Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 28


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tanpa terasa malam semakin larut Nathan dan Alfi sudah kembali ke rumah. Nathan tidak mampir kembali ke rumah Riga. Hari sudah terlalu malam, ia juga tidak enak dengan Riga, ia terlalu malam memulangkan Alfi pulang ke rumah.


"Terimakasih untuk malam ini Alfi," kata Nathan.


"Iya sama sama, dan seharusnya aku yang berterimakasih pada mu," ucap Alfi.


"Hahaha tidak lah, kamu sudah baik pada ku, sudah mau menemani ku. Oh iya titip salam untuk Riga, maaf aku tidak bisa mampir lagi, hari sudah sangat malam," kata Nathan.


"Iya nanti aku sampaikan, ya sudah aku masuk dulu ya," ucap Alfi.


"Iya aku juga harus pergi." Nathan menutup kaca mobil nya dan pergi meninggalkan rumah itu.


Alfi berjalan masuk ke dalam kamar, ia sudah sangat lelah setelah berjalan jalan di mall bersama dengan Nathan, Nathan benar-benar pria yang sangat baik untuk nya. Alfi cukup bersyukur bertemu dengan pria baik lainnya selama ini tinggal bersama dengan Riga.


Di dalam kamar Alfi melihat Riga masih belum istirahat, seperti biasa nya Riga sibuk dengan laptop di depan nya, ia tidak peduli dengan Alfi yang masuk ke dalam kamar. Ia sudah berjanji pada diri nya tidak untuk terlalu dekat dengan Alfi.


"Riga, Nathan titip salam pada mu," kata Alfi.


"Hmmmm," gumam Riga.


Malam itu ntah kenapa Alfi merasa sangat jauh dari nya, tidak seperti sebelumnya yang sudah mau akrab dengan nya. Riga sudah kembali seperti saat pertama kali bertemu dengan nya


"Kenapa dengan nya, aku rasa dia sedang marah," batin Alfi.


Hari berganti minggu dan minggu telah berganti bulan. Setelah kurang lebih besar 2 bulan setengah tinggal dalam satu kamar yang sama, tidak ada yang berubah dengan mereka berdua. Mereka berdua sibuk dengan urusan masing-masing. Apalagi Riga yang sering keluar kota, hal itu membuat nya jarang bertemu dengan Alfi. Riga bisa melihat Alfi saat Alfi sedang tidur di malam hari.


Riga sengaja menjauhi Alfi, karena menurut Riga sengaja sangat berbahaya, bukan berbahaya apa-apa. Berbahaya yang di maksud Riga adalah Alfi bisa mencuri perhatian nya. Sudah beberapa mencoba mendekati nya, tetapi tidak satu pun dari mereka mencuri perhatian nya. Hanya Alfi yang sama sekali tidak mendekati Riga tetapi berhasil mencuri perhatian Riga. Meskipun sudah berusaha menjauhi Alfi, Riga tetap curi curi padang saat sedang bersama dengan Riga.

__ADS_1


Hari ini Alena memakai parfum yang ia curi dari Alfi. Ia sudah cukup lama menyimpan parfum itu. Ia yakin Alfi sudah lupa dan ia bisa memakai parfum dengan ini dengan bebas. Alena berjalan mendekati meja Alfi, ia ingin mengambil berkas yang harus ia bawa ke ruangan Riga.


Alfi memejamkan mata nya saat merasakan parfum yang Alena pakai, aroma parfum itu sangat tidak Asing di hidung nya.


"Ah ini parfum yang aku pakai, siapa yang memakai nya juga," batin Alfi.


"Hey, siapa yang meminta mu untuk tidur," ucap Alena yang mengejutkan Alfi.


"Eh maaf, saya hanya memejamkan mata ku sesaat," kata Alfi.


"Hmmm parfum mu." Alfi yakin parfum yang ia cium berasal dari Alena.


Alena cukup panik saat Alfi menanyakan tentang parfum yang ia pakai.


"Kenapa, wangi kan, aku mendapatkan nya dari pacar ku," kata Alena.


"Sama, jelas berbeda kau wanita kampung tidak mungkin mampu membeli parfum mahal," kata Alena.


"Tapi...


"Mana berkas nya, harus aku kumpul," potong Alena.


"Ini." Alfi memberikan bekas yang Alena minta.


Debat cepat Alena pun pergi meninggalkan tempat itu, ia takut ketahuan jika terlalu lama berada di sana.


"Sial, dia masih ingat," batin Alena.

__ADS_1


Sebelum masuk ke dalam ruangan Riga, Alena mengetuk pintu dulu, setelah itu baru lah ia masuk ke dalam. Riga tidak melihat ke arah pintu, karena ia yakin itu adalah Alena tetapi aroma yang ia cium mengingat nya pada Alfi. Dengan cepat Riga memalingkan wajah nya ke arah Alena.


"Alena, tapi wangi ini," batin Riga.


"Tuan ini berkas yang Anda minta," kata Alena.


"Letak di tempat biasa nya," ucap Riga.


"Iya tuan, kalau begitu saya permisi," kata Alena.


"Tunggu."


"Ada apa tuan," tanya Alena.


"Sejak kapan kau memakai parfum ini," tanya Riga.


"Sudah sejak lama tuan, saya baru memakai nya kembali karena baru menemukan nya," jawab Alena berbohong, Alena yakin kalau Riga pasti tanda dengan aroma parfum ini.


"Oh ya sudah pergi lah," kata Riga.


"Saya permisi tuan." Alena pergi dari ruangan itu.


Saat berada di depan pintu. Alena berpapasan dengan Warsa, pemilik perusahaan ini.


"Maaf tuan," ucap Alena.


Warsa berjalan mendekati Riga, ia sangat penasaran dengan perjodohan Riga dengan Alfi, ia harap Riga sudah mempunyai perasaan lebih untuk Alfi.

__ADS_1


__ADS_2