Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 36 S2


__ADS_3

"Mana nomor mu," tanya Riga.


"Untuk apa," tanya balik Tiffany.


"Sudah berikan saja pada ku," jawab Riga.


Tiffany memberikan nomor nya pada Riga, ia yakin Riga akan memberikan nomor nya pada Roger. Boro boro ia mau di jodoh kan dengan Roger, melihat nya saja Tiffany sudah merasa kesal.


"Dia sangat jauh dari dulu, sekarang terlihat sangat cantik dan seksi. Apa karena dulu aku bully yang membuat nya berubah seperti ini."


Setelah pertemuan itu, Riga meminta Roger untuk mengantarkan Tiffany pulang.


"Kau bagaimana," tanya Roger.


"Aku? untuk apa kau memikirkan ku, Aldy nanti menjemput ku," jawab Riga.


"Kau yakin aku pergi mengantarkan nya," tanya Roger.


"Hey emang aku mau kau antar, jangan berharap aku mau ya," ujar Tiffany.


"Tiffany, aku loh yang meminta izin pada ayah mu, aku tidak mau terjadi apa apa pada mu, jadi sudah jangan membuat semua orang repot," kata Riga.


"Riga aku tidak meminta mu untuk aku repot kan, aku bisa pulang sendiri," ucap Tiffany.


Riga mengambil handphone nya, ia menghubungi seseorang agar Tiffany mau di antar oleh Roger.


"Halo paman, Tiffany tidak mau di antar pulang," kata Riga.


"Katakan pada nya, jika tidak mau, jangan pulang."


"Iya paman." Riga mematikan sambungan telepon itu.


"Jadi kau tidak mau di antar pulang. Kata ayah mu tadi, jika kau tidak mau di antar kan pulang oleh Roger kau tidak boleh pulang ke rumah."


"Kau sangat licik Riga, aku tidak percaya jika Alfi bisa menikah dengan mu. Ayo siapa yang mau mengantarkan ku." Dengan perasaan yang sangat kesal Tiffany bangkit dari atas kursi nya.


"Roger tunggu apa lagi cepat sana," ucap Riga.


"Iya iya. Kau memang yang paling bisa." Roger langsung pergi menyusul Tiffany.


Tiffany sudah di depan mobil Riga, dengan wajah yang kesal ia membiarkan Roger membuka kanya pintu mobil.


"Cepat lah," ucap Tiffany.


"Hey aku bukan pelayan mu," kata Roger.


"Kalian yang ingin mengantarkan ku pulang."


Saat mereka pergi meninggalkan kafe. Aldy dan Putri sampai di kafe itu, mereka hanya berselang waktu beberapa detik saja. Jika sampai mereka bertemu, mungkin hal besar akan terjadi.


"Kamu sejak kapan ke kota, bukan nya dulu di desa," tanya Roger.


"Sejak kau membully ku, karena mu aku harus pindah ke kota dan beradaptasi di kota," jawab Tiffany.


"Maafkan aku, dulu aku memang sangat nakal, aku tau aku salah, itu hanya masa lalu, aku sudah jauh berubah dari kehidupan ku yang dulu. Bukannya normal masa remaja seperti itu."

__ADS_1


"Hmmmm," gumam Tiffany.


"Kamu memaafkan ku," tanya Roger.


"Putar balik," ucap Tiffany.


"Kamu masih belum memaafkan ku," tanya Roger.


"Kau salah arah, ini bukan arah ke rumah ku," jawab Tiffany.


"Oh maaf, kenapa tidak bilang dari tadi." Roger memutar balik mobil nya. Ia yakin cepat atau lambat Tiffany pasti dapat memaafkan nya.


Di kafe Aldy dan Riga sedang membicarakan hal penting. Banyak yang ingin Aldy bicara kan pada Riga tetapi nyali nya belum cukup untuk mengatakan itu semua.


"Ada apa," tanya Riga.


"Aku ingin meminjam uang," jawab Aldy.


"Ha kau sudah kehabisan uang, bagaimana bisa?"


"Banyak yang harus aku siapkan, kau tega melihat teman mu mengontak rumah terus menerus," tanya Aldy.


Aldy meminjam uang pada Riga bukan untuk berfoya-foya, ada hal yang ingin ia selesai kan. Hal besar yang mungkin akan merubah hidup nya. Ia sudah tidak sanggup hidup dalam kebohongan seperti ini.


"Jangan katakan pada Putri," kata Aldy.


"Dimana dia," tanya Riga.


"Kamar mandi," jawab Aldy.


"10," jawab Aldy.


"Hanya 10 juta," ucap Riga.


