
Siang hari nya. Kali ini Alvaro belajar memasak untuk istri nya, ia sudah membuat kaki Melanie terluka, walaupun sedang terluka Melanie masih mau melayani diri nya dengan berbagai macam gaya yang ia suka. Saat ini Alvaro ingin membalas kebaikan yang Melanie berikan pada nya. Ia memasak makanan simpel untuk sang istri.
"Satu dua tiga." Alvaro memasukan ayam ke dalam wajan yang berisi minyak panas. Tangan nya sudah menyediakan temeng pelindung agar minyak panas itu tidak mengenai nya.
"Hahaha bagus bagus," ucap Alvaro.
Selagi menunggu ayam itu matang. Alvaro menyusun nasi putih secantik mungkin di atas piring. Ia hanya memasak ayam goreng saja, tidak ada hal yang bisa ia masak selain ayam goreng. Itu pun tanpa menggunakan bumbu bumbu. Alvaro berpikir lebih baik tanpa menggunakan bumbu karena lebih sehat, dari pada menggunakan bumbu dan rasa nya malah kacau.
"Ting... tong..." Suara bel apartemen nya.
"Siapa si." Agar makanan nya tidak gosong Alvaro mengecilkan api kompor dan melihat siapa yang datang berkunjung.
"Selamat siang," ucap Ivan.
"Kau, ku kira siapa," kata Alvaro.
"Hahaha aku datang membawakan berbagai macam makanan, abang si yang meminta ku untuk membawakan makanan untuk kalian."
"Masuk lah, aku sedang memasak." Alvaro berlari ke dapur, ia takut makanan nya malah gosong.
"Memasak, tumben sekali," kata Ivan.
Ayam yang Alvaro masak sudah matang. Ia mematikan kompor dan mengangkat nya.
"Ayam goreng, untuk apa? lebih baik kau pesan KFC atau mc'd," ucap Ivan.
"Untuk istri ku lah, aku ingin menjadi suami yang baik untuk nya," kata Alvaro.
"Wih sakti, hanya ayam dong, mana sambel nya," tanya Ivan.
"Iya ya, kalau tidak ada sambal mana enak. Tapi aku tidak tau cara membuat sambal," ucap Alvaro..
"Cabai, bawang merah dan putih, halus kan sudah jadi," kata Ivan.
"Tidak tau cara menghaluskan nya. Ada yang mudah kenapa harus ribet." Alvaro membuka kulkas dan mengambil saus.
"Nah itu tau, terus makanan ku bagaimana," tanya Ivan.
"Itu untuk kita, aku kan hanya masak satu saja." Alvaro meletakan makanan yang ia masak di atas meja.
Setelah itu ia kembali masuk ke dalam kamar untuk memanggil istri tersayang nya.
"Sayang, sudah matang," ucap Alvaro.
"Kamu serius masak," tanya Melanie.
__ADS_1
"Iya dong, aku serius memasak," jawab Alvaro.
"Ayo kita keluar." Alvaro menggendong Melanie dan membawa nya keluar dari dalam kamar.
Melanie melihat Ivan sedang memperhatikan mereka berdua, ia jadi malu karena Alvaro begitu memanjakan nya. Melanie takut Ivan berpikir yang tidak tidak tentang mereka berdua.
"Wah habis berapa ronde al sampai KO begitu," tanya Ivan.
"Tidak banyak hanya dua," jawab Alvaro.
"Sayang jangan menjawab pertanyaan seperti itu, aku jadi malu," kata Melanie.
"Jangan malu, ayo makan."
Melanie menatap sepotong ayam ngenes dengan teman nasi putih. Melihat makanan di depan itu saja sudah membuat Melanie yakin makanan itu tidak memiliki rasa yang enak.
"Makan sayang, apa perlu aku suapi," ucap Alvaro.
"Melanie hargai masakan suami mu, dia saja sampai tidak makan," batin Melanie.
Melanie tersenyum pada Alvaro dan mulai memakan ayam itu. Untung saja ada saus yang sedikit memberikan rasa pada makanan itu.
"Makanan kita mana van," tanya Alvaro.
