
Perlahan Riga mendekati wajah Alfi, ia yakin Alfi sudah tidak bisa menolak nya lagi. Kali ini mereka berdua harus melakukan nya dimana pun sekarang mereka berdua berada.
"Kamu mau apa," tanya Alfi.
"Mau kamu lah apalagi," jawab Riga karena memang itu yang ia inginkan selama ini. Ia sudah sangat lama berpuasa.
"Hahaha kamu sudah tidak marah pada ku kan," tanya Alfi.
"Untuk apa aku marah pada mu, marah pada mu sangat merugikan ku," jawab Riga.
Riga mencium bibir Alfi dengan lembut, ia ingin membuat Alfi rileks agar Alfi tidak menolak nya lagi. Hitung hitung mengasah kemampuan nya dalam berciuman. Alfi memejamkan matanya, ia merasakan bagaimana Riga mengobrak-abrik rongga mulutnya. Lidah Riga mampu membuat sesuatu yang sudah cukup lama terpendam naik kembali.
"Katakan kamu mau atau tidak," tanya Riga, ia tidak bisa melakukan nya tanpa izin dari istri tercinta nya.
"Aku apa bisa menolak nya," tanya Alfi.
"Oh tentu tidak," jawab Riga.
"Ya sudah tunggu apa. lagi," ucap Alfi.
__ADS_1
Hari ini Alfi dibuat tidak berdaya oleh Riga. Ia tidak tau kenapa semua nya berlalu begitu cepat. Yang terpenting hari ini ia sudah berbaikan dengan Riga setelah ke salah pahaman yang telah terjadi.
Malam hari nya setelah pertempuran panjang itu. Alfi seperti seseorang yang pingsan, tubuh nya lemas tidak berdaya diatas tubuh suaminya. Sedangkan Riga seperti tidak terjadi apa apa. Satu kata yang ingin Riga katakan yaitu kurang, ya Riga masih kurang, ia ingin lagi dan lagi.
"Sayang bangun, mandi yuk," ucap Riga.
"Hmmm aku sangat lelah," kata Alfi.
Alfi memang benar-benar sangat lelah. Untuk bangkit saja ia merasa tidak bisa. Yang ia perlukan saat ini hanyalah beristirahat. Rasa nya ia ingin tidur sepanjang hari.
"Hahaha makasi sayang, goyangan kamu sangat memuaskan," ucap Riga
"Sayang, kamu tau kan kalau aku tidak cukup sekali," tanya Riga.
"Hmmm aku lelah, jangan ganggu aku," rengek Alfi.
"Hahaha iya iya, aku ingin keluar dulu, lapar kamu tunggu sini ya." Riga menurunkan Alfi dari tubuh nya. Setelah itu ia pergi keluar dari dalam kamar dengan hanya memakai celana pendek. Ia tidak peduli dengan orang yang ada di Vila ini, ini Vila milik Alfi berarti ini Vila milik nya juga.
Di luar Roger sedang bersama dengan wanita, bukan Selena tetapi adik Roger, mereka berdua melihat ke arah Riga yang turun dari tangga.
__ADS_1
"Siapa dia kak," tanya Jolie.
"Dia suami dari pemilik Vila ini," jawab Roger.
"Gila, tubuh nya sangat indah, sedang apa dia hanya memakai celana pendek seperti itu," batin Jolie.
"Jangan macam macam pada nya, dia seperti singa yang tengah tertidur," kata Roger.
"Lagi pula aneh, sudah malam begini keluar hanga menggunakan celana pendek seperti itu."
"Bukan aneh, dia pria beristri kau tau kan apa yang di lakukan pasangan suami istri malam malam begini," kata Roger.
"Tetap saja kan ada kita, apalagi aku wanita normal," ucap Jolie.
"Ya kau memang wanita normal, tapi kau masih belasan tahun, apa yang kau pikirkan," ucap Roger.
"Sama seperti apa yang wanita seumuran ku pikirkan lah," kata Jolie.
Riga yang tau menjadi bahan pembicaraan hanya diam tanpa mendekati mereka berdua, ia tidak kenal pada mereka berdua. Menurutnya lebih baik tidak mendekati mereka berdua. Mencari makanan adalah hal utama yang harus ia lakukan, ia sangat lapar setelah pertempuran panjang yang sangat ia inginkan sejak beberapa minggu lalu.
__ADS_1