
Riga sudah mendarat di pulau itu, ia kembali menghubungi orang nya untuk mengetahui posisi Alfi saat ini. Terlihat dengan jelas wajah Riga sudah tampak pucat, perut nya terasa perih karena belum ia isi sana sekali sejak kemarin. Untuk makan pun ia masih tidak selera. Ia harus bertemu dengan istri nya terlebih dahulu baru lah ia bisa makan dengan lahap.
"Oke di Vila atas bukit," ucap Riga.
Riga menyewa kendaraan untuk ke tempat Vila itu. Saat sedang dalam perjalanan hujan badai turun tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat seorang Riga.
Di Vila Alfi sedang sibuk memasak makanan, makanan yang berasal dari buah buahan yang ia petik tadi. Sambil memasak Alfi juga memakan buah itu, rasa nya benar benar sangat manis semanis senyuman Riga di pagi hari.
Roger masih tidak habis pikir kenapa Alfi berada di tempat ini, Alfi sedang hamil dan tidak ada keluarga yang ikut. Ia yakin sedang ada masalah Alfi dengan keluarga nya.
"Pria yang mendapatkan nya sangat beruntung, sudah cantik, pandai memasak, dan terlihat sangat berkelas."
"Roger sini lah, coba kamu rasakan makanan ini enak tidak," ucap Alfi.
"Iya tunggu." Roger berjalan mendekat Alfi.
Roger mencoba berbagai macam makanan yang Alfi buat. Ternyata rasa tidak seenak penampilan. Yang penampilan nya bagus terasa sangat tidak enak, begitu juga dengan sebaliknya, yang penampilan nya biasa saja malah terasa sangat enak.
"Bagaimana rasa nya," tanya Alfi.
"Boleh aku jujur," tanya Roger
"Boleh dong," jawab Alfi.
__ADS_1
"Maaf ya, yang ini, ini dan ini terasa sangat aneh. Kalau yang ini sangat enak,x ucap Roger.
"Ya gagal dong, coba saja ada Riga pasti aku suruh dia menghabiskan semuanya tanpa sisa."
Riga sudah sampai di Vila tempat Alfi berada, dalam keadaan hujan deras, tanpa payung Riga keluar dari dalam mobil. Ia ingin memastikan jika Alfi benar-benar ada di Vila itu atau tidak.
"Sayang," teriak Riga.
Suara Riga tersamarkan dengan suara air hujan. Beberapa kali ia berteriak tetapi Alfi masih tidak mendengar suara Riga.
"Nona ada seseorang pria di luar sana, seperti nya dia sedang mencari nona," kata pelayan yang melihat Riga.
"Riga, bagaimana mungkin dia sampai sini," ucap Alfi sambil berjalan untuk melihat apakah pria itu benar-benar Riga atau tidak.
"Alfi aku di sini, buka sayang," teriak Riga.
Riga masih gigih di luar sana, ia yakin Alfi sudah tau ia datang. Riga tetap berdiri dengan tegap meskipun kepala dan perut nya terasa sangat sakit. Rasa sakit di perut nya semakin sakit saja.
"Sayang tolong maafkan aku, keluar sayang." Riga yang awal nya berdiri jatuh ke lantai, tubuh nya gemetar hebat. Kepala nya terasa sangat sakit dan tak lama Riga jatuh pingsan.
"Nona dia bisa Hipotermia, ini sangat berbahaya untuk nya," kata Roger.
"Bawa dia masuk," ucap Alfi.
__ADS_1
Roger membawa Riga masuk ke dalam rumah. Alfi menyiapkan selimut yang tebal untuk suami nya. Ia tidak tau harus mengganti pakaian Riga dengan apa, ia tidak membawa pakaian suami nya, bahkan pakaian nya.
"Hmmmm bagaimana ini, aku bisa pinjam pakaian mu," ucap Alfi.
"Bisa nona," kata Roger dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Alfi melepaskan semua pakaian suami nya, kemudian ia menyelimuti tubuh Riga dengan selimut yang sangat tebal. Ia tidak menyangka jika Riga sampai senekat ini, pakaian yang Riga pakai masih sama seperti pakaian yang ia lihat terakhir.
"Panggil dokter," ucap Alfi saat melihat Roger kembali masuk ke dalam kamar nya.
"Sudah nona, seperti nya dia akan demam," ucap Roger.
Alfi cukup khawatir dengan keadaan Riga, ia belum siap menjanda jika Riga terkena apa apa. Ia memang marah pada Riga tetapi ia belum siap Riga pergi meninggalkan nya begitu saja. Apalagi hanya karena kehujanan seperti ini.
Tak lama dokter yang Roger panggil datang. Ia langsung memeriksa keadaan Riga. Dokter mengeluarkan infus karena Riga kekurangan energi.
"Lambung nya kosong, seperti nya dia belum makan sejak kemarin," kata dokter.
"Riga kenapa kamu bodoh sekali," ucap Alfi.
Jika sudah selesai ini, marah pun tidak ada guna nya. Alfi benar-benar sangat khawatir dengan Riga, ia sangat takut Riga terkena apa apa karena ulah bodoh Riga sendiri.
"Setelah dia bangun, langsung beri dia makan tetapi dengan makanan yang lembut saja, seperti buah buahan yang mudah di cerna," ucap dokter..
__ADS_1
Alfi dan yang lainnya pergi meninggalkan Riga sendiri di dalam kamar nya, mereka ingin memberikan waktu untuk Riga agar dapat istirahat dengan sangat tenang.
"Dia suami mu," tanya Roger