
Pagi hari nya. Mereka berdua dibangunkan dengan suara handphone Ivan yang berdering sangat keras. Ivan menjulurkan tangan nya dan mulai bergerak mencari handphone nya yang berada di atas meja.
"Hmmmm."
"Kau dimana Van, ayah mencari mu," tanya Riga.
"Aku sedang di apartemen Alvaro, sebentar lagi aku pulang," jawab Ivan.
"Kau serius di apartemen Alvaro," tanya Riga.
"Iya bang, tunggu sebentar." Ivan melemparkan handphone nya pada Alvaro.
"Daddy mu..."
"Iya dad," ucap Alvaro.
"Ivan di sana? kenapa bisa?"
"Ya bisa dad, salah dia main di apartemen keponakan nya sendiri."
"Ya tidak, kau jadi ke rumah daddy," tanya Riga.
"Hnmm ya nanti sekalian dengan Ivan, sudah dulu aku mengantuk," jawab Alvaro.
Alvaro kembali melemparkan handphone itu pada Ivan.
"Apa kata daddy mu," tanya Ivan.
"Pulang."
"Kau ikut?"
__ADS_1
"Ya aku ikut, Ivan kalau kau bosan tinggal di rumah kau bisa tinggal di sini, tapi ada satu persyaratan."
"Apa itu," tanya Ivan.
"Kau tak boleh di apartemen jika istri ku sedang sendiri di rumah," jawab Alvaro.
"Itu sulit karena aku lebih sering menghabiskan waktu di rumah jika siang hari. Nah begini saja kalau ada kau baru aku di menginap di sini, tapi jika aku sedang bekerja aku tak akan datang," kata Ivan.
"Nah itu tidak buruk," ucap Alvaro.
"Ya sudah aku ingin ke kamar ku, nanti jam 9 kita berangkat."
Di dalam kamar Melanie kebingungan karena Alvaro tidak ada di dalam kamar nya. Dalam pikiran nya berarti Alvaro pergi dari kemarin dan belum pulang ke apartemen.
Saat ingin menghubungi Alvaro, Alvaro masuk ke dalam kamar dengan muka bantal ya.
"Dari mana mas," tanya Melanie.
"Kamar sebelah," jawab Alvaro sambil memeluk Melanie.
"Siapa yang menelepon ku pagi pagi," tanya Alvaro.
"Bella, dia bertanya apakah kamu bekerja, aku jawab tidak."
"Oh mungkin dia lupa kalau aku tak masuk kerja hari ini, aku ingin menghabiskan waktu dengan istri ku ini." Alvaro memberikan kecupan manis di wajah Melanie.
"Kamu jorok," ucap Melanie.
"Kenapa jorok," tanya Alvaro.
"Kamu belum sikat gigi, sudah asal cium," jawab Melanie.
__ADS_1
"Perut ku." Alvaro memegang perut nya yang terasa perih.
"Kenapa," tanya Melanie.
"Seperti nya karena.... Minum alkohol," jawab Alvaro.
"Itu sudah di katakan jangan minum minum, tetap saja nyesel, kamu itu kalau di kasih tau yang baik jangan ngeyel," ucap Melanie.
"Bla bla bla, diam woy. Cerewet amat,, ucap Alvaro.
Plak... Tamparan kecil mendarat di wajah Alvaro
"Kalau tidak mau di atur tidak usah menikah." Melanie mendorong Alvaro dan ingin pergi meninggalkan nya.
Alvaro tersenyum sambil menarik tangan Melanie.
"Ngambek, aku bercanda," kata Alvaro.
"Tidak," ucap Melanie.
Alvaro membalik tubuh Melanie dan mengangkat rok nya.
"Mas mau apa," tanya Melanie.
"Tidak ada ayo mandi." Alvaro tidak melepaskan Melanie, ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Alvaro melepaskan semua pakaian nya dan pakaian Melanie, ini pertama kali nya tubuh Melanie terlihat dengan sangat jelas karena lampu yang benar-benar terang.
"Besar ya." Alvaro memegang nya sambil memberikan beberapa kecupan manis.
"Mas, jangan bilang," kata Melanie.
__ADS_1
"Kenapa? tidak ingin melayani suami mu sendiri????"
Alvaro meletakkan tangan Melanie ke atas badhup, tubuh Melanie membelakangi tubuh Alvaro, ntah dari mana Alvaro memiliki fantasi seperti ini.