Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 72 S2


__ADS_3

"Plok." Tamparan kecil mendarat di wajah Riga. Rasa sakit melahirkan masih berasa sampai sekarang tapi Riga sudah meminta membuat adik untuk Al. Memang mereka sudah lama tak melakukan hal itu tapi tidak begini juga.


"Kenapa Alfi," tanya Varo.


"Tidak ada yah, dia menyebalkan," jawab Alfi dengan senyuman.


"Kalian ya baru saja bertemu kembali sudah bertengkar saja," ucap Varo.


Dua hari telah berlalu, karena Alfi melahirkan normal ia tidak perlu terlalu lama berada di rumah sakit. Setelah semuanya di rasa baik baik saja Alfi dan bayi nya sudah di perbolehkan pulang sore hari ini.


"Kenapa kau mirip dengan ku si," ucap Riga


Rasa nya Riga jengkel melihat wajah Alvaro yang mirip sekali dengan nya. Ia jadi seperti membayangkan jika diri nya saat kecil seperti Alvaro. Gemuk dengan wajah yang cukup menyebalkan.


"Al kau ingin adik berapa? satu dua atau tiga," tanya Riga.


"Al setidaknya respon aku," ucap Riga.


Alfi hanya menggelengkan kepala nya melihat Riga yang mengajak Alvaro berbicara, padahal anak nya sedang tertidur dengan pulas. Bagaimana mungkin Alvaro bisa merespon daddy nya.


"Sayang dia masih tidur, perasaan tidur terus," ucap Riga.


"Ya nama nya anak kecil seperti itu," kata Alfi.


"Oh begitu, kamu saat aku tidak ada membayangkan aku terus kan, lihat wajahnya benar-benar seperti fotocopyaan ku," ucap Riga.


"Hahaha kamu ada ada saja, nama nya anak mu, dari burung mu dan benih mu, bagaimana mungkin dia mirip dengan Roger, itu kan terasa sangat aneh. Selingkuh dong aku nya," kata Alfi.


Riga kembali melihat ke arah wajah Alvaro. Di Pikir-pikir tidak ada salahnya juga Alvaro mirip dengan nya. Tangan Riga bergerak mencubit pipi cabi Alvaro, hal itu membuat Alvaro terkejut dan menangis."


"Sayang, kamu ada ada saja ya." Alfi mengambil Alvaro dan langsung memberikan nya asih.


"Dia sangat menggemaskan," ucap Riga.


"Seperti nya kau harus les menjadi daddy yang baik," kata Alfi.


"Untuk apa, sayang mau juga," ucap Riga.


Jakun Riga naik turun melihat anak nya yang sangat pandai dalam minum asi. Sama seperti diri nya yang benar-benar sangat pandai dan ganas.


"Mau mau ini jatah anak mu, selama dua tahun dia yang menguasai nya," ucap Alfi.


"Apa!! jadi aku kapan, kita harus membuat jadwal," ucap Riga.

__ADS_1


"Kamu pikir aku pelajaran kamu buat jadwal," kata Alfi.


Begitu lah sepasang suami istri ini, ada saja yang mereka berdua berdebat kan jika sudah bersatu kembali.


Di tempat lain Tiffany sedang menghubungi sang suami yang tidak kunjung pulang. Jujur meskipun Roger sangat menyebalkan tetapi ia sangat merindukan sosok suami nya itu.


"Halo sayang," ucap Roger.


"Kamu dimana," tanya Tiffany.


"Aku di hotel, di sini tengah malam sayang," jawab Roger.


"Riga sudah sadar, Alfi sudah melahirkan tetapi kamu belum pulang," ucap Tiffany.


"Maaf sayang, aku si ingin pulang. Apalagi sudah 5 bulan aku tidak mendapatkan jatah saat kamu keguguran. Aku butuh jatah, aku seperti tidak menikah," kata Roger.


"Terus kamu bermain wanita disana," tanya Tiffany.


