Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 78 S2


__ADS_3

"Sayang kamu baru sampai, kamu tidak lelah," tanya q, jujur ia sudah takut jika Roger sudah membahas jatah menjatah.


"Tidak sayang, aku kan kuat, kamu tau di depan sana Nathan dan Riga sedang menonton film dewasa," kata Roger.


"Kamu tidak gabung dengan mereka, gabung saja sana," ucap Tiffany.


4c†


"Sayang kan aku punya kamu untuk apa aku gabung dengan mereka berdua. Jadi aku menikah tidak ada gunanya dong," kata Roger.


"Hehehe tidak begitu, kamu semakin harum dan kekar saja. Tapi tidak terlihat putih," ucap Tiffany.


"Sayang semenjak aku pergi kamu kok aneh si, sudah tau kamar mu itu gelap, masih tanya kenapa aku tidak terlihat putih. Aku sudah jauh lebih putih dari sebelumnya sayang, kamu tidak akan malu lagi memiliki suami seperti ku."


"Ha!! sejak kapan aku malu mempunyai suami seperti kamu, dari dulu aku tidak pernah malu. Mau hitam ataupun putih aku tetap mengakui kamu itu tampan," kata Tiffany.

__ADS_1


"Ya aku pikir aku tetap mencintai kamu, kapan kamu mencintai aku sayang," tanya Roger sambil mencium wajah Tiffany.


Ciuman itu turun ke bibir Tiffany, awal nya kecupan biasa sampai akhirnya kecupan itu menjadi ciuman yang sangat dahsyat. Ciuman yang benar-benar membuat Tiffany cukup terkejut.


"Kenapa sudah lama tidak mendapatkan ciuman ini," tanya Roger.


"Hahaha siapa lagi yang mencium ku selain kamu, mana mungkin Riga," jawab Tiffany.


"Hahaha mana tau kan, kamu tidak selingkuh kan di sini, kamu tidak mencari pria lain selain aku kan," tanya Roger.


"Sama dong dengan ku, aku juga banyak yang mengincar ku, tapi aku menolak mereka. Aku mengingat ada sosok wanita yang sedang menunggu ku di rumah, menunggu ku pulang, menunggu ku mengirim benih ku di rahim nya." Sambil berbicara tangan Roger satu persatu melepaskan pakaian istri nya. Sudah lama tida mendapatkan jatah, malam ini ia harus mendapatkan apa yang ia mau.


Di kamar Alfi masih tidak bisa tidur karena al terus rewel dan menangis. Ia sudah memberikan susu pada Al tetap Al masih saja rewel tidak mau diam.


Karena sudah tidak tahan. Alfi menghubungi Riga agar masuk ke dalam kamar nya. Ia sudah berkata pada Riga tadi, jika kalau ia menelepon segera datang ke kamar.

__ADS_1


"Aku pergi dulu." Riga sebagai suami sigap dan cepat langsung ke kembali ke kamar.


"Kenapa dia," tanya Nathan.


"Mungkin anak nya rewel atau apa," jawab Bram.


Riga masuk ke dalam kamar. Ia mendengar suara tangisan Al ya sangat nyaring seperti tangisannya jika tidak mendapat jatah.


"Al sayang kamu kenapa." Riga mengambil Al dari gendongan Alfi.


"Aku tidak tau dia kenapa, mungkin dia ingin bersama dengan daddy nya. Biasa nya kan dia tidur selalu dengan daddy nya," ucap Alfi.


"Iya sayang, kamu tidak bisa tidur tanpa daddy mu. ini." Riga mencium dan menepuk nepuk dengan lembut Alvaro.


Tak lama Al berhenti menangis, ia pun tertidur di atas gendongan daddy nya. Memang jika sudah mirip harus selalu bersama, bagaimana pun keadaan nya.

__ADS_1


"Dasar anak daddy, langsung diam kalau sudah di gendong," ucap Alfi.


__ADS_2