Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 69 S2


__ADS_3

"Halo kek, iya suami ku yang aneh ini setuju," ucap Tiffany.


"Aneh? apa suami mu benar-benar aneh? aku belum pernah bertemu dengan nya sebelum nya," tanya Alam.


"Aneh kek, sangat aneh malahan. Nanti kakek juga akan bertemu dengan nya, jangan kaget ya," jawab Tiffany.


"Tunggu dulu, hmmm kalian di jodohkan," tanya Alam.


"Iya benar, nanti kakek bisa bicara banyak dengan nya. Dia yang tergila-gila pada ku, jika kakek tidak suka dengan nya makan saja," jawab Tiffany.


"Sayang kamu katakan aku aneh," ucap Roger.


Sambil menjulurkan lidah nya pada Roger. Tiffany mematikan sambungan telepon itu. Ia benar-benar heran kenapa mereka berdua bisa lebih dekat saat ini, ia juga sudah sering memanggil Roger dengan sebutan sayang.


"Kata kamu aku aneh." Roger menarik Tiffany ke pelukan nya.


"Memang aneh, apa aku salah?"


"Ya tidak si, kalau aku aneh kamu juga aneh. Kamu mau menikah dengan ku, mau tidur dengan ku, mau aku cium seperti ini, mau aku peluk."


"Aku terpaksa, jika menolak aku akan dikatakan istri durhaka," ucap Tiffany.


"Tiffany apa kau sudah memiliki perasaan padaa ku, kau sering mengatakan ku sayang, aku rasa kau sudah memiliki perasaan pada ku," kata Roger.


"Hahaha sudah ayo kita pergi, kau jangan terlalu percaya diri begitu," ucap Tiffany.


"Sayang," rengek Roger.


"Ih tidak malu, badan kekar, burung besar Tapi merengek seperti ini, ayo berkemas, kita akan pindah rumah. Kamu berkemas aku ingin berbicara dengan ayah ku dulu."


Tiffany melepaskan pelukan itu dan pergi berlari meninggalkan Roger.


Roger hanya menggelengkan kepala nya, mereka berdua sudah beberapa minggu bersama, mana mungkin Tiffany tidak mempunyai perasaan pada nya. Dia saja sampai bucin seperti ini pada Tiffany.


"Ayah," ucap Tiffany.


"Iya sayang ada apa, oh iya kau kapan ke rumah Riga, ayah mau ikut," kata Bram.


"Baru mau minta izin, kakek Alam meminta ku untuk tinggal di sana untuk sementara waktu. Nah ayah tidak mau bertemu dengan kakek?"


"Oke ayah akan ikut, tunggu ayah ya," ucap Bram.


"Ayah naik mobil sendiri saja, kan aku dan suami ku menginap," kata Tiffany

__ADS_1


"Ayah malas membawa mobil, ayah juga menginap Malam ini di sana," ucap Bram.


Di perjalanan ke rumah Riga, Tiffany meminta agar Roger berhenti di toko buah, ia ingin membawa buah buahan untuk keluarga Riga. Tetapi karena tida fokus Roger malah melawati toko buah langganan mereka.


"Ah Roger kau kelewatan," ucap Tiffany.


"Ha sudah lewat."


"Sudah kau tidak konsentrasi, bagaimana si," ucap Tiffany.


"Maaf kita cari toko buah di depan sana," kata Roger.


"Malas sudah tidak mood," ucap Tiffany.


"Tiffany Tiffany kau bagaimana si, membeli buah saja tidak mood. Jangan ngambekkan begitu dong, kasihan Roger nya."


"Itu dengar ayah, kamu sikit sikit ngambek pada ku, aku sampai bingung," ucap Roger.


"Biar, kamu menyebalkan," kata Tiffany.


Roger menghentikan mobil nya, lebih baik ia berbalik arah menuju toko buah itu dari pada mendengar rometan Tiffany.


"Hahaha Roger kau takut dengan istri mu," ucap Bram.


"Bahaya yah, dari pada jatah ku di potong, kan tidak asik," kata Roger.


"Belum yah, belum berani Tiffany nya, nanti saja lah, aku juga tidak ingin memaksakan lagi," kata Roger.


"Sudah Roger jangan kamu penjelas lagi, nanti tidak aku beri beri loh," ucap Tiffany.


"Hahaha iya iya, sudah jangan marah marah lagi."


"Tiffany kau tidak sopan ya, berhenti memanggil nama suami mu, panggil dengan sebutan yang lebih baik," kata Bram.


"Itu dengar ayah mu, kamu tidak sopan memanggil nama ku."


"Iya mas Roger, maafkan istri mu ini," ucap Tiffany.


Di rumah seperti biasanya, jika ada waktu luang mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Hampir dari mereka semua berada di ruang keluarga kecuali Jolie yang sedang istirahat. Pertengkaran Varo dan Jolie tadi memang berakhir di atas ranjang.


"Kau kenapa," tanya Warsa yang merasa ada hal yang mengganjal di wajah Roger.


"Tidak ada yah, aku hanya kepikiran Riga," jawab Varo. Varo malas menjawab pertanyaan Warsa dengan jujur. Sudah banyak masalah di keluarga nya. Jangan sampai masalah baru nya membuat semua nya semakin runyam saja.

__ADS_1


"Bagaimana Varo mendapatkan duan muda," tanya Alam.


"Mantap paman, hahaha tapi ya begitu harus saba dengan sikap labil nya," jawab Varo.


"Hahaha aku boleh bersenang-senang dalam pernikahan mu ini. Tapi ingat Riga dan Alfi ya, mereka membutuhkan dukungan mu dan kalian semua,x" ucap Alam.


"Selamat malam." Bram dan yang lainnya bergabung bersama mereka.


"Alfi." Tiffany langsung mendekati Alfi dan memeluk nya.


"Akhirnya kau datang juga, aku sangat kesepian," ucap Alfi.


"Kau tenang saja, aku akan tinggal di rumah mu, jadi kita akan selalu menghabiskan waktu bersama sepanjang hari," ucap Tiffany.


"Kau serius," tanya Alfi.


"Iya serius," jawab Tiffany.


"Terimakasih Tiffany, pasti sangat menyenangkan ada kamu," kata Alfi.


"Paman," ucap Bram.


"Apa kabar kau, aku pikir kau tidak ikut datang," kata Alam.


"Tidak mungkin paman, aku sudah lama tidak bertemu dengan mu," ucap Bram.


"Mana menantu mu," tanya Alam.


"Halo kek, salam kenal," saut Roger.


"Wah ini dia, kau sangat tinggi," kata Alam.


"Bagaimana menantu ku gagah bukan," tanya Bram.


"Sangat gagah, bagaimana sudah isi Tiffany," tanya Alam.


"Keguguran kek," jawab Tiffany.


"Yang sabar, berikan kesempatan suami mu untuk membuat nya lagi."


"Itu dengar sayang, aku ingin ke ruangan Riga dulu, aku ingin melihat bestie ku," ucap Roger.


Di dalam ruangan itu, Roger cukup sedih melihat Riga yang tidak mengalami perubahan sedikit pun. Luka bekas operasi nya sudah terlihat kering tetapi Riga masih belum sadar juga.

__ADS_1


"Riga cepat bangun lah, aku benar-benar menunggu mu bangun," ucap Roger.


Maaf ya author kurang produktif, bsk author akan bom up, InsyaAllah kalau tidak ada halangan. Senin akan upload Novel baru nya Nathan. Yang berjudul Wanita Pengikat Hati..


__ADS_2