Melanie melihat ke arah Ivan dan Alvaro yang mengeluarkan berbagai macam makanan enak. Sangat berbanding kebalik dengan makanan yang ia makan sekarang.
"Sial itu sangat enak," batin Melanie.
"Wah kita makan besar," ucap Alvaro.
Tanpa memikirkan Melanie Alvaro memakan makanan yang Ivan bawa dengan sangat lahap. Melanie benar benar sudah tidak kuat. Ia makan makanan yang tidak enak seperti ini, sedangkan Alvaro memakan Makanan yang sangat enak. Ini sangat tidak adil
"Sayang." Melanie menggeprak meja sampai membuat Alvaro dan Ivan terkejut.
"Sayang kamu membuat ku terkejut, ada apa si," tanya Alvaro.
"Kamu bagaimana si, aku kamu suruh makan makanan seperti ini, aku pikir kamu tidak membeli makanan. Sedangkan kamu memakan makanan yang enak bersama Ivan, kamu tega pada ku," ucap Melanie.
"Hahaha baru mau aku bilang," kata Ivan.
"Hehehe maaf maaf, apa rasa nya tidak enak," tanya Alvaro.
"Sangat tidak enak, aku menghargai masakan kamu, tapi kamu malah seperti ini pada ku," jawab Melanie.
"Ya sudah makan lah, tunggu apa lagi. Aku saja tidak selera melihat masakan ku sendiri," kata Alvaro.
__ADS_1
"Nah begitu dong, jadi laki-laki itu harus peka," ucap Melanie.
Melanie langsung memakan semuanya dengan lahap. Sayup-sayup terdengar suara bisikan Alvaro dan Ivan. Melanie curiga mereka berdua sedang merencanakan sesuatu hal.
"Makan sayang," ucap Alvaro.
"Iya ini aku makan, kamu sedang membicarakan apa," tanya Melanie.
"Tidak ada sayang, kami berdua tidak membicarakan apa apa," jawab Alvaro.
"Tidak ada Melanie, aku hanya bertanya bagaimana cara mencari istri seperti mu, kata Alvaro kau itu hanya satu satunya, tidak ada dua nya, jadi tidak ada wanita seperti mu lagi," ujar Ivan.
"Oh itu pasti, adik mu ini sangat beruntung mendapatkan ku," ucap Melanie dengan sangat percaya diri.
"Sayang, nanti malam aku boleh pergi," tanya Alvaro
Alvaro memberanikan diri izin pada Melanie, ia sudah membuat perjanjian pada Melanie sebelum nya. Ia tidak boleh keluar malam lagi, mau izin ataupun tidak izin.
"Tidak ada keluar malam lagi Alvaro kamu sudah janji," ucap Melanie.
"Dengan ku Melanie, kau jangan khawatir aku akan menjaganya dengan baik, aku ingin memintanya untuk menemani ku bertemu dengan pacar ku, ya dengan pacar ku," ujar Ivan.
Alvaro sangat beruntung Ivan mau membantu nya, ia sangat berharap jika Melanie mengizinkan nya keluar. Hari ini ia akan melakukan banyak hal. Pertama ia akan mencoba mobil baru yang paman nya berikan. Yang kedua ia akan menghadiri pesta yang Bella adakan.
"Tidak boleh," ucap Melanie.
"Sayang aku mohon ya ya ya ya....
"Oke jam 7 pulang," kata Melanie.
"Sayang aku berangkat jam 6.30, waktu ku hanya habis satu jam saja."
"Ya sudah jam 9."
"Jam 11 sayang, aku akan pulang jam 11. Itu sudah cepat sayang, biasanya aku pulang jam 2-3 dini hari."
"Itu dulu, sekarang kamu sudah mempunyai istri, tidak ada pulang malam sekali. Jam 10.30," kata Melanie.
"Ya sudah iya, terimakasih cantik, cepat hamil lah jika baik seperti ini," ucap Alvaro.
"Sayang jangan membahasnya, sudah janji," kata Melanie.
"Iya iya, aku tak akan membahas nya lagi."
"Suami takut istri," ucap Ivan.
__ADS_1