
Riga keluar kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi, hanya saja rambut nya saja yang masih terlihat berantakan. Di dalam sana ia tidak menemukan sisir untuk merapihkan rambut nya.
"Sudah," tanya Alfi.
"Sudah dari mana, kau tidak melihat rambut ku berantakan," jawab Riga.
"Biasa saja, kau bisa mengambil sisir di meja ku, ada banyak sisir di sana, dari sisir rambut biasa sampai rambut kutu," kata Alfi.
"Kau berkutu," tanya Riga.
"Iya jangan dekat dekat dengan ku, jauh dari ku Riga," jawab Alfi. Ia tersenyum sinis di depan Riga yang membuat Riga bergidik ngeri.
"Kau cantik tapi menggelikan," kata Riga.
"Kau menyesal menikah dengan ku," tanya Alfi.
"Tidak, aku tidak pernah menyesali keputusan ku," jawab Riga.
Riga berjalan menuju meja make up Alfi, ia mengambil minyak untuk rambut nya, tidak tau minyak apa yang ia ambil yang penting rambut nya tetap rapi.
"Kau mau memakainya di rambut," tanya Alfi.
"Iya aku akan memakai nya di rambut, mau memakainya untuk ku?"
__ADS_1
"Tidak, aku hanya ingin memberitahu mu, kalau itu bukan minyak rambut, itu minyak untuk pergelangan agar tidak hitam," kata Alfi.
"Kalau aku pakai ini, jadi berwarna putih rambut ku, untung saja aku tidak memakainya," ucap Riga.
Alfi berjalan mendekati Riga, ia mencarikan minyak rambut untuk Riga. Kalau tidak salah ia merasa pernah menyimpan minyak rambut Daniel.
"Ini dia, kau bisa memakainya," kata Alfi.
"Oh iya, terimakasih Alfi." Riga mengambil minyak rambut itu dan langsung memakai nya.
"Bagus kan, itu milik Daniel." Alfi menutup mulut nya karena keceplosan, ia lupa jika Riga sangat membenci Daniel.
"Apa!!!." Riga menaikan alis nya.
"Apa penjelasan mu itu bisa aku Terima, dan kau tidak berbohong?"
"Hey tuan Riga, kenapa kau sangat pencemburu, kita baru saja menikah dan kau sudah seperti ini, belum kalau kita sudah memiliki anak."
"Aku tidak cemburu, dan aku tidak mau punya anak dulu, jangan paksa aku memiliki anak," kata Riga.
Alfi menahan tawa nya saat mendengar ucapan Riga, ia rasa Riga malah seperti wanita yang takut mempunyai anak. Bukan hanya Riga, malahan ia sendiri takut Riga unboxing.
"Kenapa, pasti otak mu sudah kotor kan," tanya Riga.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya merasa heran saja," jawab Alfi.
Setelah melewati beberapa perbincangan tidak jelas, Alfi dan Riga keluar dari dalam kamar, mereka berdua langsung menuju ruang makan untuk sarapan pagi.
"Selamat pagi," ucap Mereka berdua.
"Pagi," saut mereka semua.
"Bagaimana malam pertama mu Riga," tanya Ryan.
"Sangat lancar," jawab Riga.
"Wah jadi aku akan mempunyai cicit," ujar Alam.
"Tidak kek, aku tidak mau punya anak dulu, aku dan Alfi tidak melakukan apa apa. Kami berdua tidur dengan nyenyak," kata Riga.
Alam dan Ryan saling melirik, ternyata mereka berdua menemukan seseorang yang cukup aneh. Menantu pertama di keluarga ini engga mempunyai anak.
"Kau lakukan lah segera, jika tidak ingin punya anak dulu, kau bisa memakai pengaman," kata Alam.
"Pengaman? apa itu. Aku pakai tembak atau pistol, itu bisa membuat ku aman," tanya Riga.
"Ya ya ya, pakai lah," jawab Ryan.
__ADS_1
Si galak Riga ternyata pria yang cukup polos, Alfi cukup senang akan hal itu, ini kesempatan nya untuk selamat dari terkaman seorang Riga.