
Riga masuk ke dalam kamar Putri untuk bertanya tentang pernikahan nya, ia sangat bahagia akhirnya Putri mau menikah dengan Aldy. Ntah apa yang di katakan Aldy sampai Putri mau menikah dengan nya, padahal jika di pikir-pikir Putri tidak mungkin mau menikah dengan Aldy.
"Putri, selamat siang," ucap Riga.
"Siang Riga."
"Bagaimana kamu susah jauh lebih baik kan, kamu mau menikah dengan Aldy?"
"Iya aku akan menikah dengan nya," ucap Putri.
"Wah aku sangat senang mendengar hal itu, kamu pasti bahagia bersama nya, apa yang membuat kamu mau menikah dengan nya?"
"Jika aku menikah dengan nya aku punya rumah untuk pulang, aku sudah tidak ingin merepotkan Riga," kata Putri.
"Putri kamu tidak merepotkan aku sama sekali jangan begitu," ucap Riga. Ia sangat tidak enak pada Putri yang mengatakan hal itu pada nya.
"Riga boleh aku memeluk mu," ucap Putri.
"Untuk apa?"
"Sebagai ucapan terimakasih ku pada mu," ucap Putri.
"Boleh dong."
Putri bangkit dari tempat nya dan langsung memeluk Riga dengan erat. Begitu juga dengan Riga yang membalas pelukan dari Putri.
Alfi yang diam diam datang memberikan kejutan untuk Riga melihat pelukan itu. Ia tidak tau semuanya dari awal, oleh karena itu hati nya langsung terasa sangat sakit sekali melihat hal itu, ia tidak pernah menyangka Riga berselingkuh di belakang nya.
Tanpa bicara sedikit pun Alfi pergi meninggalkan tempat itu. Kepergian Alfi tidak di ketahui Riga sama sekali.
Riga dan Putri melepaskan pelukan itu, mereka berdua sama sama tersenyum.
"Aku pergi dulu, aku akan menjemput istri ku," ucap Riga
"Kemana?"
__ADS_1
"Di rumah orang tua nya, seperti nya dia marah pada ku," ucap Riga.
"Hati hati Riga," kata Putri.
"Iya aku pergi dulu." Riga pergi meninggalkan kamar Putri.
Hari ini Riga ingin pergi ke rumah orang tua Alfi. Seharusnya ia pergi besok hari tetapi karena Alfi seperti nya ngambek pada nya dengan hati yang penuh kesabaran Riga memutuskan berangkat hari ini. Riga masih tidak tau jika Alfi tadi sudah datang ke rumah dan melihat diri nya berpelukan dengan Putri.
"Riga mau kemana," tanya Vira.
"Mah aku ingin pergi, ada apa?"
"Anu tadi mamah melihat istri kamu berlari dari lantai atas, dia sambil menangis, kalian bertengkar?"
"Ha!! aku tidak tau mah. Jangan jangan!! ahhh!!!" Riga berlari keluar rumah, ia sudah tidak melihat istri nya di sana. Riga kembali masuk ke dalam rumah, ia berlari ke kamar untuk melihat pakaian istri nya.
"Masih lengkap, aku rasa dia melihat aku berpelukan dengan Putri," ucap Riga.
Riga pergi ntah kemana untuk mencari istri nya, ia tidak mau Alfi pergi terlalu jauh, apalagi saat ini Alfi sedang mengandung anak nya.
Aldy kembali ke rumah Riga untuk menjemput Putri. Untuk saat ini menyembunyikan Putri ke tempat yang sangat aman lebih baik ia lakukan. Di rumah Riga Putri bisa di bawa paksa oleh ayah nya yang saat ini sudah pasti mencari informasi tentang Putri.
"Putri ayo bersiap siap," ucap Aldy.
"Mau kemana," tanya Putri.
"Pergi dengan ku lah, kita akan menikah hari ini juga," jawab Aldy.
"Iya." Putri pun langsung ikut Aldy pergi. Ia sangat senang bisa keluar dari kamar itu, rasa nya ia sudah sangat bosan berada di dalam kamar.
"Halo Riga."
"Al ada apa? aku sedang sibuk, istri ku sedang marah pada ku, aku sedang ada masalah."
"Maaf, aku membawa Putri pergi, ya sudah jika ada apa apa beritahu aku." Aldy mematikan sambungan telepon itu.
__ADS_1
"Ah baru saja ingin meminta bantuan dari nya, dia sedang ada masalah," batin Aldy.
Aldy membawa Putri ke sebuah apartemen di pinggir kota, tempat yang jarang di ketahui orang-orang. Biasa nya ia datang ke apartemen ini jika sedang kabur dari ayah nya, dan ayah nya tidak pernah menemukan nya di tempat ini.
"Menikah dimana," tanya Putri.
"Di tempat ini sayang," jawab Aldy.
Aldy sudah menyiapkan seseorang untuk menikahkan mereka berdua. Menikah secara sirih itu lah yang bisa Aldy lakukan saat ini. Untuk meresmikan pernikahan mereka, Aldy harus benar-benar mendapatkan izin dari ayah nya. Dan itu pasti bisa ia lakukan jika sudah menikah Sirih dengan Putri.
Hari itu juga mereka berdua menikah. Pernikahan sederhana yang sangat bermakna bagi mereka berdua. Putri memakai gaun wanita pernikahan seperti wanita pada umumnya. Meskipun mendadak Riga tetap ingin istri nya merasakan apa yang wanita pada umumnya rasakan. Untuk kemeriahan pesta ia belum bisa memberikan nya.
"Ntalah seperti nya aku jatuh cinta pada mu.? " ucap Aldy sambil membawa Putri masuk ke dalam kamar.
Beberapa orang yang menikah kan mereka berdua sudah pergi meninggalkan apartemen itu. Saat ini hanya mereka berdua di dalam sana, malam pertama bagi mereka berdua.
"Kamu bisa memanggil ku sayang," ucap Aldy.
"Sayang," kata Putri.
"Kamu sangat menggemaskan." Aldy mengecup bibir Putri.
Saat ini mereka berdua sudah resmi menikah. Tidak ada yang perlu di takutkan jika terjadi kekhilafan. Aldy sudah bebas mencetak beberapa gol yang ingin ia lakukan.
Riga masih belum mendapatkan kabar dari istri nya, ia sudah pulang ke rumah Alfi di kampung tetapi Alfi tidak ada di sana, Riga masih menutupi ini semua dari keluarga nya dan keluarga Alfi, ia tidak ingin membuat mereka semua khawatir karena ulah nya.
"Seperti nya nomor ku sudah di blokir," ucap Riga.
Riga memberikan nomor Alfi ke seseorang, ia ingin meminta orang itu melacak Alfi dengan nomor itu. Selagi menunggu kabar Riga memutuskan untuk pulang ke rumah, perjalanan dari rumah Alfi di kampung ke rumah nya di kota memerlukan waktu yang sangat lama.
Tengah malam Riga mendapatkan kabar dari istri nya, istri nya sedang terbang ke sebuah pulau. Hal ini membuat Riga sangat khawatir, Alfi sedang hamil ia tidak boleh melakukan penerbangan sembarangan seperti ini.
"Ahh bagaimana ini, aku harus menjemput nya, tapi jika naik jet ayah dan kakek pasti akan bertanya," ucap Riga.
Riga memutuskan memesan tiket pesawat untuk ke pulau itu. Dan hanya ada satu penerbangan besok pagi, mau tidak mau sebelum pagi Riga sudah berada di bandara. Sedangkan saat ini ia masih berada si perjalanan yang cukup jauh dari kota.
__ADS_1