
"Aku sudah makan kek," kata Riga.
"Jangan membantah Riga, cepat kau bawa dia makan di sana."
Riga membuang nafas nya dengan kasar. Lalu ia berkata "Dia juga sudah makan, nanti Sore saja lah. Aku juga banyak pekerjaan."
Warsa merasa Riga sudah semakin berani pada nya, meskipun Riga memiliki sifat yang sangat keras. Riga tidak pernah membantah ucapan nya.
"Kau membantah ku, kau tidak ada rasa berterima kasih pada ku." Warsa mulai terpancing emosi.
Riga bangkit dari atas tempat duduk nya dah pergi meninggalkan Warsa.
"Kau mau kemana," tanya Warsa.
"Membawa nya pergi," jawab Riga.
Riga masuk ke dalam ruangan tempat Alfi berada, ia tidak pernah tau tempat duduk Alfi, ia hanya tau jika ruangan yang ia datangi tempat Alfi berada. Mata tajam Riga mencari sosok wanita Alfi, ia menemukan Alfi berada di pojok ruangan itu.
"Riga," ucap Alena.
Alena yang melihat kedatangan Riga langsung berjalan mendekat, ia merasa aneh karena Riga tidak pernah ke departemen sekertaris.
"Tuan ada apa datang ke sini," tanya Alena.
Tanpa menjawab pertanyaan Alena, Riga berjalan melalui nya. Ia tidak ada urusan dengan Alena dan ia tidak perlu berbicara dengan wanita asing. Alfi sudah cukup merepotkan kehidupan nya.
"Ikut dengan ku," ucap Riga.
Alfi menaikan kepala nya, ia cukup terkejut dengan kedatangan Riga secara tiba-tiba seperti ini.
"Kemana," tanya Alfi.
"Tidak perlu tau," jawab Riga.
"Lalu pekerjaan ku bagaimana? aku belum menyelesaikan semuanya."
"Alena akan melanjutkan nya." Riga yang tidak sabaran menarik tangan Alfi dan membawa pergi Alfi dari sana.
Saat ia berpasangan kembali dengan Alena, Riga langsung berkata. "Pekerjaan nya kau yang melanjutkan."
Alena merasa kesal mendengar hal itu, wajah nya sudah terlihat memerah menahan kesal.
"Ah aku memberikan nya pekerjaan yang banyak agar dia tersiksa, tapi kenapa malah aku yang kena," kata Alena.
Sepanjang perjalanan ke mobil. Riga terus menarik tangan Alfi, Alfi hanya bisa berjalan mengikuti langkah kaki Riga, ia sedikit berlari untuk mengimbangi langkah kaki Riga yang besar.
Semua mata juga tertuju pada mereka berdua. Masing-masing dari mereka mempunyai pikiran tersendiri melihat kejadian itu.
__ADS_1
Di dalam mobil Alfi, masih kebingungan kenapa Riga menarik nya. Riga masih belum memberikan nya penjelasan sedikit pun.
"Kita mau kemana tuan," tanya Alfi.
"Makan," jawab Riga.
"Saya sudah makan." Alfi membenarkan posisi duduk nya.
"Aku juga sudah makan, tapi kakek memaksa ku."
"Kalau makan es krim aku mau," kata Alfi.
Tanpa banyak bicara Riga membawa mobil nya pergi meninggalkan perusahaan. Ia terlihat sangat fokus ke depan tanpa melirik ke arah samping nya. Alfi sudah beberapa kali naik mobil bersama dengan Riga, ia sudah terbiasa dengan cara Riga membawa mobil yang sedikit bar bar.
"Hmmm Riga," kata Alfi yang memberanikan diri memanggil Riga dengan sebutan nama. Ia harap Riga tak marah pada nya.
"Hmmmm," gumam Riga.
Sebenarnya Riga tidak pernah meminta Alfi memanggil nya tuan, Alfi sendiri yang berinisiatif memanggil Riga tuan. Sekalipun Alfi memanggil nya nama, ia tidak marah sedikit pun pada Alfi.
"Kamu tidak marah aku panggil Riga," tanya Alfi.
"Aku akan marah jika kau banyak berbicara," jawab Riga.
Riga membawa mobil nya ke salah satu toko es krim terkenal di kota itu, sebenarnya ia tidak suka dengan es krim tetapi karena tidak ada pilihan lain Riga terpaksa membawa Alfi ke sini.
