
"Dari mana saja kau, sudah lama kau tidak pulang," tanya Marvin.
"Itu bukan urusan mu Marvin, ayolah urus saja istri mu yang sedang hamil itu, aku juga menunggu kedatangan nya," jawab Nathan.
"Kau susah membuat daddy khawatir, mana Nathan yang aku kenal dulu, kau benar-benar berubah Nathan."
"Hahaha ya aku memang berubah, aku sangat kesal dengan setiap masalah yang menghampiri ku, sudah lah aku ingin istirahat." Nathan pergi meninggalkan Marvin, Nathan tidak kembali ke rumah beberapa hari karena ia pergi ke suatu tempat untuk menenangkan perasaan nya. Alfi wanita yang sudah mencuri perhatian nya malah menikah dengan sahabat nya sendiri. Demi menjaga persahabatan nya Nathan harus berpura-pura tidak papa. Meskipun hati nya terasa sangat sakit.
"Nathan," bentak Vino.
Nathan terus berjalan tanpa menghentikan langkah kaki nya. Hal itu benar-benar membuat Vino kesal. Ia berlari mendekati Nathan dan langsung memukul wajah Nathan.
"Bajingan," ucap Vino.
"Daddy." Nathan memegang wajahnya yang terasa sangat sakit.
"Kau mau menjadi anak durhaka," tanya Vino.
__ADS_1
"Apa maksud daddy, kenapa daddy sering memukul ku."
"Kau yang membuat ku marah," kata Vino sambil membantu Nathan bangkit. Setelah memukul Nathan ia pasti merasa menyesal.
"Tidak perlu," ucap Nathan sambil menepis tangan daddy nya.
"Nathan, kau kenapa? apa yang membuat mu kesal sampai tidak ada kabar beberapa hari, kau pikir aku tidak khawatir pada mu, oke kau tidak memperdulikan ku, tapi mommy mu bagaimana?"
"Aku sedang ada masalah, nanti aku minta maaf pada mommy." Nathan berjalan pergi meninggalkan daddy nya.
"Kau salah Nathan aku lebih menyayangi mu dari pada yang lainnya, kau yang utama untuk ku, tapi semakin aku memanjakan mu sikap mu pasti semakin kurang ngajar pada ku. Kau salah cemburu pada Calvin," batin Vino.
Di perusahaan Riga dan Alfi sedang bersiap siap untuk makan siang. Alfi sibuk menutupi lehernya dengan make up, beberapa tanda Riga berikan beberapa menit lalu, jika tidak ia tutupi pasti akan terlihat dengan jelas.
"Sudah sayang," tanya Riga.
"Sudah, ayo aku sudah sangat lapar," jawab Alfi.
__ADS_1
Tanpa Riga minta Alfi langsung menggandeng tangan suami nya. Ia sudah terbiasa dengan hal itu.
"Sayang aku suka ini," kata Riga.
Saat keluar dari ruangan itu, tiba-tiba ada wanita berlari mendekati Riga, saat dekat ia langsung memeluk Riga dengan sangat erat.
"Aku sangat merindukan mu Riga," ucap wanita itu.
"Carisa, ini kau wow, aku juga sangat merindukan mu." Riga melepaskan tangan Alfi dan membalas pelukan itu.
"Bagaimana kabar mu? sudah sangat lama kita tidak bertemu," tanya Carisa.
"Aku sangat baik? bagaimana dengan mu? lebih baik kita makan bersama saja, pasti lebih enak berbincang bersama."
"Iya kebetulan aku sangat lapar."
"Ayo Alfi." Nathan dan Carisa melangkahkan kaki nya, meninggalkan Alfi yang masih kebingungan.
__ADS_1
"Apa maksud nya ini, dia bahkan tidak memperkenalkan ku sebagai istri nya," batin Alfi dengan wajah yang kesal