Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 141 S2


__ADS_3

"Sekali lagi Maaf Alvaro, aku sangat tidak sengaja," kata Bella.


"Tidak papa, sudah jangan berlebihan."


"Sudah lanjutkan pekerjaan kalian ya, aku ada pekerjaan lainnya. Alvaro lain kali lebih berhati-hati," ucap Riga.


Riga pergi meninggalkan ruangan itu dan Alvaro kembali melanjutkan pekerjaan nya bersama dengan Bella. Jika sudah bekerja mereka berdua memang sangat cocok, ke dua nya pintar dan cepat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.


Sore hari nya, Alvaro sudah bersiap siap untuk pulang ke rumah, ia sudah sangat lapar dan ingin memakan masakan istri nya.


"Mau makan Al," tanya Bella.


"Iya aku sudah sangat lapar, tapi di rumah saja lah, mana tau istri ku sudah memaksakan ku makanan," jawab Alvaro.


"Ya padahal aku ingin mengajak mu ke tempat makan baru, banyak makanan enak di sana," kata Bella.


"Oh iya istri ku meminta ku untuk membeli makanan untuk nya, apa ada jajanan lampung," tanya Alvaro.


"Jajanan kampung, istri mu orang kampung?"


"Ya begitu lah, ada tidak di sana, kalau tidak aku ingin mencari nya di tempat lain," kata Alvaro.


"Maybe ada, kenapa tidak pergi ke sana saja dulu," ucap Bella.


"Hmmm tidak lah, aku rasa di perjalanan ke apartemen ada di pinggir jalan. Ya sudah aku pulang dulu, jangan lupa untuk besok." Alvaro berlari pergi meninggalkan Bella.


"Kau seperti seseorang yang sangat sulit untuk di gapai," kata Bella.


Alvaro membawa mobil nya pelan, ia beberapa kali berhenti untuk membeli makanan untuk istri nya. Ternyata di perjalanan pulang ke apartemen nya banyak yang berjualan makanan yang Alvaro cari.


"Sudah banyak." Alvaro langsung memutuskan untuk pulang.


Sesampainya di apartemen, hidup Alvaro di manjakan dengan aroma masakan Melanie yang sangat wangi. Ntah apa yang Melanie masak sampai mengeluarkan aroma yang sangat enak.


"Masak apa," tanya Alvaro yang membuat Melanie terkejut.


"Mas!! kamu mengagetkan ku," kata Melanie.

__ADS_1


"Hahaha mau masak apa," tanya Alvaro.


"Masak tu, nasi goreng saja. Stok bahan masakan sudah habis," jawab Melanie.


"Oh tidak usah berbelanja dulu, besok kita kan pergi ke Bali," ucap Alvaro.


"Oh iya aku lupa, kita ke Bali, tapi kan kita pergi untuk kamu bekerja bukan untuk liburan," kata Melanie.


"Bekerja sekalian liburan. Aku membawa Bella agar semua pekerjaan ku selesai lebih cepat. Nah setelah itu kita liburan bersama, aku ingin banyak menghabiskan waktu dengan mu," ucap Alvaro.


"Kamu mengajak Bella," tanya Melanie.


"Iya, ada yang salah?"


"Tidak ada, mas kamu suka jajan di luar tidak," tanya Melanie.


"Tidak terlalu suka, tapi tadi aku baru jajan."


"Ha, kamu jajan di luar???"


"Iya sayang ini aku membeli nya untuk mu." Alvaro memberikan jajanan yang ia beli tadi.


"Ada yang salah?"


"Tidak ada," kata Melanie.


"Ini makanan yang kamu minta," ucap Alvaro.


"Kamu benar-benar membeli nya untuk ku, tidak malu?" Melanie membuka bungkus makanan yang Alvaro bawa.


"Malu sangat malu, aku harus bergabung dengan emak emak bar bar, mereka ras terkuat di bumi. Padahal aku dulu yang datang dan memesan tetapi dengan power nya mereka menyingkirkan orang kaya seperti ku."


"Hahaha kekayaan mu, tidak berpengaruh di mata mereka. Jangan menganggap remeh kaum emak emak," kata Melanie sambil tertawa, tidak biasanya Alvaro bercerita seperti ini pada nya, ekspresi wajah Alvaro juga benar-benar sangat mendukung.


Keesokan harinya, dimana mereka akan pergi ke Bali. Bukan hanya mereka berdua yang akan pergi tetapi Pactrik dan juga Bella akan pergi juga bersama dengan mereka. Semenjak mempunyai istri, Alvaro hanya perlu membawa badan nya saja, semua perlengkapan nya di siapkan oleh istri nya. Jika tau seperti ini, Alvaro pasti akan menikah lebih cepat. Ia tidak tau jika semua istri tidak seperti Melanie.


"Sudah ayo," ucap Melanie.

__ADS_1


"Melanie kamu minum apa tadi," tanya Alvaro.


"Vitamin tubuh ku lemas, karena mu," jawab Melanie.


"Serius? kamu tidak sakit kan," tanya Alvaro.


"Tidak, ayo berangkat," ucap Melanie.


Mereka berdua pun berangkat ke bandara. Di sana sudah ada Pactrik dan Bella yang sedang menunggu mereka berdua. Pactrik mengenal Bella begitu juga dengan Bella yang juga mengenal Pactrik.


"Kau semakin tampan saja," kata Bella.


"Kau saja yang baru sadar, kau ikut Alvaro bukan karena maksud lain kan," tanya Pactrik.


"Maksud lain bagaimana, aku ikut mereka karena aku memang ingin membantu pekerjaan Alvaro. Lagi pula Alvaro yang meminta ku."


"Hahaha mungkin Alvaro masih tertarik dengan mu."


"Mungkin saja, aku cantik, pintar dan seksi siapa yang tidak tertarik dengan ku. Kau pun pasti tertarik dengan ku."


"Tidak..."


"Yakin tidak?"


"Sangat yakin, kau seperti wanita pinggir jalan di mata ku," kata Pactrik yang membuat Bella langsung terdiam seketika.


Tak lama Alvaro dan Melanie datang. Melanie berusaha tidak memandang wajah Pactrik. Ia memeluk tangan Alvaro dengan erat. Dengan demikian ia bisa menunjukkan pada Pactrik jika diri nya milik Alvaro. Jika di katakan memang benar rada cinta nya pada Pactrik masih ada, ia sudah lama bersama Pactrik dan tidak mungkin rasa itu hilang begitu saja.


Berbeda dengan Melanie. Pactrik malah tidak segan segan menatap wajar Melanie. Hal itu jelas membuat Melanie merasa sangat risih. Untung saja ada Alvaro yang seperti nya paham dengan situasi yang sedang terjadi.


"Ayo," ucap Alvaro.


"Ya ayo, kami menunggu kalian berdua," kata Pactrik.


"Kalian masih saling kenal kan," tanya Alvaro.


"Ya kenal lah, dia Bella wanita yang kau sukai dulu, tapi tidak kau dapatkan," jawab Pactrik.

__ADS_1


Alvaro langsung menatap Pactrik. Seperti nya memang Pactrik ingin mengibarkan bendera perang untuk mereka berdua.


"Jadi Bella itu wanita yang pernah Alvaro sukai, pantas saja mereka berdua terlihat dekat," ucap Melanie.


__ADS_2