
"Iya dia suami ku," jawab Alfi.
"Kenapa?"
"Tidak ada si, kamu sangat perhatian pada nya, terlihat dengan jelas kamu sangat khawatir dengan nya. Tapi aku juga bisa melihat ada wajah kesal di diri mu," ucap Roger.
"Ya dia selingkuh dari ku, itu sebabnya aku sangat kesal pada nya. Tapi aku belum siap menjanda, apalagi di tinggal mati," kata Alfi.
"Hahaha wajah nya memang tampan tapi tukang selingkuh, hahaha pria memang semua nya sama," ucap Roger.
"Kau juga tukang selingkuh?"
"Pernah sekali," kata Roger.
"Semua laki-laki memang sama tukang selingkuh," ucap Alfi.
"Tapi kamu tetap mencintai nya kan?"
"Hehehe itu tidak bisa di pungkiri, aku masih sangat mencintai nya. Tetapi aku masih belum bisa memaafkan nya, aku ingin memberikan nya pelajaran," ucap Alfi.
"Memberikan pelajaran memang boleh tapi jangan terlalu berlebihan, nanti kamu sendiri yang akan menyesal," kata Roger.
Alfi rasa Roger bisa membantu nya memberikan pelajaran untuk Riga. Wajah Roger tidak kalah dengan Riga, hanya kulit nya saja lebih gelap dari Riga, mungkin karena Roger bekerja di kebun sepanjang hari.
"Kamu bisa membantu mu?"
"Membantu mu bagaimana," tanya Roger.
"Jadilah seseorang yang mengejar-ngejar ku, atau kekasih ku lah," jawab Alfi.
"Ah itu hal yang sangat gila," ucap Roger.
"Hahaha tidak papa, ayolah kamu tidak kalah tampan dari suami ku, aku yakin dengan ini dia akan kapok," bujuk Alfi.
"Jika aku baper dengan mu bagaimana," tanya Roger.
"Jangan sampai lah," jawab Alfi.
"Hahaha itu lah, jangan bermain-main dengan api," ucap Roger.
"Roger aku mohon, mau ya," ucap Alfi.
"Ya ya ya, hanya sampai suami mu merasa cemburu dan tidak nyaman," kata Roger.
"Iya tidak sampai jauh kok," ucap Alfi.
"Ya sudah iya, tapi jika terjadi sesuatu aku tidak tanggung jawab," kata Roger.
Malam hari nya. Riga tersadar dari pingsan nya, kepala nya terasa sangat pusing dan diri nya terasa sangat lemas. Riga membuka mata nya sambil mencari keberadaan istri nya, ia yakin Alfi lah yang membawa nya masuk ke dalam sini.
__ADS_1
"Sayang," ucap Riga.
Alfi mengintip Riga dari pintu yang sedikit terbuka. Ia sangat bersyukur tidak terjadi apa apa pada suaminya. Alfi memberikan kode pada Roger masuk ke dalam kamar.
Riga memicingkan mata nya melihat Roger masuk ke dalam kamar itu. Ia sama sekali tidak mengenal pria itu.
"Makan lah," ucap Roger.
"Kau siapa? dimana istri ku?"
"Aku pemilik Vila ini, siapa istri mu Alfi?"
"Iya dimana dia?"
"Oh istri mu, dia teman dekat ku. Aku pikir dia belum menikah, kami pergi berdua ke sini," kata Roger.
"Ah dia balas dendam pada ku, panggil dia aku ingin berbicara pada nya," ucap Riga.
"Kau siapa berani menyuruh ku?"
"Cepat," bentak Riga.
"Pria satu ini," batin Alfi.
"Makan atau kau akan mati." Roger meletakkan makanan itu di atas tempat tidur.
Riga mengambil makanan itu dan membanting nya dengan keras. Hal itu mengejutkan Alfi dan Roger.
"Riga," ucap Alfi dengan nada yang tinggi.
"Sayang," Riga berusaha untuk bangkit tetapi ia benar-benar lemas.
"Kamu sudah di baiki malah seperti ini, kamu tau aku meminta nya untuk mengantarkan mu makan karena apa, karena aku masih memperhatikan kamu, jika seperti ini, aku semakin kesal dengan mu, percuma kamu datang jika hanya untuk menambah masalah," ucap Alfi.
"Maaf sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud..
"Aku benar-benar kecewa pada mu." Alfi memungut semua makanan yang berserakan di lantai dan pergi meninggalkan Riga.
