
Varo sudah memutuskan jika ia akan menikah lagi. Menikah untuk ke empat kali nya. Seperti biasa nya ia sangat yakin dengan keputusan nya itu, calon istri nya sudah bersedia untuk ia nikahin dan ia hanya Tinggal meminta izin pada istri istri nya dan juga anak nya Riga. Varo pun juga yakin jika mereka juga akan memberikan izin karena mereka juga yang memintanya untuk menikah.
"Kapan kita menikah," tanya Jolie.
"Secepatnya, aku akan memberitahu istri dan anak ku dulu," jawab Varo.
"Aku menikah karena ingin punya anak lagi, jadi jangan menunda nunda lagi, jangan memberikan banyak alasan untuk mempunyai momongan."
"Kenapa menunda nya, dengan aku mempunyai anak dari kamu anak ku jadi orang penting dan beruntung," kata Jolie.
Sore hari nya, Riga keluar dari dalam kamar setelah pertempuran panjang nya dengan Alfi. Ini hari terakhir nya bercuti ia ingin memanfaatkan waktu cuti ini dengan sebaik mungkin. Besok ia susah masuk ke perusahaan seperti biasanya.
"Ayah dimana ya, padahal ada yang ingin aku tanyakan," ucap Riga.
"Riga." Roger berjalan mendekati Riga.
"Eh kau, kau sudah pulang, bagaimana dengan perjodohan ini, aku dengar kalian sudah berpacaran," tanya Riga.
"Hahaha sudah lebih dari itu, sudah mau menikah minggu depan. Bagaimana aku hebat kan, tidak perlu memerlukan waktu yang lama untuk menaklukkan nya, hanya beberapa waktu saat saja aku sudah berhasil mengajak nya menikah. Lebih tepat nya memaksanya menikah."
"Ha bagaimana bisa....??? Metode apa yang kau gunakan???"
"Pemaksaan, seperti yang aku katakan tadi, Ku memaksa nya menikah dengan ku. Ayah nya sudah setuju dengan pernikahan kami. Dia itu sangat polos jadi aku dengan muda memanfaatkan kepolosan nya, aku mendapatkan ciuman pertama nya, ah sudah tidak sabar malam pertama dengan nya," kata Roger.
Riga menggelengkan kepala nya, metode yang Roger gunakan sama dengan nya saat menikahi Alfi. Metode pemaksaan yang memang sangat efektif sekali untuk mereka berdua.
"Jadi kalian akan menikah minggu depan," tanya Riga.
"Ya begitu lah, aku mau kau menginap di sana, ajak istri mu. Kalian kan masih saudara jadi tidak ada salah nya kalian menginap di sana."
__ADS_1
"Ya ya ya nanti aku bicarakan pada istri ku," ucap Riga.
"Oh iya Riga, tadi adik ku sudah meminta izin menikah dengan ku."
"Dengan siapa? yah aku tidak jadi menjodohkan adik mu dengan ayah ku," kata Riga.
"Dengan ayah mu lah siapa lagi. Mereka berdua seperti nya saling tertarik. Aku mau terserah Jolie saja lah, jika dia suka dengan paman aku bisa apa. Semoga saja setelah menikah kehidupan nya jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Apa!! ini sangat mengejutkan, ayah diam diam gaspol ya. Aku pergi dulu." Riga berlari mencari ayah nya, ia sangat kesal pada Varo karena Varo tidak memberikan kabar bahagia ini ke pada nya.
"Ayah." Riga langsung memeluk Varo yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Hey kau kenapa, aku kesambet apa tiba-tiba memeluk ku seperti ini," tanya Varo.
"Hahaha ayah mau menikah kan dengan Jolie, ayah kenapa tidak memberitahu ku kabar bahagia ini, aku benar-benar sangat senang mendapatkan kabar ini.
"Lah yang akan menikah aku, kenapa kau yang senang, kau ingin menikah juga," tanya Varo.
"Hahaha begitu dong, seperti nya aku akan mulai memproduksi anak ni, kita bersaing secara sehat ya," ucap Varo.
"Siap yah, semoga ayah cepat diberikan anak, aku ingin anak kita dulu kau tau dari mana jika aku akan menikah dengan Jolie,?"
"Dari Roger, Jolie sudah meminta izin pada kakak nya, dan sudah pasti Roger memberikan izin. Yang terpenting ayah benar-benar menyayangi nya dan merubahnya menjadi gadis yang lebih baik," ucap Riga.
"Oh begitu, kalau itu sudah pasti, aku pasti bisa membuat nya lebih baik, jangan khawatir masalah itu. Dan kau sudah tau jika Roger juga akan menikah?"
"Itu juga sudah tau, seperti nya musim pernikahan akan di lakukan. Oh iya yah, kalau ingin menikah sebaiknya setelah pernikahan Roger dan Tiffany, baru setelah itu ayah dan Jolie. Agar tidak melangkahi Roger sebagai kakak nya Jolie."
"Iya aku mengerti, kau jangan khawatir masalah itu Lagi pula aku juga harus menunggu istri ku pulang, tida mungkin aku menikah tanpa seizin dari mereka," ucap Varo.
__ADS_1
"Telepon saja yah, katakan dengan cepat sebelum mereka tau dari orang lain."
"Iya yah, aku telepon dulu," ucap Varo.
"Halo sayang," ucap Varo.
"Iya ada apa mas?"
"Hnmm jika aku menikah lagi untuk punya anak bagaimana," tanya Varo.
"Hahaha ya boleh dong mas. Kami kan sselalu memberikan mas kebebasan, tapi jika pernikahan mas di laksanakan dalam waktu yang dekat kami tidak bisa datang. Setidaknya kami satu bulan berada di sini."
"Jadi bagaimana dong, ya sudah aku menunggu kalian pulang saja," ucap Varo.
"Tidak mas, mas bisa langsung menikah tanpa kami, sudah jangan memikirkan hal yang tidak tidak. Kamu mendukung apapun keputusan yang mas Varo pilih," kata Vira.
Varo benar-benar merasa sangat beruntung, ia bukan hanya mendapatkan istri yang cantik cantik tetapi hati yang sangat besar juga. Memang ia tidak pernah salah memilih seorang istri.
"Bagaimana yah," tanya Riga.
"Aman dong, mereka tidak bisa pulang, mungkin ayah menikah setelah Roger menikah minggu depan."
"Hahaha kalau ayah sudah tidak tahan gas saja lah. Tapi jangan lupa pakai pelumas ya yah, tau sendiri kan masih gadis," kata Riga.
"Ide bagus, hahaha nanti aku pikirkan."
Sementara itu Aldy yang sudah terbebas dari jeratan orang tua nya memilih membawa istri nya pulang ke rumah nya. Ia sudah mendapatkan izin dari ayah nya. Ia akan memperkenalkan Putri sebagai istri nya.
Sesampainya di rumah, Aldy langsung membawa Putri masuk ke dalam rumah. Rumah itu terasa sangat sepi, memang rumah ini sudah memerlukan sosok anak kecil yang membuat rumah ini terasa ramai kembali.
__ADS_1
"Aldy,, ucap Lucas.
" Ayah ini istri ku perkenalkan nama nya Putri."