
"Berapa usia mu Al," tanya Laksmi.
"Berapa ya, 23 atau 22 aku lupa bu, seperti nya si masih 23 tahun," jawab Alvaro.
"Hey kau sendiri tidak tau berapa umur mu," tanya Melanie.
"Aku hanya lupa, tapi kayak nya si 23," jawab Alvaro.
"Wah beda jauh dengan Melanie," kata Laksmi.
"Berapa umur mu," tanya Alvaro.
"19 tahun," jawab Melanie.
"Apa!! kau masih bocah, aku nikah dengan bocah," ucap Alvaro.
"Enak saja bocah, beberapa minggu lagi aku 20 tahun. Hanya beda 3 tahun kita," kata Melanie.
"Ibu apa tidak papa aku menikah dengan Melanie yang masih terlalu muda," ucap Alvaro.
"Ya tidak papa, dia susah dewasa, pemikiran nya sudah jauh lebih dewasa dari umur nya," kata Laksmi.
"Kalian langsung punya anak kan," tanya Laksmi.
"Hehehe itu tidak tau bu, kami baru kenal. Mungkin tidak semudah itu untuk memutuskan. Kami ingin menjalankan semua nya seperti air mengalir saja bu, ya kalau Tuhan sudah menyatukan kami berdua dan memutuskan untuk mempunyai anak, pasti itu akan terjadi."
"Dia benar-benar berkata seperti itu, tidak seperti Alvaro yang aku kenal," batin Melanie.
"Itu dengar Melanie, suami mu dewasa sekali. Jangan pernah menolak keinginan suami mu, dia pasti ingin hanya saja dia tidak ingin menyakiti mu, berikan apa yang sudah menjadi hak nya," ucap Laksmi.
"Iya mah," kata Melanie.
"Hahaha kau dengar, apa siap lubang tokek mu aku jebol," bisik Alvaro.
Tangan Melanie langsung meremas paha Alvaro, bisa bisa nya Alvaro berbisik seperti itu saat seperti ini.
"Bagaimana masakan ibu enak," tanya Laksmi.
"Sangat enak bu, aku sangat suka, sama seperti masakan nya Melanie. Hanya saja ini tidak pedas, cocok dengan ku yang tidak bisa memakan makanan pedas."
"Melanie berarti kau merasakan Alvaro masakan pedas. Dia tidak bisa memakan nya, kau tidak tau atau sengaja."
"Aku tidak tau, dia makan dengan lahap. Dah setelah itu sakit perut. Ya aku mana tau," ucap Melanie.
"Tidak papa bu, nama nya juga belum terlalu saling mengenal," kata Alvaro.
"Sial seperti nya dia ingin membuat ku salah di mata mamah, begitu cara bermain mu Alvaro," batin Melanie.
Hari semakin malam. Besok sore pernikahan Alvaro dan Melanie. Karena sudah malam sekali Alvaro memutuskan untuk pulang ke rumah. Seperti yang mamah nya katakan di rumah tadi, Melanie tetap ikut dengan nya pulang.
"Ibu tidak ikut," tanya Alvaro.
__ADS_1
"Ibu besok akan datang dengan bapak. Melanie jangan aneh aneh ya. Hormati suami mu yang baik ini," kata Laksmi.
"Iya mah, kami pergi dulu. Mamah jangan sampai terlambat besok," ucap Melanie.
"Iya sayang, hati hati," kata Laksmi.
Di perjalanan pulang, Melanie melihat Alvaro seperti senyum senyum sendiri. Hal itu membuat Melanie curiga jika Alvaro sedang merencanakan sesuatu pada nya.
"Kau kenapa," tanya Melanie.
"Tidak ada, aku hanya membayangkan bagaimana cara nya aku membobol nya. Apa muat," jawab Alvaro.
"Al jangan berpikir ke sana. Berhenti berpikir yang jorok jorok."
"Tadi kau seperti ingin meninggi kan diri mu agar mendapatkan pujian mamah ku," ucap Melanie.
"Iya dong, sebagai menantu yang baik itu harus seperti itu. Dan sekarang aku sudah mempunyai predikat yang baik di mata mamah mu," kata Alvaro.
"Dasar penjilat," ucap Melanie.
