Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 77 S2


__ADS_3

"Nat, anak ku, aku ingin memandikan nya," ucap Alfi.


"Oh iya, ini jangan berikan pada daddy nya, otak nya bisa terpengaruhi," kata Nathan sambil memberikan Al pada Alfi.


"Kamu ingin memandikan nya," tanya Riga.


"Iya emang kamu belum mandi," jawab Alfi.


"Hahaha sudah aku katakan, sudah baik, belum mandi pulak," kata Nathan.


"Kau diam lah, aku juga tidak melakukan apapun, jadi satu kali sehari sudah cukup," ucap Riga.


Alfi berjalan pergi meninggalkan Riga dan Nathan. Jika sudah bersama memang mereka berdua seperti itu. Tetapi jujur ia senang Nathan berkunjung ke rumah nya. Riga terlihat lebih sering tertawa, belakangan ini Riga memang suka berdiam sendirian, ia kehilangan teman temannya yang sedang sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing.


"Hey istri mu semakin wow saja, pasti sering kau gempur," ucap Nathan.


"Mata mu kau jaga ya. Tapi jujur memang iya, aku rasa dia semakin bohay saja. Tapi aku sudah hampir 5 bulan tidak menggempur nya. Bagaimana aku bisa melakukan nya, aku koma selama lebih dari 4 bulan. Saat sadar istri ku sudah melahirkan, dan harus menunggu sampai 40 hari lagi," kata Riga.


"Hahaha sudah seperti pepsodent dong, tidak pernah kau keluarkan. Sabar ya," ucap Nathan.


"Diam kau, aku baru 5 bulan sedangkan kau sudah 20 tahun, hahaha sabar ya. Jodoh tidak akan kemana," kata Riga.


"Sial, kau malah mengejek ku. Ngomong ngomong dimana anggota keluarga ini, kenapa sepi sekali si. Roger sudah kembali ke rumah nya?"


"Pertama ayah ku dan istri nya pergi ke luar negeri, kedua Roger sedang pergi bekerja di luar negeri sudah 2 bulan mungkin, aku juga tidak terlalu tau. Dan ketiga di rumah ini, hanya ada aku, istri dan anak ku serta Tiffany. Kakek pulang kalau ada keperluan saja," kata Riga.


"Pantas saja sangat sepi, agar kalian tidak kesepian aku akan menginap di rumah ini mungkin sampai besok," ucap Nathan.


"Nah begitu dong, kau tidak bekerja," tanya Riga.


"Bekerja si, sore nya aku langsung ke luar negeri tapi tidak papa lah. Aku juga sudah meminta izin pada ayah ku."


"Ayah mu saja, kau tidak meminta izin pada pacar mu?"


"Sial, kau mengejek ku?"


"Hahaha tidak tidak, aku hanya bercanda, aku tau kau jomblo," ucap Riga.


"Itu lagi ucapan mu benar-benar tajam. Aku tidak jomblo, aku hanya sedang ingin sendiri," kata Nathan.

__ADS_1


"Hahaha itu bahasa halus dari kata jomblo, sudah tidak papa."


Malam hari nya. Roger sudah sampai di Indonesia, setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya ia kembali ke tanah air tercinta. Roger dan Bram langsung ke rumah Riga untuk bertemu dengan Tiffany, kepulangan mereka berdua tidak ada yang tau selain Riga seorang. Roger ingin memberikan kejutan untuk istri tercinta nya.


"Pukul berapa," tanya Bram.


"1 dini hari, seperti nya mereka sudah pada tidur," jawab Roger.


"Apa kita menginap di hotel dulu, baru besok kita ke rumah Riga," tanya Bram.


"Tidak yah, kan ada satpam yang membukakan pintu untuk kita."


"Hahaha pasti kau sudah sangat merindukan istri mu kan, yang sabar ya, nanti juga akan bertemu dengan dia," kata Bram.


"Ayah tidak ingin seorang cucu," tanya Roger.


