Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 92 S2


__ADS_3

"Melanie," ucap Alvaro.


"Ha ada apa," tanya Melanie.


"Siapa pacar mu," tanya Alvaro.


"Ih kau kepo. Intinya dia pria yang sangat tampan, berkharisma, lembut, pengertian dan sudah pasti tidak seperti mu. Kau itu kasar, cerewet, tidak tau diri dan non akhlak," jawab Melanie.


"Memang di otak mu aku sudah seperti itu, sebaik apapun yang aku lakukan pada mu, pasti sudah tidak ada gunanya lagi," kata Alvaro.


"Hahaha itu tau, sudah waktunya aku untuk pulang," ucap Melanie.


"Kata siapa, mulai sekarang tugas mu itu full dari pagi sampai malam. Kau harus melayani ku dengan baik. Tidak boleh pulang sampai aku puas."


"Mana bisa, aku tida mau, aku memiliki banyak hal yang harus aku kerjakan," ucap Melanie.


"Tak ada pekerjaan lain yang lebih penting dari ku. Kalau tidak mau kau bisa mengundurkan diri."


"Sial kau ya, tau saja pekerjaan ini sangat penting untuk ku," kata. Melanie.


"Hahaha ya tau lah, jika tidak penting untuk apa mau mau bekerja seperti ini. Sekarang aku ingin buah buahan, apel, anggur dan mangga. Potong semuanya dengan bentuk yang sama, jika kotak kotak semua, jika bulat bulat semuanya. Cepat!!!.


"Kenapa kau kumat lagi, tadi sudah sembuh dari menjengkelkan sekarang kembali seperti kemarin." Melanie pergi meninggalkan kamar itu untuk melakukan apa yang Alvaro minta.


"Hahaha dari pada aku gabut lebih baik mengerjai nya, itu lebih menyenangkan," ucap Alvaro sambil meredupkan lampu kamar itu, ia ingin menonton televisi untuk mengisi waktu luang nya.


Melanie melakukan apa yang Alvaro minta. Sampai Alvaro tidak memakan buah yang ia potong ini habis Alvaro dengan nya. Ia akan menginjak nginjak Alvaro sampai puas.


"Seperti nya dia berniat mengerjai ku, memang jika sudah menyebalkan dari lahir sampai


kapan pun akan tetap menyebalkan," ucap Melanie.


Setelah selesai memotong buah yang Alvaro minta. Melanie kembali berjalan ke kamar Alvaro, ia juga tak lupa membawa minuman dingin, ia tidak mau harus kembali ke lantai satu hanya untuk mengambil minuman dingin jika Alvaro memintanya


"Ini," ucap Melanie.


"Bagus." Alvaro langsung membuka mulut nya.


"Apa," tanya Melanie.


"Kau tidak tau apa pura pura tidak tau, tangan ku belum bisa menekuk," ucap Alvaro.


"Terus aku menyuapi mu sepanjang waktu kau mau," tanya Melanie.

__ADS_1


"Jadi, bukannya itu pekerjaan mu, kenapa protes tidak suka ya tidak usah bekerja," jawab Alvaro.


"Dasar manusia menjengkelkan," ucap Melanie.


Melanie meminta Alvaro bergeser agar ia juga bisa duduk di ranjang itu. Dan pada akhirnya mereka berdua nonton bersama sambil memakan buah buahan. Lebih tepatnya Alvaro yang memakannya karena Melanie hanya bertugas sebagai penyuap saja.


"Sudah kenyang, kau habiskan saja," ucap Alvaro.


"Aku kira kau tidak ingin membaginya sedikit pun pada ku."


"Aku memang galak tapi aku tidak pelit," ucap Alvaro.


"Alvaro kau sampai kapan di sini," tanya Melanie.


"Tidak tau lah, banyak rencana yang ingin kakek ku lakukan pada ku," jawab Alvaro.


"Kenapa kau bertanya begitu? ah jangan jangan kau tidak rela berpisah dengan ku, aku memang seperti ini tapi juga mengangenkan," ucap Alvaro.


"Sumpah aku sangat jijik mendengar nya," kata Melanie.


Melanie tidak menyangka Alvaro bisa berpikir seperti itu. Sedikit pun ia tidak pernah memikirkan hal itu. Semakin Alvaro cepat pergi semakin cepat pula diri nya bebas dari siksaan jahanam ini.