"Jangan kan bermain wanita, bertemu dengan wanita saja jarang. Ayah benar-benar memfokuskan kami bekerja, agar semuanya cepat selesai dan kami bisa segera pulang. Kamu tenang saja karena ini hanya terkahir aku bekerja jauh, setelah ini aku fokus di kantor," ucap Roger.


"Hmmmm," gumam Tiffany.


"Kamu kenapa merindukan ku," tanya Roger.


"Hmmmm," gumam Tiffany.


"Janji," ucap Tiffany.


"Janji, sudah jangan bersedih seperti itu. Aku juga sangat merindukan mu, tapi mau bagaimana lagi tuntunan pekerjaan," kata Roger.


"Dimana dedek bayi Riga," tanya Roger.


"Riga dan Alfi sedang di rumah sakit, nanti sore baru mereka akan pulang," jawab Tiffany.


"Tiffany aku ingin anak," ucap Roger.


"Kalau ingin anak cepat pulang, bagaimana aku bisa hamil kamu saja tidak memberikan ku benih. Atau paketkan saja lah benih mu ke rumah, atau aku donwload saja lah."


Roger tersenyum mendengar celotehan Tiffany, ia tau Tiffany sedang bersedih, ia menutupi kesedihan nya dengan coretan tidak jelas seperti ini.


"Kamu sudah siap menerima sosis ku lagi," tanya Roger.


"Siap tidak siap lah, mau bagaimana lagi nama nya juga suami."

__ADS_1


"Hahaha benar. Anak Riga benar-benar sangat menggemaskan, wajah nya benar-benar mirip dengan nya," ucap Roger.


"Iya, tapi Riga nya malah tida suka, ia malah merengek seperti anak kecil, kamu tau lah bagaimana Riga kalau sudah merengek," kata Tiffany.


"Aku sudah tidak sabar bertemu dengan nya, apalagi dengan anak nya."


"Ya sudah kamu tidur saja sana, di sana sudah malam. Aku juga mau ke rumah sakit," ucap Tiffany.


"Sayang nanti," kata Roger.


"Apalagi," tanya Tiffany.


"Kamu di kamar sendiri kan," tanya Roger.


"Iya dikamar sendiri ada apa?"


"Buka," ucap Roger.


"Sayang," kata Tiffany yang sudah tau maksud suami nya.


"Ini cara ku untuk melepaskan nya sayang, dari pada aku bermain dengan wanita lain," ucap Roger.


Dan hal itu pun terjadi, memang lebih baik seperti ini dari pada Roger selingkuh dengan wanita lain.


Hubungan Jolie dan Varo semakin menunjukan kemesraan yang luar biasa. Varo sudah benar-benar berusaha untuk membimbing Jolie menjadi istri yang baik untuk nya. Maupun menantu yang baik di keluarga ini.


"Sudah siap," ucap Varo.


"Belum aku tak cara nya,"kata Jolie.


" Bagaimana tidak tau? kamu sudah amu sering belajari."


"Aku hanya pandai bergoyang sayang, cepat bantu aku," ucap Jolie.


Saat ini Jolie sedang belajar melempit merapihkan pakaian di dalam lemari. Sikit demi sedikit Jolie harus bisa menjalankan tugasnya sebagai sosok istri. Bukan hanya tentang ranjang tetapi tugas lainnya.


"Begini aku tidak suka ****** ***** ku di sentuh oleh pelayan, hanya kamu yang boleh melempitnya , kamu juga yang harus mencuci nya," ucap Varo.


"Iya iya, jangan kan ****** *****, isinya juga bisa aku cuci," kata Jolie.


"Wanita ini ya, kalau sudah jangan lupa periksa pakaian kerja ku. Jika ada yang sudah terlihat koyak atau jelek kamu letakan di keranjang pakaian rusak, aku tida mungkin memakainya lagi, nanti pelayan akan mengambil nya," ucap Varo.


"Aku lelah, perut ku berat sekali," kata Jolie.

__ADS_1


"Nanti aku pijat, sudah cepat lakukan jangan banyak alasan," ucap Varo.


Varo sudah kebal dengan berbagai macam alasan yang Jolie katakan, Jolie akan hanya menurut jika diberikan jatah


__ADS_2