
"Halah nikah saja dulu, masih ori loh. Belum ada yang menyentuh nya," kata Riga.
"Riga tidak semudah itu, kau ni ya enak kali kalau berbicara," ucap Aldy.
"Hahaha setidak nya kau lihat saja dulu. Bertemu dengan nya, berbicara dengan nya. Oh iya aku dengar ayah ku mau nambah istri lagi, keburu di tambah oleh nya," ucap Riga.
"Itu ayah mu? atau kau sendiri? hahaha kau pasti ingin bisa tidur dengan dua wanita kan?"
"Eh enak saja kau berbicara, aku tidak akan mengkhianati istri ku. Aku dan dia satu untuk selamanya. Ya sudah kalau tidak mau, tidak papa."
"Hahaha kau mengambek, nanti aku ikut pulang ke rumah mu ya. Aku penasaran bagaimana si bentuk istri mu, sampai kau bucin seperti ini."
"Dia pergi ke rumah orang tua nya. Kalau datang hanya untuk melihat istri ku lebih baik jangan, tapi jika untuk melihat Putri kau bisa datang kapan saja," kata Riga.
"Hahaha masih saja ngambek, ia aku datang untuk melihat Putri sekaligus istri mu, hahaha sudah lah ayo kita bekerja, kita selesai kan semua nya dengan cepat," ucap Aldy.
Sore hari nya seperti nya Aldy katakan, ia ikut pulang bersama dengan Riga. Ia sebenarnya tidak tertarik dengan Putri saat pertama bertemu waktu itu, tetapi karena Riga terus memaksa nya untuk melihat Putri, sebagai teman yang baik Aldy pun bersedia.
"Bisa langsung aku pakai kan," tanya Aldy.
"Kenapa tidak bisa, asalkan kau nikahin kalau tidak, aku bunuh kau," jawab Riga.
"Hahaha kau ya, kau yang meminta ku untuk datang kau pula yang ingin membunuh ku," kata Aldy.
"Ya tidak langsung di pakai bodoh," ucap Riga.
Sesampainya di rumah, Aldy ikut Riga masuk ke dalam kamar. Ia menginap di rumah Riga sampai besok, besok juga hari libur yang membuat mereka berdua tidak kemana-mana.
"Kamar mu dengan istri mu?"
"Iya lah, ranjang tempat kau tidur tempat aku dan dia bertempur," ucap Riga.
"Hahaha aku penasaran bagaimana kalau kau bertempur dengan istri mu. Hmmm apa sama seperti yang aku lakukan."
"Apa benda nya, inti nya masuk ke lubang yang sama bukan? tapi aku mempunyai fantasi yang gila, jadi kita akan berbeda," ucap Riga.
"Hmmmm kau kira aku tidak, aku tau nya kau itu. Riga yang tidak banyak bicara, sangat dingin dengan wanita. Dingin seperti kutub Selatan, bagaimana mungkin ada wanita yang bisa membuat itu semua menghilang. Saat aku kembali bertemu dengan mu, aku sangat terkejut dengan sikap baru mu itu," kata Aldy.
"Hahaha manusia bisa berubah Aldy, aku sudah jauh berubah dari sebelumnya. Ya memang karena istri ku si, mungkin istri ku tidak secantik wanita di luar sana. Tapi dia memiliki hal istimewa yang membuat ku tergila-gila karena nya. Bisa di katakan dia beruntung mendapatkan pria tampan dan kaya raya seperti ku."
__ADS_1
"Apa dia wanita yang berasal dari keluarga berada juga sama seperti mu?"
"Hmmm bisa di katakan seperti itu si, dia berasal dari keluarga berada dan sangat kaya raya. Tapi bukan karena itu aku menikah dengan nya. Bahkan sebelum aku menikah dengan nya aku tidak tau jika dia berasal dari keluarga kaya raya," ucap Riga.
"Oh begitu, aku jadi ingin melihat nya," kata Aldy.
"Hahaha mata mu tidak bisa kau buka dengan lebar. Itu ada foto pernikahan ku sebesar itu di depan sana," ucap Riga.
"Cantik sekali, kata mu tidak secantik wanita lainnya," kata Aldy sambil berjalan mendekati foto besar itu.
"Hahaha aku bercanda, dia cantik sekali kan," ucap Riga dengan sangat bangga. Ia merasa ia lah yang beruntung mendapatkan Alfi, jika Alfi mau Alfi bisa mendapatkan pria yang lebih lebih dari nya.
"Bagaimana dia sedang hamil kan? pasti setiap hari kau goyang," ucap Aldy.
"Oh jelas dong, aku mana mungkin bisa menganggurkan bidadari seperti itu," kata Riga.
Sebelum bertemu dengan Putri, mereka berdua beristirahat terlebih dahulu. Riga menghubungi istri nya dengan menggunakan handphone baru. Tetapi nomor yang ia gunakan tetap nomor yang sama.
"Sayang," ucap Alfi.
"Kamu sudah sampai," tanya Riga.
"Sayang itu makanan apa? kamu memakan makanan sembarangan," ucap Riga.
"Hahaha aku jauh dari mu, ini kesempatan untuk ku agar aku bisa memakan makanan yang aku suka. Jika ada kamu pasti aku tidak bisa makan," kata Alfi.
"Sayang sudah cukup itu saja, jangan makan makanan yang lainnya. Abis itu pulang ya," ucap Riga.
"Jangan percaya dengan Riga, dia akan pergi dengan ku, kami akan bertemu dengan wanita wanita seksi."
"Sempat saja dia melakukan nya, akan aku potong burung nya," ancam Alfi.
"Hahaha lakukan saja, siapa nama istri mu Riga?"
"Nama nya Alfi, jelek kan nama nya sama seperti orang nya, susah sekali memberikan ku jatah," ucap Riga.
"Sayang kamu sudah berani ya," kata Alfi.
"Hahaha maaf sayang aku bercanda," ucap Riga.
__ADS_1
"Aku akan bernyanyi untuk kamu," kata Riga.
"Cantik."
"Iya sayang aku memang cantik," saut Alfi
"Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu...
"Oo cantik.."
"Iya Riga jelek."
"Bukan ku ingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu..."
"Sudah sudah dasar bucin," ucap Aldy.
"Kau diam saja lah." Riga sangat kesal karena kesenangan nya di ganggu oleh Aldy.
Setelah menghubungi ayang nya. Riga dan Aldy pergi ke kamar Putri, Aldy sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Putri yang pasti sudah jauh lebih baik dari pertama kali mereka bertemu.
"Putri," ucap Riga.
"Hay Riga." Putri meletakan handphone nya.
"Sudah bisa bermain handphone," tanya Riga.
"Sudah Terima kasih Riga."
"Ini Aldy teman ku, dia ingin berkenalan dengan mu," ucap Riga.
"Wah dia bisa aku goyang."
__ADS_1