
"Hahaha, belum waktu nya bagaimana, memang kau saja yang lemah," ucap Riga.
"Riga jangan merusak kebahagiaan ku, sudah ya jangan ganggu aku," kata Aldy.
Saat ini Aldy memang benar-benar sedang bahagia, ia akan lepas dari jeratan ayah nya. Ia bisa keluar dari rumah dan hidup dengan bahagia. Untuk pekerjaan ia bisa melakukan apapun, banyak teman yang bisa menolong nya. Perusahaan milik Riga juga pasti mau menerima nya.
Sesampainya di rumah mereka berdua mampir sejenak. Sebenarnya Aldy takut jika Putri bertemu dengan Roger, ia yakin Roger dan Putri memiliki hubungan di masa lalu sampai Putri Mengingat nama Roger.
"Dimana Roger," tanya Aldy.
"Sedang pergi mengantar seseorang, mungkin dia jalan jalan dulu," jawab Riga.
Putri langsung memalingkan wajah nya saat mendengar nama Roger, ia takut bertemu dengan Roger yang pasti akan Memperkeruh suasana. Putri tidak ingin hal terjadi.
"Sayang ayo pulang," ucap Putri.
"Kenapa buru buru," tanya Riga.
"Ah aku tau, aku sudah janji untuk menggempur nya malam ini, ya sudah kami pulang dulu ya. Bye bye." Aldy langsung membawa Putri ke mobil. Ini kesempatan baik untuk nya, dengan Putri mengajak pulang mereka jadi tidak akan bertemu dengan Roger.
Kamu duluan masuk mobil, aku ingin ke toilet sejenak," ucap Aldy.
"Jangan lama lama." Putri berjalan menuju mobil.
Saat ia masuk ke dalam mobil. Ia melihat satu mobil mendekati mobil nya. Seorang pria keluar dari dalam mobil, pria itu mengingatkan Putri terhadap seseorang.
"Ahhkk." Putri memegang kepala nya yang terasa sakit. Otak nya kembali flashback saat sedang bersama dengan pria itu.
"Roger," ucap Putri.
Putri ingin sekali bertemu dengan Roger, tetapi jika ia bertemu dengan Roger sekarang seperti yang tidak ia pikirkan tadi akan terjadi masalah besar. Dua orang di dalam hidup nya akan bertengkar hebat.
Saat Roger melintasi mobil nya. Putri menundukkan kepala nya, ia tidak mau Roger melihat nya sekarang.
Roger melihat seorang wanita di dalam mobil itu, tetapi ia hanya cuek karena ia juga tidak tau siapa wanita itu. Jika mengintip dari kaca mobil ia akan di cap pria cabul.
"Roger," ucap Aldy.
__ADS_1
"Al, kau di sini," kata Roger.
"Iya aku menganggarkan Riga, kau baru pulang kencan ya."
"Hahaha tidak, itu mobil mu, aku melihat seorang wanita di dalam mobil mu. Dia siapa istri atau selingkuhan mu?"
"Hahaha dia istri ku. Mana mungkin aku berani selingkuh dari nya."
"Oh istri mu, ayo aku ingin berkenalan dengan nya."
"Maaf Roger tidak bisa, bukan apa apa ya. Istri ku sedang ehem, kau tau lah pengantin baru. Tidak tau tempat."
"Hahaha iya iya aku paham, pantas saja dua menunduk tadi. Kau mau pulang?"
"Iya aku mau pulang, aku harus pergi, lain kali kita berbicara lagi." Aldy langsung pergi meninggalkan Roger.
Aldy yakin Putri melihat Roger, ia sengaja bersembunyi dari Roger karena mereka berdua saling kenal. Putri hanya belum mau jujur ke pada nya.
"Sayang," ucap Aldy sambil masuk ke dalam mobil
"Sudah siap, ayo pergi."
"Tidak, tadi aku mengambil handphone ku yang jatuh, jadi tidak melihat nya."
"Oh begitu, ya sudah ayo kita pulang."
