Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 111 S2


__ADS_3

"Enak," ucap Alvaro.


"Enak apa nya, kan hanya aku pegang," kata Melanie.


Melanie malah ******* ***** benda itu, hal itu membuat pemilik nya merem melek di buat nya.


"Sudah sudah aku tidak tahan, enak sekali," ucap Alvaro.


"Enak bagaimana, al bisa kau deskripsi kan," tanya Melanie.


"Tidak tau, enak saja begitu," jawab Alvaro.


"Kau tidak ingin mencoba nya, kata nya sosis alami ini enak loh," kata Alvaro.


"Enak? kau serius," tanya Melanie.


"Tidak tau, kalau mau tau coba saja," jawab Alvaro.


"Pakai mulut ku," tanya Melanie.


"Iya," jawab Alvaro.


"Ha apa muat al," tanya Melanie.


"Aku tidak tau, aku ingin melihat milik mu, mana," ucap Alvaro.


"Jangan di pegang ya, kadang sakit jika terlalu keras," kata Melanie.


Melanie bergerak lebih dekat ke arah Alvaro. Ia sedikit menyingkirkan junior Alvaro ke samping agar tidak terkena duduk oleh nya. Bisa patah jika sampai di duduki Melanie.


Melanie membuka beberapa kancing baju nya. Mata Alvaro sampai melongok melihat dada putih Melanie.


"Aku yang buka," ucap Alvaro.


"Ya sudah buka lah," kata Melanie.


Alvaro menurunkan kaca mata penutup itu. Mata nya terbuka dengan sangat lebar melihat seutuhnya dada putih Melanie. Ia merasa sangat gemas ingin memegang nya.


"Ini apa," Alvaro memegang pucuk nya.


"Alvaro pelan, sakit jika kuat," kata Melanie.


Alvaro menguap ngusap nya karena ia sangat penasaran. Melanie sampai merem melek merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan. Tubuh nya seperti tersengat listrik saat Alvaro mengusap ngusap nya.


"Pas itu tangan daddy ku begini di dada mamah."


Alvaro meremas nya dengan lembut, seperti apa yang ia lihat kemarin.


"Alvaro jangan," ucap Melanie.


"Kenapa jadi mengeras begini," tanya Alvaro.


"Aku juga tidak tau, sudah ah nanti ayah dan mamah melihat apa yang kita lakukan," jawab Melanie sambil menutup nya kembali.

__ADS_1


Alvaro belum bisa menaikkan celana nya karena adik nya malah semakin bangun. Ia cukup mengalihkan pikiran nya agar adik nya kembali tertidur dengan pulas.


Setelah perkenalan gila itu mereka pun lanjut makan buah-buahan yang telah dipotong. Alvaro masih membayangkan apa yang dia lakukan tadi, rasa nya aneh dan ia ingin mengulanginya lagi di rumah.


"Jadi tidak kita lomba berenang," tanya Melanie.


"Jadi donk, aku akan mengalahkan mu," jawab Melanie.


"Oke alvaro jika aku menang aku boleh melakukan apapun yang aku mau dan kau menuruti apa yang aku mau."


"Begitu juga dengan ku, jika aku menang kau harus menuruti apa yang ku mau tidak ada membantah seperti sebelumnya," ucap Alvaro.


"Oke siapa takut," kata Melanie, ia tidak mungkin takut hanya dengan tantangan seperti ini.


"Berapa lama perjanjian itu kita laksanakan," tanya Melanie.


"Jangan di sini, saat di kota saja nanti. Pasti akan lebih seru karena dia sudah tinggal sendiri. Aku bisa memerintah mu seenak yang aku mau," jawab Alvaro.


"Oke ayo kita lakukan."


"Jangan menangis jika kau kalah," kata Alvaro.


"Aku tidak akan menangis alvaro," ucap Melanie.


Sebelum berlomba Alvaro memegang kembali dada Melanie. Tetapi Melanie langsung menipis nya.


"Kau pelanggaran," ucap Melanie.


Melanie dan alvaro mendekati Riga, karena Riga yang akan menjadi juri mereka berdua.


"Sudah siap bermesraan nya," tanya Riga.


"Apaan sih dad. Kami berdua akan melakukan lomba renang dan daddy yang akan menjadi juri. Daddy jangan curang, jadi juri yang jujur," kata Alvaro. Ia takut Riga malah memihak Melanie.


"Kalian berdua memang ada-ada saja, untuk apa kalian melakukan lomba ini," tanya Riga.


