yang tepat, ia sudah tidak sabar untuk membuat Alfi berteriak merasakan benda besar milik nya.
"Hmmmm." Mata Alfi terbelalak saat Benda itu mulai menyentuh bagian inti nya, secara perlahan mulai masuk ke dalam, rasa nya benar-benar sayang sakit, mata nya sudah seperti mau terlepas dari tempat nya.
"Ahhhh sakit Riga, tidak bisa." Alfi beteriak dengan sangat keras sambil mendorong tubuh Riga. Riga tidak peduli melihat Alfi berteriak-teriak dan menangis, ia benar-benar ingin fokus ke dalam saja. Alfi benar-benar harus menjadi milik nya seutuhnya. Tidak ada yang boleh merebut Alfi dari nya.
"Hiks hiks hiks, sakit Riga, sakit." Teriak Alfi. Rasa nya benda Riga mengoyak di dalam nya sana. Sudah tidak muat tetapi di paksa terus masuk ke dalam.
"Ahkkkk sakit." Teriak Alfi dengan sangat keras. Teriakan Alfi membuat parah anak buah Riga yang berjaga bergerak dari tempat mereka.
__ADS_1
"Tuan Riga sangat ganas."
"Iya, pasti sangat besar sampai nona berteriak seperti itu."
" Hey kau wanita sendiri di sini, jangan sampai kau kami gilir."
Alfi hanya bisa menangis sedangkan Riga tersenyum merasakan rumah baru nya, rasa nya sangat lah enak, jika ia tau rasa nya seperti ini, ia sudah lama meminta nya. Perlahan Riga menggoyangkan bokong nya, tangisan Alfi juga mulai berubah menjadi rintihan yang membuat Riga semakin bersemangat. Riga terus bergerak dengan sangat aktif, dari lambat sampai cepat. Semua nya sudah tidak sesulit yang tadi. Kapal yang mereka tumpangi juga ikut bergoyang, mengikuti goyangan tuan nya.
Setelah beberapa jam Riga merasa sudah seperti sampai ke puncak nya. Ia sangat bingung mau mengeluarkan di mana, dalam atau luar.
"Sayang dalam atau luar," tanya Riga.
__ADS_1
"Hmmm." Alfi tidak bisa menjawab pertanyaan itu, kecepatan Riga yang meningkat membuat nya hanya merasakan kenikmatan saja.
"Sayang aku keluar." Akhirnya Riga mengeluarkan benih nya di dalam, seusai dengan ukuran nya benih yang di keluarkan juga sangat banyak. Alfi benar-benar dapat merasakan nya.