Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 153 S2


__ADS_3

Satu minggu' telah berlalu. Pekerjaan di Bali telah selesai dan mereka kembali ke kota. Mereka melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Alvaro bekerja 3 kali seminggu dan Melanie menjadi istri yang baik di rumah.


Beberapa pengganggu seperti Bella dan Pactrik seperti nya sedang tobat sementara. Mereka berdua tidak muncul beberapa hari ini, hal itu membuat hubungan Alvaro dan Melanie semakin dekat dan lengket saja. Rasa rasa cinta diantara mereka berdua seperti nya sudah mulai timbul kepermukaan.


"Aku berangkat dulu sayang," ucap Alvaro.


"Bekerja dengan semangat, jangan mengecewakan ayah," kata Melanie.


"Pasti sayang. Kamu jangan capek capek di rumah. Banyak istirahat, biarkan benih ku tumbuh dengan baik di dalam sana. Aku sudah tidak sabar menantikan kehamilan mu," ucap Alvaro.


"Iya sudah sana pergi, nanti kami terlambat loh," kata Melanie


"Aku bos sayang, mana mungkin seorang bos terlambat," ucap Alvaro


Setelah berpamitan dengan istri nya Alvaro pun pergi meninggalkan Apartemen. Jujur setelah ia serius dengan pernikahan nya, kehidupan nya jauh lebih baik. Ia benar-benar bahagia menjalani kehidupan sehari-hari nya.


Melanie juga merasakan apa yang Alvaro rasakan. Ia juga sangat bahagia dengan pernikahan nya. Ia juga sudah sangat siap mengandung anak dari Alvaro. Jujur memang awal nya Melanie sempat ragu untuk mengandung anak Alvaro, sebelum Alvaro serius dengan nya, ia memang meminum pil agar tidak hamil. Tetapi setelah Alvaro mengatakan serius dengan nya, Melanie langsung stop meminum pil kb. Ia percaya dengan semua yang Alvaro janjikan.


Sesampainya di perusahaan Alvaro bertemu dengan Bella, minggu ini minggu terakhir Bella bekerja di perusahaan nya, awalnya memang Bella hanya bekerja selama satu minggu tetapi karena suatu lain hal Bella memperpanjang waktu selama seminggu lagi. Alvaro yang sudah menjaga jarak dengan wanita terkadang membuat Bella merasa tidak nyaman, ia jadi ingin cepat-cepat meninggalkan perusahaan ini, karena Bella yakin ia sudah tidak bisa mendapatkan Alvaro.

__ADS_1


"Selamat pagi al," ucap Bella dengan senyuman manis di bibir nya.


"Pagi,,, minggu ini minggu terakhirmu bukan," tanya Alvaro.


"Sebenarnya minggu kemarin tetapi karena beberapa hal aku harus memperpanjang lagi satu minggu. Kenapa kau sudah tidak nyaman aku berada di perusahaan mu?"


"Hehehe tidak begitu bell, kau sangat banyak membantuku, tidak mungkin aku seperti itu," ucap Alvaro yang langsung merasa tidak enak. Memang Bella sangat banyak membantu nya.


''Hahaha iya iya aku bercanda, satu minggu terakhir di perusahaan mu, jujur aku sudah sangat nyaman bekerja di sini, tetapi karena aku hanya magang saja, ya aku harus siap untuk pergi."


"Hmm sebagai ucapan terima kasihku karena kau sudah banyak membantuku bagaimana kita mengadakan pesta," kata Alvaro.


"Kau bebas menentukan tepatnya kita kan berpesta dengan teman-teman yang lainnya, sebagai perpisahan kita, aku juga sudah sangat lama tidak kumpul dengan mereka."


"Kalau istrimu kau tidak takut jika dia cemburu padamu," kata Bella.


"Aku akan izin padanya, jika aku mengatakan dengan jujur dia tidak akan mungkin marah padaku," ucap Alvaro.


"Ya terserah mu, nanti aku akan mengumpulkan teman teman yang lainnya," kata Bella.

__ADS_1


Mereka berdua pun melanjutkan pekerjaan yang harus di selesai kan hari ini. Jika seperti ini jujur Bella sangat enggan pergi meninggalkan Alvaro. Ia sangat senang bisa terus berdua dengan Alvaro, tetapi Bella sadar hati Alvaro bukan untuk nya. Hati Alvaro sudah untuk Melanie seorang. Tak ada sedikitpun cela untuk nya masuk ke dalam sana.


Di apartemen Melanie Mendapatkan panggilan dari orang tua nya yang sedang berada di kota. Dengan perasaan yang senang Melanie langsung bersiap siap untuk bertemu dengan orang tua nya.


Melanie lupa meminta izin pada Alvaro, ia langsung pergi meninggalkan apartemen nya. Mungkin karena Melanie terlalu bersemangat sampai pergi tanpa izin dari Alvaro. Melanie lupa jika izin dari Alvaro adalah hal yang sangat penting, Alvaro berulang kali mengatakan pada Melanie jika ingin keluar apartemen harus mendapatkan izin dari nya.


Sore hari nya. Alvaro pulang dari pekerjaan nya lebih cepat dari biasa nya. Ia sudah sangat merindukan istri nya yang membuat Alvaro ingin cepat cepat sampai apartemen.


"Sayang," teriak Alvaro.


"Sayang sayang sayang." Alvaro mencari Melanie ke setiap sudut apartemen nya.


"Dimana dia, dia pergi tanpa izin dari ku," ucap Alvaro.


Saat berada di dalam kamar. Mata Alvaro tertuju pada sesuatu yang mencolok di mata nya. Alvaro mendekati benda itu dan mengambil nya.


"Bukan nya ini vitamin Melanie, tapi seperti bukan vitamin," ucap Alvaro.


Alvaro mengambil handphone nya dan menanyakan pil aneh itu pada dokter keluarga nya. Jujur Alvaro belum pernah melihat Vitamin seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2