"Ya karena ingin saja, daddy tidak perlu tau," jawab Riga.


"Silahkan lakukan apa yang kalian katakan."


Alvaro dan Melanie pun mulai berlomba, Alvaro pikir Melanie tidak bisa berenang sepandai dirinya. Ternyata Melanie sangat pintar berenang, Alvaro saja sampai ketinggalan jauh. Dan bisa dipastikan Alvaro kalah telak dari Melanie.


"Pemenangnya melanie." Riga berteriak dengan cukup keras.


"Tidak tidak ini belum selesai," ucap Alvaro, ia tidak terima jika diri nya kalah dari Melanie.


"Belum selesai apanya Alvaro, kau sudah kalah," kata Melanie, ia heran kenapa Alvaro sangat sulit menerima kekalahan nya.


"Aku belum kalah Melanie, itu tadi hanya awalan saja. Hanya pemanasan belum pertandingan sesungguhnya."


"Kau pikir bisa mengakali ku." Melanie yakin jika Alvaro memiliki rencana yang tidak tidak. Itu sebabnya Alvaro meminta pertandingan nya di ulang.


"Aku tidak mengakali mu. Memang pertandingan nya belum di mulai. Sekarang kita bertanding sesungguhnya."

__ADS_1


"Oke kalau kau tidak menyerah, aku terima semuanya tapi kali ini jika kau kalah jangan mengeles lagi." Melanie yakin jika pertandingan nya di mulai lagi ia tetap menang. Alvaro tidak bisa berenang dengan baik.


"Kali ini aku akan menang," ucap Alvaro dengan sangat percaya diri


Alvaro sudah berniat curang pada pertandingan ini. Iya tidak mau menuruti apa yang Melanie inginkan. Jadi harus menang bagaimanapun caranya.


"Satu dua tiga mulai," Riga berteriak dengan keras.


Mereka berdua pun kembali berlomba, agar tidak tertinggal Alvaro memegang pakaian Melanie. Setelah dirasa cukup jauh ia menarik Melanie ke belakang, barulah ia berenang secepat mungkin


"Yeaaa aku menang," Alvaro berteriak dengan sangat keras, iya sangat senang akhirnya memenangkan perlombaan ini.


"Kau curang Alvaro," kata Melanie.


"Aku tidak curah emang ada peraturannya pertandingan ini," tanya Alvaro.


Alvaro sudah menang dan ia tidak mau mengalah meskipun memang ia curang.


"Kau menarik baju ku kau curang seharusnya aku yang menang," ucap Melanie.


"Aku tidak curang Melanie, tidak ada peraturannya bukan, iya kan dad tidak ada peraturannya," tanya Alvaro.


"Iya sih sebelumnya tidak ada peraturan yang kalian tetapkan. Iya jadi pertandingan ini tetap sah dan Alvaro pemenangnya."


Riga sudah tau niat busuk Alvaro. Sebagai lelaki ia sangat mengerti.


"Hahaha aku pemenang Melanie, ingat perjanjian kita tadi."


Melani hanya diam dia tau kedua orang ini sudah bekerja sama. Percuma juga iya protes tidak akan ada hasilnya.


"Ya sudah, mau bagaimanapun kau tetap menang aku tidak bisa protes semuanya sudah kau rencanakan bukan."


"Hahahaha tidak Melanie. Semuanya menang karena keberuntungan ku, jangan marah ya. Daddy aku ingin berbicara berdua," kata Alvaro.


"Ya ya ya ya ya terserah mu," ucap Melanie.


Alvaro dan Riga menjauhi istri istri mereka berdua.


"Daddy hmmm kalau melakukan itu harus dimulai dari mana," tanya Alvaro.


"Melakukan apa," tanya Riga.


"Itu loh, melakukan itu," jawab Alvaro.


"Ah iya, oh itu, jadi kau belum melakukan nya," tanya Riga.


"Belum bagaimana aku melakukan nya, aku saja tidak tau. Aku hanya memegang megang tubuh nya, itu sangat mengasikkan," jawab Alvaro.


"Begini Alvaro, apa sebelumnya kau pernah berciuman," tanya Riga.


"Belum, tapi saat aku mencium Melanie semuanya berjalan dengan insting ku," jawab Alvaro.


"Nah itu semuanya akan berjalan sesuai dengan insting mu, jangan takut langsung gas saja. Adik sudah siap untuk merasakan kenikmatan yang luar biasa ini," kata Riga.

__ADS_1


__ADS_2