
"Sudah pulang," ucap Riga.
"Sudah, tidak jadi mengambil barang," kata Alfi.
"Oh." Riga kembali ke posisi semula.
"Riga, hmmm apa besok kamu libur," tanya Alfi.
"Kemungkinan iya, dua hari aku libur, setidaknya sampai aku bisa berjalan dengan sedikit normal," jawab Riga.
"Saya juga libur ya, saya malas bertemu dengan Alena," kata Alfi.
"Terserah," ucap Riga yang sebenarnya ingin Alfi tetap di rumah selama dia sakit.
Sementara itu di tempat lain. Kalina sedang bersiap-siap ke rumah Riga, ia sudah kembali intens mendekati Riga kembali, ia yakin dengan demikian Riga akan suka dengan nya. Ia tidak bisa membayangkan betapa indah hidup nya jika hidup bersama dengan Riga.
Bukan hanya Kalina, Nathan juga sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah Riga. Ia tau jika Riga telah mengalami musibah. Sebagai sahabat yang baik ia harus melihat keadaan Riga. Sudah beberapa hari Nathan tinggal bersama dengan orang tua nya, hal ini membuat ia lebih cepat sampai ke rumah Riga.
"Mau kemana," tanya Vino.
"Kemana saja," jawab Nathan.
"Jangan bertemu dengan teman mu yang membuat mu jadi bandel, kau sudah aku kuliah kan jauh jauh malah seperti ini."
__ADS_1
"Sudah lah, daddy tidak perlu mengurusi hidup ku, bukan nya di otak daddy hanya ada Calvin, Calvin dan Calvin, belum lagi Marvin."
"Kau kenapa jadi seperti ini, aku memang lagi sibuk dengan Calvin, dia sedang memindahkan perusahaan nya. Aku sedang memperhatikannya bukan berarti aku tidak sayang pada mu." Vino mulai kesal dengan sifat Nathan yang seperti ini.
"Sayang, hahaha bulshit. Kau tidak sayang pada ku." Nathan berlari pergi meninggalkan Vino.
"Nathan," teriak Vino.
"Sayang kenapa," tanya Citra sambil berjalan mendekati suaminya.
"Anak mu sayang, dia semakin kurang ngajar saja, aku mulai kesal pada nya."
"Dia sedang dalam perubahan pola pikir, sudah jangan kamu masukan ke dalam hati. Kita hanya harus memikirkan apa yang harus ia lakukan ke depan nya agar tidak merusak masa depan nya."
"Kamu tenang saja, aku tau dia, nama nya Riga, jika sama dengan yang di katakan Nathan, dia pria yang baik, kata Nathan hidup Riga sama dengan nya."
Nathan dalam perjalanan ke rumah Riga, ini pertama kali nya ia datang ke sana, semenjak mereka berteman, jika ingin menginap mereka berdua pasti menginap di apartemen. Riga tidak membawa Nathan ke rumah karena alasan adik sepupu dan mamah nya. Hari ini karena ia sedang sakit Riga memberikan Nathan izin untuk orang ke rumah nya.
Nathan dan Kalina sampai bersamaan, Nathan sangat tidak suka pada Kalina, ntah kenapa ia rasa Kalina bukan wanita yang baik untuk Riga. Kalina pun merasa heran dengan tatapan Nathan ke pada nya, ia seperti melakukan sesuatu yang salah.
"Kenapa," tanya Kalina.
"Tidak papa," jawab Nathan.
__ADS_1
Kalina berjalan masuk ke dalam rumah. Ia sudah beberapa kali ke rumah ini dan sangat kenal dengan mamah Riga. Ia juga tau dimana kamar Riga berada.
"Halo, kau dimana," tanya Nathan.
"Aku di kamar, kau sudah sampai, aku minta Alfi untuk menjemput mu."
"Ya aku sudah di depan rumah mu, dan ada kalina juga, kau mengundang nya juga?"
Riga memicing kan mata nya, ia sangat tidak suka jika Kalina datang ke rumah nya. Memang dulu ia dan Kalina sempat berteman dekat tetapi itu hanya masa lalu mereka. Kalina sendiri lah yang membuat Riga jijik pada nya.
"Alfi jemput Nathan," kata Riga.
"Nathan, wah aku akan bertemu dengan pria tampan dan Humoris lagi." Alfi bangkit dari tempat duduk nya. Perkataan Alfi tadi memang sangat membuat Riga merasa semakin kesal.
"Bisa bisa nya dia memuji Nathan di depan ku," kata Riga.
Alfi dan Kalina bertemu di lift rumah, Alfi dan Riga saling menatap dengan tatapan yang tidak suka. Alfi tidak tau jika Kalina datang ke rumah.
"Kau mau kemana," tanya Alfi.
"Ke kamar Riga," jawab Kalina.
"Oh pergi lah, tapi jangan kecewa jika Riga tidak memberikan mu masuk," ucap Alfi
__ADS_1