Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 16 S2


__ADS_3

Alfi hampir memetik semua buah buahan yang ada di dalam kebun itu, terlihat dengan jelas Alfi sangat senang dan dapat melupakan semua masalah yang sedang ia hadapi. Wajah Riga enyah sesaat dalam pikiran nya.


"Kamu sedang hamil," tanya Roger.


"Iya aku sedang hamil, aku harus banyak makan buah buahan," jawab Alfi.


"Jadi kamu sudah menikah?"


"Ya kalau aku sedang hamil berarti aku sudah menikah," kata Alfi.


"Hahaha iya maaf, mau hujan sebaiknya kita segera pergi dari sini, takut nya ada petir yang menyambar," ucap Roger.


"Iya kamu benar, sangat gelap."


Alfi dan Roger pergi meninggalkan kebun buah itu. Alfi sudah tidak sabar ingin membuat berbagai macam makanan dari buah yang ia petik. Jika ada Riga pasti Riga lah menjadi korban nya untuk mencoba makanan yang ia buat.


"Kamu tinggal di Vila ini?"


"Iya nona, saya berada di belakang Vila, jadi nona tidak perlu takut dengan saya," ucap Roger.


"Bagus, kami ikut aku ke Vila, kamu akan mencoba makanan yang aku buat."


"Saya???..."


"Iya kamu, aku sedang hamil tidak boleh mencoba sembarangan makanan," ucap Alfi sambil tersenyum manis pada Roger, agar Roger mau menjadi korban nya Alfi berusaha tersenyum semanis mungkin.


Aldy sudah bersiap-siap untuk kembali pulang ke rumah. Ia membiarkan Putri yang sedang tertidur dengan lelap di atas kasur. Dari malam sampai pagi sudah tidak terhitung berapa ronde yang mereka berdua habiskan.


"Sayang aku harus pergi," ucap Aldy.


"Kamu mau pergi kemana," tanya Putri.


"Kerumah orang tua ku, ingat ini rumah kita. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau, memasak, bersih bersih apa saja lah. Semua perlengkapan sudah tersedia. Ini aku tinggalin kamu uang jika ingin membeli hal yang kamu mau, di bawa ada supermarket."


"Hati hati, jangan lama lama aku tidak mau kamu pergi lama lama."


"Iya sayang, nanti malam aku sudah kembali pulang," ucap Aldy.


Setelah izin pada istri nya Aldy langsung pulang ke rumah. Jarak apartemen dengan rumah nya cukup jauh sekitar 2 jam perjalanan. Waktu itu dapat ia persingkat jika ia melewati tol.


Sesampainya di rumah Aldy langsung di sambut dengan mamah serta ayah nya yang sudah rapi. Mereka berdua sudah siap untuk pergi ke rumah Kirana.


"Ayah mamah, aku tidak mau menikah dengan nya," ucap Aldy.


"Tidak mau tidak mau, sekali saja aku mendengar ucapan itu dari mulut mu. Benar-benar aku depak kau dari sini," kata Lucas.

__ADS_1


"Sudah sayang, ikutin saja apa yang papah kamu katakan, jangan membantah nya. Sekarang kamu mandi, pakai pakaian yang sudah mamah sediakan," ucap Dian.


"Iya mah." Aldy naik ke kamar nya.


Setelah selesai bersiap siap mereka bertiga langsung pergi ke rumah Kirana.


"Ini cincin untuk kalian nanti, simpan," ucap Dian.


"Bagus aku berikan pada Putri," batin Aldy.


"Kalau hilang bagaimana?"


"Jangan sampai hilang," ucap Dian.


"Pah mampir ke toilet umun, aku sudah tidak tahan," ucap Aldy.


"Kau ya!! selalu saja membuat ku kesal."


Mau tidak mau Lucas menghentikan mobilnya di toilet umum. Sebenarnya Aldy tidak benar-benar ingin membuang air, ia hanya ingin membuat drama yang seperti nya sangat menyenangkan untuk nya.


Aldy keluar dari dalam mobil, ia langsung berlari menuju toilet. Tak lama Aldy kembali dengan wajah yang panik, drama baru akan segera di mulai.


