
Beberapa waktu telah berlalu. Alfi berjalan menuju kamar mandi setelah membuat suaminya tidur dengan tenang. Awal nya memang terasa jijik untuk nya, tetapi Alfi tetap melakukan nya dengan mulai terbiasa dengan hal itu.
Setelah membersihkan semuanya. Alfi kembali mendekati Riga dan langsung memeluk suami nya. Ia ingin kembali istirahat untuk merendahkan rasa sakit di perut nya. Saat di dekat Riga ntah kenapa semua nya terasa lebih nyaman.
"Sayang, Terimakasih, aku sangat mencintaimu. Wanita masa kecil ku memang luar biasa."
"Iya iya, sudah puaskan, atau mau lagi?"
"Lagi lagi, tapi besok saja." Riga memeluk Alfi dengan erat. Ia sangat senang melihat Alfi yang sudah banyak nurut pada nya. Rasa posesif nya pada Alfi semakin bertambah saat ia tau jika Alfi adalah teman masa kecil nya dulu.
Di perusahaan Carisa kembali datang untuk bertemu dengan Riga. Tapi sayang nya Riga tidak datang hari ini. Ia malah bertemu dengan Kalina yang juga teman masa kecil nya.
"Kalina kau apa kabar," tanya Carisa.
"Aku sangat baik, bagaimana dengan mu?"
"Aku juga sangat baik, ayo kita makan bersama, ada yang ingin aku katakan."
Carisa dan Kalina langsung pergi ke restoran terdekat. Mereka berdua membicarakan masalah pribadi sekaligus membahas tentang Riga.
__ADS_1
"Kau sudah bertemu dengan nya," tanya Kalina.
"Sudah aku kemarin bertemu dengan nya. Dia sangat tampan, tubuh nya sangat indah. Tegap dan dia benar-benar idaman ku."
"Bukan hanya kau dia juga idaman ku, tapi sangat sulit mendekati nya." Kalina membuang nafas nya sesaat, ia belum tau jika Alfi sudah menikah dengan Riga. Selama ini ia berlibur ke Hawai jadi Kalina tidak tau informasi terkini.
"Hahaha iya kau benar, apalagi dia memiliki seorang istri. Dia sangat sayang dengan istri nya, mustahil bisa mendapatkan nya," kata Carisa.
"Apa!! tunggu dulu, Riga mempunyai istri? Siapa? bukan nya perjodohan nya sudah batal."
"Tidak, kata dia perjodohan nya berhasil, ia menikah dengan seseorang yang bernama...." Carisa sedikit lupa nama istri dari Riga.
"Ya benar Alfi, istri nya cukup cantik. Tapi masih cantikan aku. Hanya saja body nya memang seperti gitar Spanyol."
"Ini sangat mengejutkan ku, aku pikir perjodohan nya sudah batal, ternyata mereka masih lanjut saja," ucap Kalina.
"Hmmm jadi begitu, tapi memang Riga sangat bucin pada nya. Dia juga terang-terangan kalau ia sering melakukan hubungan suami istri."
"Seperti nya hal ini tidak mungkin terjadi, tapi kenapa bisa terjadi," ucap Kalina.
__ADS_1
Kalina menggelengkan kepala nya, ia masih cukup syok mendengar semua ini. Kesempatan nya mendapatkan Riga sudah tertutup dengan sangat rapat.
Setelah berbicara bersama mereka berdua memutuskan untuk pergi ke rumah Riga. Kalina ingin sekali melihat semua nya secara langsung. Di rumah. Di rumah Aldy sudah pindah ke kamar Sarah, begitu lah kegiatan nya hari ini, berpindah kamar untuk memuaskan dua wanita yang memerlukan belain.
"Aku harus pergi," kata Aldy.
"Kemana, kenapa tidak tinggal di sini saja," tanya sarah.
"Aku akan pergi dan datang sesuai dengan panggilan mu," jawab Aldy.
"Pergi lah, aku akan mengirimkan uang."
"Terimakasih, jangan lupa perawatan milik mu sudah mulai terasa gendor." Aldy pergi meninggalkan kamar itu.
Sesampainya di rumah Riga, mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah itu. Kalina sudah biasa ke sana jadi ia di perbolehkan masuk ke dalam rumah itu dengan cukup bebas.
"Kau tau kamar Riga," tanya Carisa.
"Tau lah, sudah ikut saja."
__ADS_1