"Berapa bayaran yang kakek ku berikan pada mu," tanya Alvaro.


"Mana tau jika menurut ku masih kurang bisa aku tambahin," kata Alvaro.


"500 juta," ucap Melanie.


"Apa!! 500 Juta hanya untuk seperti ini, itu mah kau untung banyak, aku yang rugi," kata Alvaro.


"Kata mau kau tambahin, 1 M lah, aku akan memperlakukan mu seperti raja," ucap Melanie.


"Bisa aku pegang kata-kata mu, jika tidak sampai seperti raja bagaimana?"


"Kau tidak perlu membayar ku."


"Ah malas. Kau training dulu beberapa hari, jika aku cocok akan ku pakai kau," ucap Alvaro.


"Kau pikir aku barang asal kau pakai," kata Melanie.


"Hahaha satu persyaratan untuk, jangan marah marah seperti nenek sihir, jangan seperti mak Lampir. Jujur kau sangat menakutkan," ucap Alvaro.


Ntah mengapa mereka berdua seperti nya sudah bisa menerima keadaan satu sama lain. Alvaro sudah mulai terbiasa dengan Melanie sebagai perawat nya sedangkan Melanie sudah mulai terbiasa dengan sifat Alvaro yang benar-benar sangat menjengkelkan. Meskipun begitu pertengkaran di antara mereka berdua tetap sering terjadi.

__ADS_1


Malam hari telah tiba akhirnya pekerjaan panjang dan berat Melanie terselesaikan dengan baik. Ia sedang bersiap siap untuk pulang ke rumah nya, Jujur ia sudah sangat bosan melihat wajah Alvaro yang menjengkelkan.


"Aku mau pulang, sampai jumpa besok hari," ucap Melanie.


"Pergi lah, aku bosan melihat wajah jelek mu," kata Alvaro.


Sesampainya di rumah Melanie ditunggu oleh ibu nya di ruang tamu. Tidak biasanya ibu Melanie mau menunggu nya seperti ini.


"Ada apa mah," tanya Melanie.


"Maaf sayang ada hal penting yang akan mamah bicarakan pada mu," ucap Laksmi.


"Iya mah apa itu? tidak biasa nya malam-malam begini?"


"Tadi tuan Ryan datang ke rumah, dia ingin membayar biaya berobat kanker adik kamu keluar negeri, dia juga akan membebaskan ayah kamu dari penjara," ucap Laksmi.


"Ha!! bagaimana mungkin, kenapa tuan Ryan baik sekali," ucap Melanie.


"Tapi ada persyaratan nya sayang."


"Persyaratan, persyaratan nya apa mah," tanya Melanie.


"Kamu mau menerima perjodohan kamu dengan cucu nya," jawab Laksmi.


"Apa dengan cucu nya. Alvaro!!!."


Di rumah Alvaro juga sangat terkejut ketika kakek nya meminta nya untuk menikah dengan Melanie, ini semua sebuah lelucon yang sangat tidak lucu.


"Gila aku tak akan mau, kami berdua itu seperti air dan minyak tidak akan bisa bersatu," ucap Alvaro.


"Bisa... Anak kalian lah yang berperan sebagai sabun, sabun yang akan menyatukan minyak dengan air," kata Ryan.


"Kakek ini sangat gila, coba pikirkan lagi. Aku tidak cocok dengan nya," ucap Alvaro.


"Aku sudah memikirkan nya, dan kalian berdua sangat cocok," kata Ryan.


"Kakek Melanie sudah mempunyai pacar, aku tidak mau menikah dengan nya. Jika kakek ingin menjodohkan ku setidaknya dengan wanita yang sesuai dengan ku. Wanita yang termasuk tipe ku, bukan seperti Melanie. Bisa mati aku dibuat nya," ucap Alvaro.


"Nah itu kau takut dengan nya kan, itu yang membuat kalian cocok, sudah jangan banyak protes. Mamah dan daddy akan datang di pernikahan itu. Kakek juga sudah meminta izin pada mamah nya Melanie."


"Ini benar-benar sangat gila," teriak Alvaro.


"Aku dengan Bajingan itu, bisa makan hati setiap hari," ucap Melanie.

__ADS_1


__ADS_2