"Sayang, jangan tinggalkan aku," teriak Riga.
Riga hanya bisa diam di atas ranjang, ia sangat lemas untuk pergi mengejar Alfi.
Tak lama Alfi kembali datang dengan membawa makanan baru untuk Riga. Hal ini membuat Riga sedikit tenang, ia pikir Alfi sudah tidak mau datang menemui nya lagi.
"Maafkan aku sayang," ucap Riga.
"Makan." Alfi duduk di samping Riga.
"Iya.. suapin aku," ucap Riga.
__ADS_1
"Makan sendiri," kata Alfi.
"Aku lemas sayang," ucap Riga.
"Makan tidak bisa, membanting makanan bisa." Dengan wajah yang jutek Alfi menyuapi Riga.
"Kenapa kamu bisa sampai sini, kamu sedang hamil. Kamu tau naik pesawat tanpa izin dari dokter sangat berbahaya. Kamu boleh marah pada ku, tapi jangan membahayakan anak ku, aku takut terjadi apa apa pada nya," ucap Riga.
"Hmmmm," gumam Alfi. Alfi tidak bisa menyangkal untuk kali ini ia memang salah.
Selagi makan Riga tidak membahas apapun, membahas masalah mereka saat ini pasti menimbulkan malahan baru, jadi Riga memutuskan untuk diam agar hal tidak itu terjadi..
Di tempat lain. Aldy masih berada di rumah Karina, ia tertidur di kamar Karina karena terlalu lama menunggu ayah nya pulang dari sana. Saat bangun ia merasakan Karina sedang memeluk nya.
"Ah kenapa aku bisa tidur dengan nya." Secara perlahan Aldy melepaskan pelukan itu, ia melihat jam ternyata sudah pukul 11 malam. Aldy pergi meninggalkan kamar Karina dengan perlahan, ia tidak mau Karina sampai tau jika ia pergi meninggalkan nya.
Orang tua nya juga sudah tidak ada di rumah Karina, terlihat dari mobil yang ia bawa tadi sudah tidak ada Aldy pergi meninggalkan rumah Karina dengan berjalan kaki. Ketika sudah cukup jauh baru lah Aldy memesan taksi.
Aldy yakin Putri sedang menunggu nya, ia berusaha kembali ke apartemen secepat mungkin.
Aldy sampai di apartemen pukul 1 malam. Saat masuk ke dalam kamar ia melihat Putri sudah tertidur dengan sangat lelap. Ia tidak tega harus membangunkan Putri dan memilih langsung memeluk Putri dengan erat.
"Sayang," ucap Putri sambil membalik tubuh nya.
"Kamu bangun, maaf ya aku membangunkan mu," kata Riga.
"Kamu kenapa lama sekali sayang," tanya Putri.
"Aku ketiduran sayang, tapi kamu jangan khawatir, aku membawakan kamu sesuatu yang sangat luar biasa," jawab Aldy.
"Apa itu," tanya Putri.
"Besok pagi saja lah, sekarang sudah sangat malam," jawab Aldy.
"Tapi aku sudah tidak mengantuk," kata Putri.
"Bagus sayang, aku juga sudah tidak mengantuk, kamu pakai rok atau celana," tanya Aldy.
"Rok," jawab Putri.
Aldy membalik kembali tubuh Putri, lalu ia memeluk Putri dengan erat dari belakang, tangan nya bergerak menaikan rok yang Putri pakai.
"Sayang mau apa," tanya Putri.
"Aku merindukan suara ******* kamu sayang," jawab Aldy. Aldy mencium Putri dari belakang, banyak cara dan ide yang bisa Aldy lakukan, otak nya memang sedikit lebih kotor di bandingkan dengan Riga.
Tangan Aldy menurunkan celana nya. Adik nya sudah setengah bangun. Ia menarik kaki Putri agar terbuka dari belakang. Setelah itu ia mendorong bokong nya sampai junior nya menyelinap masuk ke dalam.
"Ah sakit sayang." Putri cukup terkejut mendapatkan serangan mendadak dari Aldy. Rasa nya sangat perih, ia belum mendapatkan rangsangan apapun.
__ADS_1
Junior Aldy semakin besar di dalam sana, rasa nya semakin penuh. Putri juga mulai mendapatkan pelumas yang membuat nya sudah tidak merasakan perih lagi.
"Sayang, sudah tidak sakit," tanya Aldy...