Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 77


__ADS_3

"Nathan," ucap Vino.


"Kenapa, daddy tidak suka aku datang," tanya Nathan.


"Kau aneh, sudah sangat lama tidak ke sini, sudah pasti aku sangat senang," jawab Vino.


"Oh iya ini teman dekat ku nama nya Riga, mungkin daddy sudah tau diri nya," kata Nathan.


"Oh yang ayah nya hilang itu, iya aku sudah tau semua tentang nya."


"Anjirr, ayah mu tidak hilang," batin Riga, ia ha ga bisa membatin di depan orang terhormat seperti Vino.


"Daddy aku pinjam jet pribadi mu."


Vino menaikan alis nya, pantas saja Nathan datang dan bersikap sangat sopan pada nya ternyata ia menginginkan sesuatu dari nya.


"Kau mau kemana," tanya Vino.


"Boleh tidak?" Nathan menaikan alis nya.


"Tidak boleh, kau pasti ingin pergi tanpa tujuan."


"Daddy," rengek Nathan. Sudah bertahun tahun lama nya Nathan tidak pernah seperti ini pada Vino, demi Riga ia mau melakukan hal seperti itu.

__ADS_1


"Hahaha kau sudah lama tidak seperti ini Nathan, daddy benar-benar merindukan diri mu yang seperti ini. Biasa saat sedang dengan ku kau hanya marah marah dan marah."


"Boleh ya," kata Nathan.


Riga membuang nafas nya dengan perlahan, ia tidak tau harus berapa lama lagi berada di situasi seperti ini. Melihat kedekatan Nathan dan Daddy nya benar-benar membuat nya sangat iri, dulu ia juga seperti ini pada ayah nya.


"Sini sini duduk di pangkuan ku."


"Aku bukan anak kecil lagi," kata Nathan sambil mendekati Vino.


"Halah, kau dulu sering seperti ini pada ku," kata Vino.


Nathan sebenarnya juga sangat merindukan kedekatan dengan daddy nya. Sudah bertahun-tahun lama nya mereka berdua hanya bertengkar bertengkar dan bertengkar. Rasa hangat dari pelukan daddy nya semakin mengingatkan kedekatan nya dulu dengan Vino.


"Daddy benar-benar merindukan waktu berdua seperti ini dengan mu, kau anak kesayangan daddy."


"Kau mau kemana dulu?"


"Aku dan Riga akan pergi ke Hawai, aku ingin menemani Riga bertemu dengan orang tua nya."


"Oke kau boleh pergi tapi dengan pengawasan yang ketat," kata Vino.


"Harus? aku ingin bebas."

__ADS_1


"Sudah berapa kali nyawa mu terancam, kau masih ingin pergi tanpa ada pengawasan," ucap Vino.


"Aku akan membawa bodyguard ku paman," ujar Riga.


"Hahahaha tidak Riga, kau tidak tau anak ini, dia sangat sulit di jaga, sudah jika pergi aku akan menyiapkan semua nya untuk kalian."


"Ya sudah lah, tapi aku ngajak pacar ku ya," kata Nathan.


"Kau punya pacar?"


"Teman tidur."


"Oh jadi burung mu sudah kuat. Apa aku harus menyunat mu dua kali. Katakan kau sudah pernah tidur dengan wanita?"


"Hehehe aku bercanda, carikan aku pacar, aku bosan hidup sendiri. Nila sudah punya suami. Marvin sudah punya istri sedangkan aku tidak boleh pacaran ntah sampai kapan," kata Nathan, ia cukup kesal dengan peraturan yang Daddy nya buat, rasa nya memang sangat tidak adil untuk nya.


"Diam, banyak yang harus kau kerjakan, jika sudah mempunyai pasangan kau akan semakin susah aku atur."


Setelah mendapatkan izin daddy nya Nathan dan Riga masih tetap di sana. Nathan meminta Riga untuk menunggu nya sebentar karena ada beberapa hal yang harus Nathan kerjakan di perusahaan.


Di rumah Alfi kebingungan karena suami nya tidak ada di kamar, ia tadi tidak terlalu mendengar apa yang di katakan Riga, Alfi mengambil handphone nya untuk menghubungi suami nya.


"Halo sayang," ucap Riga.

__ADS_1


"Riga," terdengar suara seorang wanita yang membuat Alfi naik pitam.


"Siapa wanita yang berani mendekati Riga ku," ucap Alfi.


__ADS_2