
"Syukurlah, aku sangat senang kamu hidup bahagia dengan suami mu yang sekarang. Aku tidak perlu menunggu mu lagi, semua nya sudah beres, aku bisa mengurus perceraian kita. Terimakasih telah mau memenuhi ku. Kamu tau ini hal yang paling aku nantikan selama hidup ku," ucap Roger.
"Roger maaf aku tidak bisa membalas perasaan mu lagi. Memang dulu aku sangat mencintaimu, tapi rasa cinta itu sudah di ambil oleh seorang pria yang sekarang menjadi suami ku. Aku benar-benar sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi. Aku berharap kamu mendapatkan wanita yang jauh lebih layak dari aku. Kamu pria baik, kamu rela mengikhlaskan wanita yang kamu cintai pada pria lain," kata Putri.
"Hahaha untuk apa aku mengekang mu, untuk apa aku memiliki diri mu tetapi aku tidak bisa memiliki hati mu, bukan nya itu sama saja bohong. Mundur bukan berarti kalah, aku hanya ingin melihat wanita yang aku cintai bahagia dengan kehidupan nya, melihat kamu bahagia juga menjadi kebahagiaan terbesar dalam hidup ku," ucap Roger.
"Hmmm kita memang sudah tidak bisa bersama tetapi kita bisa berteman kan." Roger berdiri dan menjulurkan tangannya.
Putri tersenyum pada Roger, ia membalas jabatan tangan itu dan memeluk Roger untuk yang terakhir kali nya.
"Kita masih bisa berteman kok, kamu jangan khawatir akan hal itu."
"Terimakasih, aku harus pergi." Roger melepaskan pelukan itu, ia memang sangat senang di peluk oleh Putri tetapi ia sadar diri akan statusnya saat ini.
"Aku harus pergi, kamu pulang dengan apa, apa aku antar," tanya Roger.
"Tidak tidak, aku akan lebih lama di sini," jawab Putri.
"Oke aku pulang dulu ya, maaf telah menganggu waktu mu., Sambil tersenyum Roger pergi meninggalkan tempat itu.
Beban di pundak nya seperti lepas, ia berjalan dengan hati yang sakit tetapi juga terasa plong. Ia sudah tidak perlu menunggu apapun lagi dan bisa mencari wanita yang bisa menerima nya. Roger yakin ada wanita yang lebih baik dari Putri yang bisa menerima nya dengan baik.
Roger kembali ke rumah untuk mengurus perceraian nya dengan Putri. Perceraian nya kali ini pasti lebih mudah, mereka belum melakukan hubungan suami istri, Roger tidak pernah memberikan nafkah pada Putri semua itu sudah cukup untuk mereka berdua berpisah. Dan sudah pasti Roger akan meminta bantuan dari Riga untuk menyelesaikan semuanya.
"Wah Roger sudah pulang, hahaha bagaimana?," ucap Riga.
"Selesai," kata Roger.
"Ha bagaimana bisa?"
"Hahaha dia sudah menikah, sudah lah, aku ingin melupakan semua nya. Bantu proses perceraian ku," kata Roger.
"Ah malas, aku akan menyewakan Loyyer untuk mu, kau sendiri yang mengurusnya dengan dengan Loyyer itu."
"Ha siap lah," ucap Roger.
"Ehem jadi bagaimana ini, kau sudah siap untuk mencari yang baru," tanya Riga.
"Siap dong, tapi seperti nya aku sudah menemukan incaran, hahaha Tiffany cocok tidak dengan ku,x tanya Roger.
__ADS_1
"Ah mantap, aku bisa menjodohkan mu dengan nya, ayah nya bisa kau dekatin."
"Siap lah, aku sudah ingin menikah lagi setelah semuanya selesai," kata Roger.
"Tapi masalah nya Tiffany ini, mau tidak dengan mu, kau saja selalu bertengkar dengan nya," ucap Riga.
"Kau tau kan, batu saja bisa berlubang jika terkena tetesan air secara terus menerus. Hati wanita tidak sekeras itu, aku bisa menaklukkan nya pasti," kata Roger.