"Ingin lah, kau harus langsung membuat nya. Varo saja sudah punya cucu, masa aku belum mempunyai seorang cucu," jawab Bram.


"Yang sabar ya yah, aku akan membuat nya langsung. Tapi Tiffany sangat sulit di ajak berhubungan," kata Roger.


"Kenapa? dia takut?"


"Sabar nanti juga dia terbiasa, kau pulak nya punya burung besar besar," kata Bram.


"Mau bagaimana lagi sudah cetakan dari sana nya, aku mana bisa memilih."


Nathan dan Riga masih berada di ruang tamu berdua, mereka berdua menonton film dewasa seperti biasa nya. Sudah lama mereka berdua tidak nobar seperti ini. Biasanya sebulan ataupun seminggu sekali mereka pasti ada nobar seperti ini.


"Tidak seru ah," ucap Riga.


"Iya begitu saja adegan nya. Kau pasti sudah mencoba nya lebih dari itu kan," tanya Nathan.


"Iya sudah lebih dari itu, aku bosan dengan adegan seperti itu."


Roger dan Bram ter bengong melihat layar besar menampakkan adegan dewasa. Dua manusia tersangka duduk rapi di depan sana.


"Riga Nathan," ucap Roger.


"Lah kau sudah pulang?"

__ADS_1


"Kan aku sudah mengatakan nya tadi, dan kalian benar-benar gila bisa bisa nya menonton seperti ini," kata Roger.


"Hahaha biasa lah."


"Apa kabar Roger," tanya Nathan.


"Sangat baik, bagaimana dengan mu?"


"Aku juga sangat baik," ucap Nathan.


"Ya sudah aku ingin ke kamar dulu, ayah tidak istirahat," tanya Roger.


"Tidak lah, bagus nonton dengan mereka," jawab Bram.


"Sama saja, pria pria," ucap Roger sambil pergi meninggalkan tempat itu.


Roger masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat Tiffany sudah tertidur dengan lelap sendirian. Ia jadi tidak tega melihat Tiffany seperti ini, selama ia pergi pasti Tiffany merasa kesepian. Mau bagaimana pun diri nya pasti sudah ada di dalam hati Tiffany.


Sebelum bergabung dengan istri nya. Roger memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Setelah selesai tanpa menggunakan apapun Roger naik ke atas kasur dan langsung memeluk Tiffany dengan erat. Rasa rindu di dalam dirinya sudah sangat menggebu-gebu.


"Aku sangat merindukan mu sayang, benar-benar sangat merindukan mu." Roger memberikan banyak kecupan di wajah Tiffany. Hal itu membuat Tiffany merasa terusik dan terbangun dari tidur nya. Mata nya terbuka secara perlahan, melihat sosok yang benar-benar sangat ia rindukan.


"Roger," ucap Tiffany.


"Siapa Roger, aku suami mu." Roger heran kenapa Tiffany masih saja memanggilnya dengan sebutan nama.


"Sayang, ini kamu benar-benar kamu." Tiffany menepuk-nepuk wajah Roger, ia takut dirinya hanya berhalusinasi dan Roger di depan nya ini hanyalah bayangan semata.


"Iya sayang ini aku, aku sudah pulang," ucap Roger.


"Ahkkkk." Tiffany langsung memeluk Roger dengan erat.


"Aku sangat merindukan mu sayang sangat." Roger membalas pelukan itu.


"Kenapa kamu tidak memberikan ku kabar jika kamu pulang, satu hari ini kamu tidak ada memberikan ku kabar. Aku pikir kamu sudah mulai nakal," ucap Tiffany.


"Jauhkan pikiran seperti itu, aku sudah bosan dengan ucapan mu yang itu. Aku tidak memberitahu karena aku ingin memberikan kejutan untuk mu," kata Roger.


"Ya aku sangat terkejut."

__ADS_1


"Sayang jatah, boleh," tanya Roger...


__ADS_2