
"Sayang." Riga mengangkat Alfi dan membawa Alfi ke atas ranjang.
"Katakan jika kamu ingin sayang, pistol ku selalu siap sedia," kata Riga.
"Mas." Alfi menahan dada Riga yang semakin menempel pada dada nya.
"Buka atau aku koyak," ucap Riga.
"Mas aku tidak membawa pakaian banyak." Alfi menatap mata Riga yang terlihat sudah di penuhi dengan hawa nafsu.
"Buka sayang." Riga mengusap rambut Alfi yang berada di wajah.
Tangan Alfi bergerak membuka satu persatu kancing baju nya. Secara perlahan gunung yang besar dan berwarna putih bersih terlihat dengan sangat jelas. Gunung itu langsung membuat hal di bawa saja meminta keadilan. Alfi dapat merasakan benda itu sudah mulai berdiri dengan tegak. Tangan nya di bimbing Riga untuk menyentuh benda itu.
"Besar," ucap Alfi.
"Hahaha memang iya sayang, kamu sudah pernah memegang nya sampai di keluar bukan," kata Riga.
"Aku ingin kamu merasakan nya." secara perlahan Riga mulai melucuti semua pakaian istri dan diri nya, tidak ada yang tersisa sedikit pun.
__ADS_1
Wajah Alfi memerah menahan malu dan menahan nafsu yang mulai membakar diri nya. Mata Riga melihat setiap sudut tubuh istri nya, memang tidak sebersih diri nya, kulit Alfi lebih ke arah kuning langsat tetapi bodi Alfi sudah banyak di akui banyak orang.
"Buka," ucap Riga.
"Mas, jangan banyak bicara, lakukan saja aku malu jika kamu mengatakan nya," kata Alfi.
"Hahaha kamu sangat lucu." Sambil tertawa dan mengusap wajah istri nya Riga membuka kaki Alfi untuk mendapatkan posisi yang tepat.
"Ahkkk," teriak Alfi saat Riga mengenakan bokong nya.
Rasa nya terasa sangat perih dan sakit. Ia belum mendapatkan pemanasan yang biasa nya Riga lakukan. Alfi memejamkan mata nya saat benda itu semakin membesar di dalam sana.
"Ini salah satu fantasi ku." Riga berbisik sambil mencium kuping Riga.
"Apalagi yang kamu inginkan," tanya Alfi sambil mengatur nafas nya. Bagian intinya sudah siap menerima pertempuran selanjutnya.
Tanpa melepaskan tautan itu. Riga membalik posisi mereka berdua. Ini pertama kali nya Alfi membelakangi Riga. Posisi ini semakin membuat junior Riga semakin melesat masuk ke dalam.
"Sayang," ucap Riga.
__ADS_1
"Hmmmms sakit mas." Alfi menahan punggung Riga.
"Tidak papa sayang, nanti terasa enak." Riga memeluk Alfi dari belakang, tangan nya memegang benda menggantung di bawa sana. Suara ******* Alfi mulai terdengar dengan jelas. Apalagi saat Riga mulai mengenakan bokong nya.
"Sakit mas, enak ahhh." Teriak Alfi.
Baru beberapa menit dalam posisi itu Alfi sudah sampai puncak nya. Ia bergetar hebat dan mulai lemas. Riga tidak tinggal diam begitu saja. Ia bangkit dari atas kasur dan membawa Alfi ke meja. Semua yang ia pikirkan selama ini mulai terwujud.
Sayangnya mereka berdua kurang berhati-hati, Varo yang ingin memanggil Riga malah melihat semua nya dengan jelas. Ia menggelengkan kepala nya, karena Riga benar-benar ceroboh, untung saja ia yang melihat semua nya, jika orang lain pasti sangat berbahaya. Secara perlahan Varo menutup pintu kamar itu dengan rapat agar orang lain tidak melihat pertempuran panas itu.
"Tidak begitu Riga, ingin rasa nya aku membawa istri ku dan memperatekkan nya di depan mu," ucap Varo, ia merasa geregetan pada Riga yang terlalu slow dan seperti tidak bertenaga. Jika seperti itu belum sampai satu jam pasti Riga sudah sampai ke puncak nya..
Dan benar saja setelah kurang lebih 45 menit bertempur Riga sudah sampai di puncak nya.
"Ahkkkkk." Riga memuntahkan benih nya ke dalam rahim Alfi.
"Kenapa kenapa bisa seperti ini, masih banyak yang ingin aku lakukan," ucap Riga.
"Sudah sayang sudah, aku sudah banyak keluar," teriak Alfi.
__ADS_1
Maaf adegan dewasa 🤣🤣🤣