"Kata siapa 10 Triliunan," kata Aldy.


"Kau ingin membuat ku miskin," ucap Riga.


"Ayolah, aku tau kau sudah menyelesaikan proyek triliunan."


"Aldy itu uang yang banyak, aku mungkin bisa memberikan mu 100 M, tidak perlu kau ganti. Ya memang uang ku cukup untuk meminjamkan mu. Tapi untuk mengeluarkan nya tidak mudah. Kakek dan ayah ku pasti banyak bertanya."


"Riga aku mohon, hanya kau yang bisa membantu ku," kata Aldy.


"500 M, sudah cukup. Aku tidak bisa meminjamkan mu, aku memberikan nya pada mu," ucap Riga.


"Aku harus kemana mencari kekurangan nya," kata Aldy dengan lemas.


Sebenarnya ada hal yang ingin Aldy lakukan, sebelum ke tempat ini, ia sudah pulang ke rumah ayah nya. Dan mereka berdua sudah mendapatkan kesepakatan yang tepat.


Sebelum nya....


Dengan wajah memerah karena takut Aldy masuk ke dalam ruangan ayah nya, ia sudah tidak sanggup lagi seperti ini. Rasa cinta nya pada Putri benar-benar sudah membulat.


"Ayah ada yang ingin aku katakan," kata Aldy.

__ADS_1


"Hmmm," ucap Lucas.


"Sebenarnya aku sudah menikah dengan wanita lain," kata Aldy.


"Apa!!! kau tidak berbohong kan," tanya Lucas sambil bangkit dari tempat duduk nya.


"Tidak, aku sudah menikah yah, aku benar-benar sudah menikah siri dengan seorang wanita, aku sudah tidak sanggup lagi. Terserah ayah ingin mengusir ku, ingin mengeluarkan dari alih waris aku tida peduli," jawab Aldy.


"Bajingan kau, aku akan membunuh wanita itu."


Aldy bergerak mendekati Lucas dan memeluk kaki ayah nya, ia tidak tau lagi harus melakukan apa.


"Ayah aku Mohon, aku tidak bisa hidup bahagia jika seperti ini, hiks hiks hiks."


"Lalu Karina bagaimana bodoh, perusahaan ayah nya menyuntik dana yang besar ke perusahaan kita. 10 Trilyun Aldy. Kau ingin membuat keluarga kita hancur."


"Ayah kembalikan saja yah, aku Mohon demi kebahagiaan ku ya," ucap Aldy.


"Tidak bisa," kata Lucas.


"Jika kau ingin hidup bahagia, kau kembalikan uang itu, aku tidak ingin ikut campur. Dana yang di suntikan sudah digunakan perusahaan, tidak mungkin bisa di kembalikan," ucap Lucas.


"Oke yah, dalam waktu dekat aku akan mengembalikan uang itu," kata Aldy dengan sungguh-sungguh. Ia mengusap air mata nya dan pergi meninggalkan ruangan ayah nya.


Selesai...


"Untuk apa al, aku tidak bisa melakukan nya," kata Riga.


"500 M tidak papa Riga, aku sangat berterimakasih pada mu," kata Aldy.


"Coba pinjam pada istri ku, orang tua nya jauh lebih kaya dari mu, perusahaan kakek nya bergerak di bidang komersil," ucap Riga,


"Aku tidak enak pada nya."


"Ada teman ku, aku yakin uang segitu tidak ada apa apa nya untuk nya. Kau tau Vins grup, perusahaan raksasa."


"Iya aku tau," kata Aldy.


Riga mengambil handphone nya, ia kembali menghubungi Nathan setelah sekian lama. Ia tau Nathan sedang sangat sibuk karena ia akan menggantikan ayah nya. Itu yang membuat mereka tidak pernah bertemu lagi.


"Ahhh Riga," teriak Nathan.


"Hahah aku merindukan suara mu ini, kau dimana," tanya Riga.


"Aku baru saja kembali ke Indonesia, hanya satu hari, tapi aku ingin sekali bertemu dengan mu," jawab Nathan.


"Bagus sini lah, di kafe tempat biasa nangkrong," kata Riga.


"Hmmm seperti nya bisa, aku ke sana sekarang," ucap Nathan.


"Kau mengenal nya," tanya Aldy.


"Kami bestie, hahaha aku sudah sangat lama tidak bertemu dengan nya. Kau tau dia saingan ku untuk mendapatkan Alfi. Bayangkan aku bersaing dengan pewaris utama perusahaan raksasa."


"Dan akhirnya kau yang menangkan."

__ADS_1


"Jelas Riga," kata nya dengan sangat bangga.


__ADS_2