Sesampainya di rumah Alvaro dan Melanie masuk ke dalam kamar masing-masing. Saat masuk ke dalam kamar Alvaro mendengar suara benturan ke dua kulit seseorang. Suara aneh lainnya juga terdengar dengan jelas. Dengan cepat Alvaro mendekati arah suara itu.
"Daddy," ucap Alvaro.
"Al." Dengan cepat Riga menarik Alfi ke dalam pelukan nya dan menutup tubuh Alfi dengan selimut.
"Mamah sedang apa di atas tubuh daddy," tanya Alvaro dengan sangat polos, iya belum koneksi dengan apa yang terjadi.
"Tapi...
"Tidak ada tapi tapi al, cepat sana," ucap Riga.
Dengan wajah yang kebingungan Alvaro pergi meninggalkan kamar nya sendiri.
"Aku benar-benar sangat malu, kamu si sudah aku katakan sudah cukup satu ronde minta lagi," ucap Alfi.
"Ya mana aku tau Alvaro pulang jam segini," kata Riga.
"Mana aku posisi di atas lagi, ahhh ini sangat memalukan," ucap Alfi.
"Sabar sayang, dengan begini Alvaro jadi tidak polos polos amat. Dia tau juga kalau mamah nya bisa liar juga," kata Riga.
Sebenarnya Riga juga sangat malu tapi mau bagaimana lagi, semua nya sudah terjadi. Mereka berdua tertangkap basah oleh anak sendiri.
"Melanie," ucap Alvaro.
"Iya masuk."
Alvaro masuk ke dalam kemar Melanie. Ia masih mencerna apa yang orang tua nya lakukan tadi. Jangan jujur Alvaro belum mengerti sama sekali dengan apa yang telah terjadi.
"Ada apa al," tanya Melanie.
__ADS_1
"Aku tidur sini, kamar ku di pakai mamah daddy ku," jawab Alvaro.
"Tapi kita kan belum menikah."
"Besok juga menikah." Alvaro membuka baju nya, menyisakan kaus dalaman. Setelah itu ia langsung berbaring di atas ranjang.
"Hadeh."
"Ha apa mungkin mereka sedang membuat anak, ya itu mereka memang melakukan hal itu terjadi. Hahaha aku sudah tau," ucap Alvaro dengan sangat senang.
"Kenapa al," tanya Melanie.
"Tadi aku melihat sesuatu yang luar biasa," jawab Alvaro.
Melanie yang tidak tau apa apa hanya menggelengkan kepala nya. Lalu ia ikut berbaring di samping tubuh Alvaro.
"Selamat malam al, aku tidur duluan," ucap Melanie.
"Malam." Alvaro menarik Melanie dan memeluk nya. Dingin dingin seperti ini memang sangat enak berpelukan.
"Alvaro," ucap Melanie.
"Diam ini sangat dingin memang enak berpelukan," kata Alvaro.
"Alvaro itu apa yang keras," tanya Melanie.
"Hahaha itu adik ku dia terbangun tadi, jangan banyak bergerak nanti dia malah semakin bangun dan kau aku makan," jawab Alvaro.
Keesokan harinya. Persiapan pernikahan mereka berdua sudah di mulai. Dekorasi berwarna putih memenuhi taman sampai dengan kolam renang Pernikahan mereka akan dilaksanakan di outdoor.
"Daddy katakan apa yang terjadi tadi malam," tanya Alvaro.
"Apa!! tidak terjadi apa apa," jawab Alvaro.
"Kata siapa tidak terjadi apa apa, tadi malam aku melihat mamah di atas daddy. Goyang pulak itu."
Dengan cepat Riga langsung menutup mulut Alvaro Bisa bisa nya Alvaro berkata seperti itu. Itu sangat berbahaya jika orang lain mendengar nya.
"Kau lupa apa yang daddy katakan kemarin, membuat adik untuk mu."
"Oh itu, jadi itu proses membuat anak," ucap Alvaro.
"Hahaha itu lah, kau juga bisa seperti itu besok," kata Riga.
"Besok, nanti malam," kata Alvaro.
"Hahaha langsung jadi al," tanya Riga.
"Tidak ah, aku tidak tau. Mamah ternyata liar juga ya," ucap Alvaro.
"Hahaha memang begitu Al, nanti istri mu juga akan seperti itu.
__ADS_1