
"Ayah ini benar-benar gila, aku tidak bisa hidup dengan tekanan seperti ini," kata Aldy.
"Aldy ayah hanya minta hal ini dalam hidup mu. Sudah puluhan tahun ayah membesarkan mu dengan semua yang ayah punya. Sudah banyak yang ayah korbankan karena kenakalan mu. Apa ayah pernah marah kau tidur dengan wanita sana sini, apa ayah pernah marah sudah banyak wanita yang meminta pertanggungjawaban mu ke rumah. Ayah terus mendukung mu, untuk saat ini tidak bisa al, perjodohan ini sangat penting untuk ayah."
Aldy berjalan pergi meninggalkan ruangan itu, jika terus berada di tempat itu ia bisa terus bertengkar dengan ayah nya. Dan pasti masalah ini semakin membengkak. Aldy merasa ini semua karma nya selama ini, ia terus mempermainkan wanita seperti boneka dan saat ini setelah mendapatkan wanita yang ia cintai, ia malah tidak bisa memiliki nya.
"Ah bagaimana ini." Aldy membanting tubuh nya ke atas kasur.
Marah, kesal dan bingung menjadi satu saat ini, Aldy seperti orang bodoh yang tidak tau harus melakukan hal apa.
"Oke Aldy, memang kau harus menikah dengan nya. Tetapi kau bisa membuat nya pergi meninggalkan mu, jangan memberikan nya cinta, cinta mu hanya untuk Putri, berikan dia kebencian."
Mau bagaimana lagi, Aldy tidak memiliki cara lain selain melakukan hal ini. Otak nya sudah benar-benar buntu, ia tidak tau harus melakukan apa lagi. Karina masuk ke dalam kamar Aldy, ia sangat bahagia karena ulah Aldy ia akan menikah besok dengan nya.
"Sayang kamu sudah pulang." Karina naik ke atas kasur dan langsung memeluk Aldy.
"Pergi," Aldy mendorong tubuh karina dengan kasar.
"Sayang kenapa kamu kasar seperti ini pada mu, kamu tau kenapa pernikahan kita di percepat, itu karena kamu sendiri," kata Karina.
"Karina aku tidak ingin menikah dengan mu, berhenti mengejar ngejar aku. Pergi dari hidup ku, aku tak akan bisa memberikan kebahagiaan di pernikahan kita. Hanya ada kesengsaraan di rumah tangga kita karina," ucap Aldy.
"Sayang kamu siapa? tuhan? kamu tuhan bisa menentukan masa depan kita?".
"Berbicara dengan mu seperti berbicara dengan boneka," Aldy menutup wajah nya dengan bantal.
"Hahaha aku memang cantik seperti boneka, kamu ingin apa sayang, menyiksa ku. Tidak bisa sayang, kamu tak bisa memukul ku, bahkan memberikan sentuhan kasar pada ku. Kamu tau bagaimana ayah ku menyayangi ku kan, dan kamu tau dia siapa, penjara rumah ke dua nya," ucap Karina sambil memeluk Aldy dengan erat.
"Aku memang tidak bisa memberkati sentuhan kasar padamu tetapi aku bisa memberikan tekanan batin yang tidak pernah kau dapat kan sebelum nya," kata Aldy.
Riga dan Alfi sedang bersiap siap ke rumah orang tua Riga Sarah. Mereka sudah berjanji untuk datang dan akan datang hari ini. Mereka membawa beberapa baju karena memang akan menginap.
"Kami pergi untuk satu hari," kata Riga.
"Iya, aku sudah biasa menjaga Vila ini sendiri," ucap Roger.
"Hahahaha bawa wanita Roger, jangan terlalu lama sendiri," kata Alfi.
__ADS_1
"Sesuai permintaan mu nona Alfi," ucap Roger.
"Roger kau bule seperti ku," tanya Riga.
"Tebak aku berasal dari mana?"
"Amerika Latin," tanya Alfi.