Roger masuk ke dalam kamar nya dengan perasaan yang aneh. Ia bingung harus melanjutkan hidup nya seperti apa. Tetap berharap dengan Putri atau mencari pengganti yang jelas jelas sudah ada.
"Hahaha aku seperti berharap pada Tiffany, padahal dia tidak mau dengan ku," ucap Roger.
"Kakak." Jolie masuk ke dalam kamar Riga.
"Ada apa? kau belum tidur."
"Belum, aku tadi jalan jalan ke mall, hahaha di sini sangat enak. Oh iya bang aku bertemu dengan pria yang mirip dengan kak Riga, apa dia abang nya," kata Jolie.
"Oh itu paman Varo, bukan dia bukan abang nya Riga tapi ayah nya Riga, kau mau dengan ayah nya Riga. Hahaha usia nya masih 39 tahun, dua kali lipat dengan usia mu."
__ADS_1
"Wah masih terlihat sangat muda, siapa yang tidak mau dengan nya, sudah tampan kaya raya. Hahaha aku mau dong."
"Hahaha tapi kau tau istri nya sudah tiga, kau mau menjadi istri ke empat nya?"
"Apa!! istri ke empat, apa aku bisa mendapatkan keadilan. Ah aku pikir pikir lah, aku mah mau nya menjadi istri satu satunya nya."
"Jika tidak mau jangan merusak hubungan yang ada, jika mau Terima saja yang ada. Tidak repot kan. Sudah yah jangan ganggu aku, aku ingin istirahat," ucap Roger.
Jolie keluar dari kamar Roger dengan perasaan yang kecewa, ia pikir Varo masih singel ternyata sudah beristri 3, ia mana mungkin mau menjadi istri ke empat Varo.
"Aku tidak pernah melihat istri nya, rumah ini memang terlalu besar," ucap Jolie.
Aldy mengantarkan Putri pulang ke rumah. Ia ingin langsung ke rumah ayah nya untuk menyerahkan cek senilai 10 Trilyun.
"Kamu pulang lagi tidak," tanya Putri.
"Iya aku akan pulang lagi, sudah kamu istirahat saja dulu, nanti kalau aku gempur lagi, agar tidak lemas," ucap Aldy.
Di rumah Aldy, keluarga Karina sudah berkumpul, mereka sudah tau jika Aldy sudah menikah dengan orang lain, hal itu benar-benar membuat mereka marah besar. Ayah Karina ingin meminta pertanggung jawaban dari Lucas.
Lucas benar-benar pusing dengan kelakuan anak nya, ia bingung harus mengatakan apa pada ayah Karina.
"Ayah aku tidak mau pisah dengan Aldy. Aldy saja yang pisah dengan istri sirih nya itu."
"Bagaimana Lucas, kau harus bertanggungjawab, kami sudah memberikan nada yang sangat besar, dan anak mu malah seperti ini."
"Tenang lah, jangan seperti ini, kita akan bicarakan semuanya dengan baik baik, jangan dengan suasana hati yang buruk."
Aldy berjalan masuk ke dalam rumah nya. Ia cukup senang melihat keluarga Karina sudah berada di rumah nya. Ini kesempatan besar nya untuk melepaskan semua beban yang ia pikul.
"Aldy, sini kau, aku selalu membuat masalah. Ceraikan istri sirih mu itu, dan kembali pada Putri atau kau memulangkan uang 10 Triliun dari mereka," kata Lucas.
"Hahaha siap yah, aku sudah mendapatkan uang nya." Aldy memberikan cek itu pada Karina dan keluarga nya.
"Ayah aku tidak mau, aku tidak mau berpisah."
"Lucas bagaimana ini, kenapa jadi seperti ini."
__ADS_1
"Aldy kau jangan main-main," ucap Lucas.
"Ayah yang sangat untung untuk saat ini adalah ayah, ayah tidak kehilangan suntikan dana, aku yang membayar semua nya. Jadi untuk apa ayah sibuk seperti ini."