Alfi sangat senang saat tau ia di bawa ke tempat makanan kesukaan nya, ia pikir Riga tidak mungkin membawa nya ke tempat ini. Sesampainya di dalam langsung memesan rasa favorit nya.
"Kamu yang mana," tanya Alfi.
"Samakan saja," jawab Riga.
Selagi menunggu es krim nya. Alfi membalas beberapa pesan WA yang belum sempat ia balas. Salah satu nya dari sang aktor yang tidak lain adalah Daniel.
"Sedang dimana," tanya Daniel.
"Aku sedang makan es krim," jawab Alfi.
"Oh ya dimana, aku juga akan ke toko es krim."
"Sangat kebetulan ya Daniel, kau jangan bohong. Pesanan ku sudah akan datang, nanti aku balas lagi." Alfi meletakkan handphone ya karena es krim yang ia pesan sudah datang.
"Selamat makan," ucap Alfi. Alfi langsung menyantap es krim itu dengan lahap.
Berbeda dengan Alfi, Riga hanya mencicipi sedikit es krim saja, ia sama sekali tidak menyukai es krim. Melihat Alfi makan es krim sudah membuat nya merasa tidak enak. Riga bangkit dari tempat duduk nya karena ia ingin pergi ke toilet.
"Mau kemana," tanya Alfi.
__ADS_1
"Toilet, cepat habiskan makanan mu," jawab Riga.
"Terus ini milik mu?"
"Makan lah." Riga berjalan pergi meninggalkan Alfi
Dengan senang hati Alfi mengambil es krim milik Riga, ia memang sudah kenyang tetapi jika untuk es krim pasti ada ruangan tersendiri di dalam perut nya.
"Riga." Kalina berjalan mendekati Riga. Diam diam sejak tadi Kalina mengikuti Riga dan Alfi.
Riga menghentikan langkah kaki nya sejenak, ketika tau siapa yang memanggilnya Riga kembali melangkah kan kaki nya. Hal itu membuat Kalina harus berlari sebelum Riga masuk ke dalam toilet.
"Riga tunggu aku," kata Kalina.
"Hmmmm," gumam Riga.
"Aku ingin minta nomor handphone mu yang baru, nomor mu sudah tidak aktif."
Riga mengambil kartu nama nya dan memberikan nya pada Kalina, setelah itu ia pergi meninggalkan Kalina. Kalina tersenyum mendapatkan nomor handphone Riga, ia tau tidak sembarangan orang bisa mendapatkan nomor itu.
"Akhirnya, aku bisa kembali mengirimkan pesan manis pada nya, tidak sia sia aku mengikuti nya," kata Kalina.
Kalina yang sangat senang pergi meninggalkan tempat itu. Ia tidak mau bertemu dengan gadis kampung yang membuat nya kesal sejak pesta itu. Mendapatkan nomor Riga sudah sangat cukup bagi nya.
Setelah selesai dari toilet Riga kembali menghampiri Alfi yang sudah kekenyangan. Dua mangkok es krim habis ia lahap sendiri, Jika sudah berurusan dengan es krim Alfi pasti akan lupa diri.
"Kau yang menghabiskan semua nya," tanya Riga.
"Iya jadi siapa lagi, saya yang menghabiskan nya," jawab Alfi.
"Milik ku juga, kau benar-benar memakannya nya kan," tanya Riga yang masih tidak percaya jika Alfi yang menghabiskan semuanya dengan sangat cepat.
"Iya, kata kamu saya boleh memakannya," jawab Alfi.
"Gadis aneh, sudah ayo kita kembali," kata Riga.
"Tunggu sebentar saya kekenyangan, beri waktu perut saya untuk mencerna semua makanan ini."
"20 menit," ucap Riga.
Riga mengambil handphone nya dan memfoto Alfi, ia mengirimkan foto itu pada kakek nya agar kakek nya percaya jika ia sudah membawa Alfi makan.
"Bagus, setelah itu bawa dia ke mall."
"Tapi pekerjaan ku bagaimana?" Riga sangat kesal ketika kakek nya mengirimkan pesan itu.
"Aku yang mengajarkan nya, hari ini kau bebas dari pekerjaan. Setelah selesai dari mall langsung hawa dia pulang, harus pulang sore aku tidak mau tau."
__ADS_1
Riga meletakkan handphone nya dengan kasar, hal itu membuat Alfi cukup terkejut, dari wajah Riga Alfi yakin ada yang membuat Riga kesal. Dan yang penting orang itu bukan diri nya karena ia tidak melakukan apa-apa.
"Ayo, aku sudah lebih baik," ucap Alfi.