"Mah yah, cincin nya masuk ke dalam toilet," ucap Aldy.


"Aku tidak sengaja, ya mau bagaimana lagi, tidak mungkin aku membongkar toilet itu," ucap Aldy.


"Kau tau bodoh, harga cincin itu hampir 1 m, masuk kita cari cincin baru," kata Lucas.


Aldy cukup terkejut dengan harga cincin itu, ia sangat senang bisa menyimpan cincin itu dengan aman. Nanti malam ia akan berikan pada Putri.


Sebelum ke rumah Karina. Mereka mampir ke toko perhiasan terlebih dahulu. Mata Aldy tertuju pada kalung cantik yang sangat cocok jika Putri kenakan. Diam diam Aldy memesan kalung itu untuk istri tersayang nya.


"Sudah ini saja," ucap Lucas.


"Atm ya," kata Aldy.


"Pakai punya ayah, seharusnya kau yang membeli nya, kau yang menghilangkan cincin tadi," ucap Lucas.


"Sudah beru saja lah, dia juga tidak ada uang sebanyak itu," ujar Dian.


Aldy mengambil kartu milik ayah nya, ia juga menggunakan kartu itu untuk membayar kalung yang ia inginkan. Semua itu tanpa sepengetahuan ayah nya.


Setelah selesai mereka bertiga langsung menuju ke rumah Karina.


Sesampainya di sana, mereka langsung di sambut keluarga besar Karina, jika seperti ini Aldy yakin jika mereka berdua tetap akan menikah.

__ADS_1


"Sayang." Karina langsung memeluk Aldy dengan erat.


Ntah kenapa Aldy yang biasa nya lengket sana sini pada wanita menjadi tidak suka di peluk Karina, otak nya malah tertuju pada Putri yang sedang menunggu nya di apartemen.


"Sudah bawa Aldy ke kamar mu," ucap Robby ayah Karina.


"Aldy jangan lupa berikan cincin yang kita beli tadi, jangan sampai hilang lagi," ujar Lucas.


"Ayo sayang." Karina membawa Aldy ke kamarnya.


Di dalam kamar Aldy menepis tangan Karina. Ia sudah tidak memiliki perasaan apapun pada mantan nya ini.


"Jauh jauh dari ku," ucap Aldy.


"Aldy kenapa kamu jadi seperti ini si," tanya Karina.


"Bukan urusan mu." Aldy memilih duduk di sofa kamar itu.


"Mana cincin yang paman maksud," tanya Karina.


"Ini kau pakai sendiri," jawab Aldy sambil memberikan cincin itu pada Karina.


"Pakaikan atau aku akan melaporkan pada paman," ucap Karina.


Dengan wajah yang malas. Aldy memakaikan cincin itu pada Karina. Begitu juga dengan Karina yang memakaikan cincin di jari Aldy.


"Jangan harap aku akan memakai nya selalu, untuk apa si kau melanjutkan perjodohan ini. Bukan nya kau tau jika aku pria nakal yang suka tidur dengan banyak wanita," ucap Aldy.


"Itu sudah tidak masalah untuk ku, setelah kita putus aku tidak bisa melupakan mu, kamu yang terbaik untuk ku."


"Itu kau bukan aku, aku sudah tidur dengan banyak wanita setelah putus dengan mu," ucap Aldy.


"Aku tidak peduli sayang, yang penting kamu belum pernah tidur dengan ku. Aku ingin tidur dengan mu, sahabat ku berkata jika kamu sangat jago di ranjang."


"Siapa sahabat mu?"


"Jangan menjadi pelupa seperti itu sayang, kamu lupa saat pesta ulang tahun ku, kamu malah tidur dengan sahabat ku sendiri."


"Hahaha jadi kau sudah tau itu, terus kau kenapa masih mau dengan ku."


"Sudah aku katakan aku tidak peduli sayang, rasa cinta ku pada mu jauh di atas semua nya."


"Kau masih mau menikah dengan ku? aku akan membuat mu semakin hancur, aku bisa tidur dengan siapapun yang ku mau."


"Oh iya, kamu tidak akan bisa lari dari cengkraman ku sayang," ucap Karina.

__ADS_1


__ADS_2