
"Hehehe, sudah aku mau masak," ucap Alfi, di peluk Riga seperti ini membuat nya terasa aneh, ia tidak biasa melihat Riga yang manja seperti ini. Riga yang selalu ia lihat, Riga yang pemarah dan selalu mengatakan hal yang tidak tida pada nya.
"Masak yang enak." Riga mengecup leher istri nya dan kembali ke atas kasur. Ia benar-benar sangat mengantuk yang membuat nya enggan membantu Alfi memasak.
Alfi bergidik ngeri mendapatkan cinta seorang Riga. Ia tidak tau ini keberuntungan atau kesialan untuk nya. Alfi rasa Riga sudah mencintai sejak perjodohan kemarin tetapi Riga malu untuk mengatakan nya. Ia sedikit tersenyum sambil berjalan mendekati masakan nya.
Setelah selesai masak Alfi menghindarkan nya pada Riga. Riga yang masih terpejam langsung membuka mata nya saat mencium aroma wangi masakan dari Alfi. Dengan cepat Riga mengambil posisi agar Alfi bisa duduk di pangkuan nya.
"Alfi kenapa dengan cara berjalan mu," tanya Riga.
"Perih," jawab Alfi dan ntah kenapa ia malah duduk di pangkuan Riga, sesuai dengan keinginan Riga sendiri.
"Itu darah apa," tanya Alfi.
"Kesucian mu," jawab Riga.
"Lah bukan nya sudah waktu itu," tanya Alfi sambil menatap Riga aneh.
Riga tersenyum sambil menggelengkan kepala nya, hal itu membuat Alfi sadar jika malam kemarin malam pertama nya.
"Ahhkkk Riga jadi kemarin pertama untuk ku, rasa nya sakit sekali, pantas saja," rengek Alfi.
__ADS_1
"Hahaha kau tertipu kan, jika tidak begitu kau tidak akan mau, tapi kau puaskan."
"Tidak, kau jahat." Alfi mengerutkan bibir nya.
"Cup." Riga mengecup bibir Alfi.
"Jangan ngambek, nanti kita lakukan lagi. Nanti akan ku buat kau seperti tadi malam. Ah ah ah Riga sayang terus."
"Riga, jangan begitu aku malu." Wajah Alfi memerah sekali.
Memang apa yang di katakan Riga benar, ia ingat betul dengan rasa nikmat yang luar biasa itu. Awal nya memang terasa sangat sakit seperti ingin meninggoy tetapi akhirnya ******* nya lebih kuat di bandingkan Riga.
"Masak apa," tanya Riga.
"Suapin." Riga memeluk Alfi dengan erat dari belakang, tangan nya masuk ke dalam baju Alfi mencari kehangatan.
Alfi belum terbiasa dengan sikap Riga yang baru ini ia masih agak aneh saat Riga sangat manja pada nya. Tetapi Alfi berusaha untuk beradaptasi, kali ini memang Riga yang mencintai nya bisa jadi lusa atau hari selanjutnya ia yang mencintai Riga, dunia memang terus berputar.
"Jadi begini jika tuan muda sudah bucin ya, hahaha memang terasa sangat aneh ya," kata Alfi.
"Aku mencintaimu." Riga sudah tidak canggung lagi mengatakan kata cinta, kalau sudah cinta dimana dan kapan pun tetap cinta.
__ADS_1
"Iya iya aku tau itu," ucap Alfi sambil menyuapi tuan muda makan.
"Sayang, setelah ini kamu mau berkemah," tanya Riga.
"Itu yang aku tunggu, aku mau, aku ingin tidur di atas tanda," jawab Alfi.
"Kalau begitu kamu tidur sendiri saja, aku malas."
"Kata nya kau cinta, tapi tidak mau menemani ku." Alfi terlihat kesal saat Riga mengatakan hal itu.
"Sayang, ya aku mana mungkin tidur di atas tanda, aku ingin tidur di dalam nya."
"Iya itu maksudku, tuan muda kita cukup lemot ya."
"Tidak papa, asalkan kuat di ranjang." Riga kembali mencium wajah istri nya.
"Bagaimana kamu puas kan, ya memang tidak sepanjang punya Nathan tapi ukuran nya lebih besar."
"Kamu tau punya Nathan," tanya Alfi.
"Tau lah, aku sangat dekat dengan nya, kanu pernah olahraga lima jari bersama. Milik nya lebih panjang beberapa cm dari ku tetapi lebih berurat punya ku.".
__ADS_1
" Cukup jangan membahas nya lagi."
"Jadi kalau kamu hamil, kita jual kan anak nya, aku takut dia mirip dengan ku."