"Hahaha benar, ayah ku dari sana, tapi seperti nya gen mamah ku lebih banyak ke aku, aku tidak seperti pria bule," jawab Roger.
"Hahaha kau harus mencari wanita yang menerima kau luar dalam, karena menurut riset pria dari sana memiliki sosis di atas rata rata." Riga membawa Alfi pergi dari sana sebelum Roger malah memperlihatkan sosis nya. Ia takut tersaingi.
"Apa benar sayang," tanya Alfi.
"Kenapa? apa ukuran ku kurang membuat mu puas," tanya Riga dengan tatapan tajam pada Alfi.
"Gila, sudah cukup dan sangat cukup," jawab Alfi.
Mereka berdua pergi ke rumah Sarah dan Aldi, sebelum pergi mereka sudah memberitahu mereka berdua agar mereka berdua tidak pergi ke restoran.
Sesampainya di sana mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah, berjalan ke arah ruang makan yang sudah ada mereka berdua di sana.
"Selamat pagi," ucap Riga.
"Tamu kita sudah datang ya," kata Sarah.
"Hahaha mamah dan Aldi tidak ke restoran kan hari ini," tanya Riga.
"Tidak Riga, mamah sedang lemas."
"Kau apakah mamah ku, tahan sedikit, mamah ku tidak semudah diri mu," kata Riga.
"Hey aku tidak melakukan apapun, istri ku dua, aku bisa membedakan bagaimana memperlakukan mereka berdua," ucap Aldi.
Semenjak bertemu di restoran kemarin, mereka berdua sudah dekat. Tidak ada masalah lagi di antara mereka berdua, Riga sudah memaafkan mamah nya dan juga Aldy.
"Dimana Selena," tanya Riga.
__ADS_1
"Habis ku gempur, tidur," jawab Aldy.
Riga hanya bisa diam sambil menggelengkan kepala nya, ia bingung kenapa diri nya di kelilingi dengan pria beristri lebih dari satu, mau bagaimana pun rasa penasaran tetap ada di dalam diri nya.
"Apa yang kamu pikirkan, jangan sampai jatah ku hapus lagi," bisik Alfi pada Riga.
Riga hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya, tau saja Alfi jika diri nya memikirkan hal yang tidak tidak.
"Wah ada tamu ni," ucap Selena sambil berjalan mendekati mereka semua.
"Sudah bangun, mau kemana?"
"Ingin pergi sayang, aku ada janji dengan seseorang, kamu sudah puas kan. Kalau belum ada tante kok." Selena mengecup bibir Aldi dan pergi meninggalkan mereka semua.
"Dia sudah ada teman di sini," tanya Riga.
"Ada, manusia seperti dia muda berteman," jawab Aldi.
Selena pergi ke Vila tempat Roger berada, ia lebih suka dekat debat pria itu, mengambil kepercayaan Roger sangat sulit untuk ia dapatkan. Jujur Selana sudah mulai bosan hidup dengan Aldi. Ia ingin mencari suami yang benar-benar membuat nya bahagia dan tentu saja hanya milik nya tanpa gangguan dari siapapun.
"Sayang," ucap Selena.
"Kamu sudah datang, ada adik ku, kamu ingin bertemu," tanya Roger.
"Aku ingin bertemu dengan mu, bukan dengan adik mu sayang," jawab Selena sambil duduk di atas Pangkuan Roger.
Selena selalu saja merasakan sesuatu yang mengganjal saat duduk di atas pangkuan Roger, ia tidak tau seberapa besar sosis Roger. Padahal benda itu sedang tidak dalam kondisi bangun.
"Kamu lagi berpikiran kotor ya," tanya Selana.
"Tidak ah, ada apa?"
"Itu mengganjal, jadi dia tidur." Otak kotor selana langsung kemana-mana.
"Sudah kita mau kemana sekarang," tanya Roger.
"Ke Surga bersama dengan mu sayang," jawab Selena sambil mencium bibir Selena dengan lembut nya.
__ADS_1