
"Kau cukup menyedihkan," kata Riga.
"Diam lah, aku memang menyedihkan, kau masih mau dengan ku," tanya Alfi.
"Ya lah, aku akan membuat hidup mu lebih menyedihkan," jawab Riga.
"Kau sangat jahat sekali Riga, sudah lah jangan membuat hidup ku semakin menderita," kata Alfi.
Riga berjalan mendekati mamah Alfi, ia tidak tau kenapa kaki nya ingin berjalan ke depan, ia hanya mengikuti hati nya mengatakan jika ia harus melihat mamah Alfi lebih dekat lagi. Sebelum lebih dekat lagi Alfi menarik tangan Riga dan membawa Riga keluar dari kamar.
"Mau kemana kamu, tidak boleh sembarangan mendekati mamah," kata Alfi.
"Aku tadi hanya ingin lihat saja, kenapa tidak boleh mendekati nya," tanya Riga.
"Mamah sedang tidak memakai apa apa, kamu mau melecehkan mamahku," jawab Alfi.
Di dekat mamah Alfi banyak sekali foto masa kecil Alfi dengan mamah nya, jika Riga melihat semua nya sudah pasti Riga akan tau jika Alfi adalah wanita yang ia cari selama ini. Tetapi takdir berkata lain, mereka berdua belum di beri kesempatan untuk mengetahui semua nya.
Alfi kembali masuk ke dalam kamar nya untuk mempersiapkan pernikahan nya nanti Sore, mau tidak mau suka tidak suka ia akan menikah sore iki. Riga pilihan orang tua dan kakek nya, Alfi sama sekali sudah tidak bisa menolak Riga lagi. Berbeda dengan Alfi, Riga malah sangat bersemangat, ia ingin cepat bersama dengan Alfi, ia ingin membuktikan jika perasaan nya pada Alfi benar-benar rasa cinta. Rasa yang sulit ia rasakan selama ini.
"Kau terlihat senang," kata Warsa yang sedang video call dengan Riga.
__ADS_1
Riga memang tidak bisa menyembunyikan rasa senang nya, Warsa juga ikut senang melihat cucu nya seperti itu. Ini pertama kali nya Warsa melihat Riga seperti itu.
"Aku cukup senang," kata Riga.
"Aku sudah menunggu anak dari mu, aku sudah ingin menjadi seorang kakek," ucap Warsa.
"Kakek, jangan berpikir jauh ke sana, aku belum siap," kata Riga.
"Kau bodoh, menikah ya untuk punya anak, jadi untuk apa kau menikah kalau begitu," kata Warsa.
"Ah aku belum ada kepikiran punya anak, aku masih tidak suka anak kecil," ucap Riga.
"Meskipun anak mu sendiri, dia akan mirip dengan mu," kata Warsa.
"Aku tidak mau kek," kata Riga.
"Terserah mu, kau pulang harus membawa istri, nanti malam aku akan ke rumah untuk melihat mu."
"Iya setelah menikah aku akan langsung pulang, aku akan membawa nya ke rumah," kata Riga.
Seperti yang sudah di rencanakan, sore hari nya Riga dan Alfi langsung menikah secara sederhana. Alam langsung menikah kan mereka berdua agar mereka tidak ada yang berubah pikiran, terutama Riga.
__ADS_1
"Sudah kau kabur saja," bisik Alfi.
"Maaf aku tidak bisa, aku menginginkan pernikahan ini."
"Dasar aneh, dasar Gila." Mereka berdua terus saling berbisik. Alam yang melihat itu merasa cukup aneh. Tidak biasa Alfi dan Riga seperti ini.
"Nanti saja membahas malam pertama nya, sudah selesai kan dulu pernikahan kalian," ujar Alam.
"Hahaha ayah benar, anak muda memang seperti itu," kata Ryan.
"Apa wajib malam pertama," tanya Riga.
"Hahaha pertanyaan macam apa ini, sudah nanti aku akan memberitahu mu, sekarang selesai kami
dulu pernikahan kalian," jawab Alam.
Dan akhirnya Alfi dan Riga sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Riga sangat senang bisa memaksa Alfi untuk menikah dengan nya, ia sudah merasa menang pertempuran dengan Alfi. Alfi yang kalah hanya bisa pasrah, kali ini ia tidak bisa pergi dan harus terus mendampingi orang seperti Riga.
"Kakek ayah, kakek ku meminta ku untuk harus pulang," kata Riga.
"Tidak, menginap untuk malam pertama, eh satu malam. Aku akan mengatakan pada kakek mu," kata Alam.
__ADS_1
"Ayo malam pertama," Ucap Riga