"Hahaha kau sangat percaya diri, itu lah kenapa kau sangat nakal, dia sangat dendam pada mu, kau membuat nya ilfil pada mu."
"Itu masa lalu ku, jika aku tau dia akan jadi seperti ini, aku tidak akan membully nya," kata Roger.
"Jadi oke sip, kau mengejarnya," tanya Riga.
"Sip dong, apalagi yang aku tunggu," jawab Roger.
Dua pria ini memang sangat kompak, apapun yang terjadi seperti nya mereka berdua akan menjadi bestie tidak baik.
"Hallo," ucap Riga.
"Hmmm ada apa," tanya Tiffany.
"Diam, aku sedang di rumah, ada apa?"
"Oke Roger akan ke sana, dia ingin bertemu dengan ayah mu."
"Ya sudah ke sini, dia ingin bertemu ayah ku kan bukan dengan ku, jadi untuk apa mengubungi ku, kau membuang waktu ku," kata Tiffany sambil mematikan sambungan telepon.
"Hahaha dia sangat galak, kau harus berhati-hati pada nya, dan lagi kau harus mendekati ayah nya baru anak nya, kalau sudah mendapatkan restu ayah nya semua nya pasti akan lebih mudah."
"Kau sudah menghubungi ayah nya jika aku mau datang," tanya Roger,
"Ah kau, semuanya aku yang melakukan nya. Aku menghubungi nya dulu."
"Hahaha begitu dong, kau kan bestie ku, teman mu bahagia kau juga bahagia," kata Roger.
"Sstt diam," ucap Riga yang sedang menghubungi ayah nya Tiffany.
"Halo paman," sapa Riga.
__ADS_1
"Iya Riga ada apa?"
"Paman ingin bertemu dengan calon mantu tidak, dia akan datang ke rumah paman untuk berkenalan dengan paman."
"Wah mau dong, suruh saja dia datang, paman sedang di rumah dan ada Tiffany juga."
"Oke paman, aku tutup ya." Riga mematikan sambungan telepon itu.
"Bagaimana," tanya Roger.
"Beres, sana pergi," jawab Riga.
Putri menghubungi Aldy untuk menjemput nya di mall, ia ingin tau apakah Aldy bisa meninggalkan pekerjaan nya atau tidak demi diri nya. Ia sangat berharap memilih pria yang tempat untuk hidup nya.
"Halo sayang," ucap Aldy.
"Kamu dimana, aku sedang di mall, kamu bisa menjemput ku tidak?"
"Sayang kamu kenapa pergi tidak izin ke pada ku, kamu di mall mana aku jemput sekarang yah."
"Hehehe maaf, aku kirimkan alamat nya ya. Aku tunggu di restoran lantai dasar."
Putri tersenyum senang Aldy langsung mau menjemput nya. Seperti nya memang Aldy pria yang tepat untuk diri nya.
Aldy sudah selesai mengurus perceraian nya dengan Karina, mereka hanya tinggal persidangan dan menunggu keputusan dari hakim saja.
Sesampainya di mall itu, Aldy langsung ke tempat Putri berada. Ia tidak tau kenapa Putri pergi ke mall tanpa meminta izin pada nya.
"Sayang kamu ngapain di sini, kamu pergi tida izin pada ku lagi."
"Hehehe maaf sayang jangan marah seperti itu, aku hanya ingin bertemu dengan seseorang tadi, dengan teman lama ku, dia membantu ku mengingat semua masa lalu ku," ucap Putri.
"Jadi kamu sudah ingat semua nya," tanya Aldy.
"Hmmm hampir semuanya," jawab Putri.
"Ah aku tidak mau itu terjadi, jangan ingat apapun, kamu cukup mengingat ku saja."
"Hahaha iya iya, aku hanya mengingat mu saja," ucap Putri.
__ADS_1
"Ya sudah karena sudah ada di mall, kita belanja yuk. Kamu harus lebih banyak membeli baju haram," kata Aldy.